Showing posts with label #WeekendKeMana. Show all posts
Showing posts with label #WeekendKeMana. Show all posts

15 April 2022

Film Adaptasi Novel Agatha Christie: Death on The Nile

“Ada Death on the Nile, Du.”
“Mau menonton?”
“Atau Murder on the Orient Express?”
“Mama bagaimana sih, itu kan kita sudah menonton bersama-sama.”
“Oh, Mama lupa. Nontonnya sama kamu ya?”

Di tengah kebingungan mau nonton apa di Netflix karena Spy Family baru ada 1 episode, Inuyasha adanya yang Final Act dan sisanya tidak ada yang menarik, akhirnya kita pindah ke Disney+. Mumpung masih ada langganannya hehehe.

(Cerita kita langganan Disney+ Hotstar lewat Telkomsel di sini)

Sambil setengah complain-complain karena saya fans Miss Marple dan bukan Hercule Poirot yang sombong, saya nonton juga cerita klasik Agatha Christie tersebut. Kata Dudu: “Ini film yang ada Wonder Woman-nya.” Maksud dia si Gal Gadot. Sementara saya lebih sibuk sama Armie Hammer yang pernah main di Lone Ranger barengan Johnny Depp sampai Dudu berkomentar kalau saya hanya inget aktor ganteng saja. Hahaha.

Death on The Nile
127 menit
Cast: Kenneth Branagh, Gal Gadot, Armie Hammer, Annete Bening, Tom Bateman, Letitia Wright, Russel Brand


Ini sinopsisnya, according to Dudu:
Death on the Nile adalah sekuel untuk film Murder on The Orient Express, di mana Detective Hercule Poirot mengurus kasus pembunuhan di kali Nile di Egypt di saat pesta pernikahan. Awal filmnya agak pelan tapi memberi waktu untuk mengetahui karakter-karakter film dan melihat semua lokasi yang indah di London dan Egypt, seperti Thames River, the Sphinx dan Pyramid of Giza. Pada akhirnya, awal yang pelan membantu membuat akhir yang asyik dan penuh dengan mystery. Sampai akhir banyak bagian dari awal dimana kita harus mengingat detail kecil-kecil untuk membantu mengerti hal-hal yang terjadi nanti, jadi harus tetap vigilant untuk menebak pembunuhnya!

13 January 2022

Maaf, Du, Mama Makan Sushi Tidak Ajak Kamu

“Eh kemaren Mama makan sushi enak deh. Murah lagi.”
“Sama siapa? Kok tidak ajak saya?”
“Sama Tante x, deket Citos. Tau gitu kemarin kita makan di sana ya. Next time deh kita nge-date ke sana.”


Namanya Yasami Sushi, lokasinya ada dekat perempatan Fatmawati - TB Simatupang. Di Gedung Beka setelah SPBU Shell. Satu gedung sama Kloop Coffee di Jl Fatmawati Raya 100-D, tapi ngumpet di belakang ke bagian yang menghadap gang, bukan jalan utama R.S. Fatmawati. Pantesan selama ini lewat kok belum pernah lihat restoran ini.



Yang bikin kaget adalah, sudah pesan sampai nambah-nambah, ternyata total bill-nya tidak sampai 200k. Harga di menu sudah termasuk tax dan Ocha-nya refill.

On the bill:
  • Yasami Special Salad (35k)
  • Chicken Katsu (30k)
  • Unamon Roll (36k)
  • Ebi Salmon Roll (42k)
  • Chicken Katsu (30k)
  • Yuki Roll (32k)
Kalau disuruh menjelaskan, seperti apa sushi di Yasami ini, saya akan bilang Sushi rumahan yang rasanya sudah disesuaikan dengan lidah Indonesia. Sederhana dan tidak komersil haha. Wasabi dan Gari (alias jahe)nya disajikan di piring Sushi, bukan mengambil sendiri. Unamon Roll adalah gabungan antara unagi dan salmon. Fusion Sushi berisi crabstick dan kyuri, dengan torched salmon dan torched unagi di atasnya. Ebi Salmon Roll isinya jelas sesuai namanya, yang bikin berbeda adalah orange sauce-nya yang pertama saya kira Spicy Mayo. Ternyata yang ini tidak pedas. Sementara Yuki Roll, yang pas dihidangkan terkesan sedikit pucat, berisi salmon tempura, kyuri dan mayo.


Bukan cuma rasa, tapi suasana restoran ini juga homey banget, bikin betah duduk lama. Ngobrol sama Tante x tahu-tahu sudah 2 jam lebih. Jadi, tempat ini pas banget buat yang mau catch up sama teman lama setelah terpisahkan pandemi. Tempatnya tidak ramai dan parkirannya gampang asalkan tidak kelewatan gang-nya. Kalau bablas pun masih bisa parkir di Gedung Beka depan, di Kloop Coffee, lalu jalan 5 menit ke samping.

Nextnya pengen coba Sushi Platter yang harganya mulai 130k sih, tapi saya dan Dudu beda preference kalo makan Sushi. Dudu suka yang nigiri, yang simple cuma nasi sama tamago. Saya suka yang fusion dan fancy, yang pake salmon, keju, kremesan dan lainnya. Sementara kalo liat menunya Yasami tidak punya negiri standar yang hanya satu ingredient aja.


Browsing ke menu lain yang non-sushi, Yasami Sushi juga ternyata punya Donburi. Ada Gyudon dan ada Chicken Katsu yang harganya juga terjangkau. Oke sip, Dudu aman kalo mau diajak makan di sini.

03 April 2019

Belajar Menulis Nama Dengan Aksara Jawa

“Kalau orang tuanya memberi nama yang panjang, anaknya merasa seperti dikhianati.”

Kalimat itu keluar ketika saya dan Dudu duduk barengan di kelas Aksara Jawa, belajar menulis nama dengan Hanacaraka. Kok bisa? 



Alkisah di satu Sabtu yang random tapi cerah, kita berdua mampir ke Astori Coffee di pom bensin Pertamina jl. Antasari untuk belajar menulis Aksara Jawa dan pasangannya. Sama-sama mulai dari nol. Gurunya adalah anak muda lulusan Sastra Jawa bernama Sekar. Kelasnya gratis, tapi kita diminta bawa buku dan alat tulis sendiri. Buat yang tidak bisa Bahasa Jawa gimana? Ya tetap bisa ikutan, soalnya kelasnya ini menulis Aksara Jawa tapi bahasanya tetap Indonesia. Misalkan kita menulis “tawa”, yang digunakan adalah huruf “ta” dan “wa” tanpa perlu menterjemahkan kata tersebut ke dalam Bahasa Jawa. Dudu juga tidak bisa Bahasa Jawa kok.

(Baca review Astori Coffee di sini ya)

Berbeda dengan huruf Mandarin, Hiragana Jepang dan Hanggul Korea, aksara Jawa ini lebih mirip melukis dan harus dituliskan dalam sekali coret.Tantangan terbesarnya adalah menghafal huruf yang terlalu mirip satu dengan yang lainnya. Selama 2 jam kita belajar sekitar 20 huruf, 20 aksara Pasangan dan 10 Sandhangan alias aksara tambahan. Pusing tapi seru! 

Aksara Jawa kayak apa sih?

16 February 2019

Tips Anti Kalap di Bazaar Buku

Bazaar buku murah mulai muncul lagi. Weekend ini kita pergi ke Bootopia-nya Periplus di Pulogadung. Bulan depan Big Bad Wolf ada lagi di ICE BSD. Ujung ke ujung. Tapi ya dijalanin, karen buku, terutama yang bahasa Inggris, termasuk sulit ditemukan di Indonesia. Masalahnya saya dan Dudu sering lapar mata kalo lihat buku.

Jadi, gimana caranya biar tidak kalap belanja kalau pergi ke bazaar buku murah sama anak?



Salah satu tempat date favorit kita berhubungan dengan buku. Waktu Dudu balita, kita berdua sering menghabiskan waktu di perpustakaan dan toko buku. Lalu sekarang jadi rajin pergi ke bazaar buku demi mencari buku, terutama buku impor, yang murah. Kalau belanja sendiri, kita hanya perlu menghibur diri kalo memang tidak ada budget untuk beli buku sebanyak itu. Nah, kalau pergi sama anak kan berarti ada satu kepala lagi yang harus dinegosiasikan.

21 September 2017

Belajar Menghargai Perbedaan dengan Wisata Rumah Ibadah

Dudu tidak dapat pelajaran PPKN dan Agama di sekolahnya. Tidak ada buku cetak yang mengajarkan umat Hindu sembahyang di Pura, umat Islam di Masjid dan lain sebagainya. Maklum, sekolah internasional, jadi berbeda kurikulumnya dengan saya dulu yang bertahun-tahun dijejali teori perbedaan suku dan agama. Ketika kegiatan Wisata Rumah Ibadah Komunitas Bhinekka (akhirnya) dibuka untuk anak kelas 4-6 SD di Jakarta, saya langsung daftar. 




Kenapa memahami perbedaan itu penting? Karena anak harus belajar toleransi dan menerima bahwa ada banyak orang yang berbeda dengan mereka. Menurut Vera, psikolog yang membawakan sesi "pembekalan untuk orang tua" di awal acara, tidak memahami perbedaan bisa mengakibatkan anak jadi stress dan kemudian tidak siap menghadapi perbedaan di lingkungan yang lebih luas lagi seperti ketika kuliah atau bekerja. Lalu, kenapa harus jalan-jalan? Ketika saya kecil dulu, menghafalkan bahwa orang Buddha pergi ke Wihara untuk sembahyang bisa menempel di kepala. Tapi untuk Dudu yang lebih visual, jalan-jalan tentunya lebih menarik dan diingat ketimbang mendengarkan "ceramah" guru di kelas. 

Saya drop di Sekolah Gemala Ananda, Lebak Bulus di pagi hari, lalu saya pergi "me time" setelah menyaksikan anak-anak ice breaking dan selesai pembagian kelompok. Orang tua tidak boleh ikutan padahal saya ingin banget mencoba masuk wihara dan lithang di Indonesia. Ada baiknya juga karena saya jadi punya waktu untuk menyelesaikan PR tulisan. Sorenya, saya jemput di Pura Amrta Jati, Cinere. Sambil berjalan kaki pulang dari Pura, Amrta Jati, saya dan Dudu berdiskusi tentang pengalamannya hari itu. Ini cerita Dudu:

10 September 2017

Ngedate Seru Bersama Buku di Indonesia International Book Fair 2017

Bagus ngga pameran bukunya? Pertanyaan itu banyak muncul di whatsapp dan social media saya ketika saya posting tengah #DateWithDudu di Indonesia International Book Fair (IIBF) kemarin. Acaranya sendiri berlangsung 6 – 10 September 2017 di JCC Senayan, tapi niat mampir pulang kantor tidak pernah terlaksana. Memang berburu buku itu harus sama Dudu.

Yah, pamerannya sih bagus, tergantung kitanya cari apa.

Jawabannya standard. Tapi memang begitu soalnya pameran ini sebenarnya memenuhi ekspektasi pencinta dan pencari buku. Mau buku anak ada. Buku islam ada. Buku bahasa Inggris ada. Buku mainstream ada. Buku teenlit ada. Sampai buku-buku bekas bahasa asing pun ada. Yang terakhir itulah yang mendorong saya mampir ke Indonesia International Book Fair pagi-pagi di hari Sabtu. 



Masuknya gratis. Dan banyak “harta karun” yang kita temukan di sana. Di lobby utama kita disambut oleh robot berbentuk IIBF dan booth KPK yang menawarkan banyak buku gratis tentang anti-korupsi. KPK ini sekarang rajin reach out ke anak-anak. Terbukti selain di luar, booth KPK di dalam juga dipenuhi aktivitas seperti dongeng dan lomba foto. Ada banyak board game yang dipajang, semuanya mengajarkan kejujuran dan anti-korupsi. Sebenarnya Dudu kepengen beli, tapi pas kami sampai di sana, boothnya sedang penuh karena ada acara dongeng anak-anak. Yang ada, Dudu jadi mengambil brosur tentang gratifikasi. 

18 July 2017

Seperti apa Museum Nasional Saat Ini?

“This museum is testing my patience,” ujar seorang anak bule yang diminta menitipkan backpacknya sebelum memasuki ruangan pameran. Itu terjadi setelah kita tidak bisa masuk lewat pintu parkiran, melainkan harus naik lewat jalan keluar mobil karena loket ada di atas dan pintu yang ke parkiran hanya digunakan untuk keluar. Museum yang aneh ini adalah museum tempat saya field trip waktu SMP. Namanya Museum Gajah. Familiar?



Dan sekali itu saya mengajak si anak bule, alias Dudu, ke Museum Nasional karena kita sudah mentok tidak tahu mau pergi ke mana lagi. Ah, kenapa harus dimulai dengan Dudu yang ngedumel? Untungnya seiring perjalanan dari satu lantai ke lantai berikutnya, Dudu sudah ceria lagi. Sudah lupa sama hal—hal yang merepotkan di depan tadi. Dari sini saya belajar satu hal: kalau masuk tempat wisata di Indonesia, jangan keburu jadi ilfil dengan apa yang ada di depan, tapi coba nekat masuk terus ke dalam karena bisa saja kita bertemu banyak benda dan pengalaman berharga.

Karena itu saya dan Dudu bertekad untuk lebih sering bermain ke museum yang ada di Indonesia.

12 March 2017

Doraemon and No-Parents Movie Playdate

Minggu ini saya dihadapkan dengan frustrasi absennya film bagus dari bioskop. Padahal Dudu sudah selesai ujian dan kita berharap ada film yang bisa kita saksikan bersama di bioskop. Ternyata, mengecek ke semua jaringan bioskop yang ada, tidak satupun menayangkan film yang rasanya akan disukai Dudu. Di tengah keputusasaan itu, saya melihat ada 2 bioskop XXI di Jakarta Utara yang menayangkan film Doraemon.

Surprise.


Bisa ditebak kita akhirnya berangkat ke sana, dan Dudu playdate perdana nonton bioskop hanya anak-anak kecil saja. Masih dengan gank playdate yang sama, anak-anak yang satu kereta ke Malang dan satu pesawat ke Singapura kemarin. Bioskopnya penuh, karena studio tempat Doraemon tayang termasuk kecil. Jadilah Dudu hanya nonton bertiga dengan dua temannya, anak-anak semua. 


Doraemon: Nobita and the Birth of Japan
Doraemon Nobita no Nippon Tanjō
Pengisi Suara: Nobuyo Oyama, Noriko Ohara, Michiko Nomura
Durasi: 100 menit

Movie Doraemon yang merupakan remake ini bercerita tentang Nobita yang hendak lari dari rumah. Hanya saja sekali ini dia tidak sendirian karena sahabat-sahabatnya: Suneo, Giant, Shizuka dan bahkan Doraemon juga memutuskan untuk lari dari rumah. Tidak menemukan tempat tinggal karena tanah di jaman ini sudah ada yang punya semuanya, mereka semua kemudian memutuskan untuk kembali ke masa lalu saat tanah belum ada pemiliknya dan bisa bebas digunakan untuk kabur dari rumah.

Eh tunggu, karena yang nonton film ini kan si Dudu ya, biar dia saja yang lanjutin.

13 February 2017

The LEGO Batman Movie

Sepanjang Minggu pagi, Dudu bernyanyi: "My best friend, you’re my best friends and friends are family, friends are family." 

Mama:Lagu apaan sih, Du?
Dudu: Lagu Batman Lego kemarin.
Mama: Filmnya bagus?
Dudu: Bagus kok.
*Lalu si Dudu mulai memperagakan adegan ketika Batman diberitahu Alfred bahwa dia sudah mengadopsi anak dan Dick Grayson sudah tinggal di Wayne Manor selama seminggu.





The LEGO Batman Movie ini dimulai dari keberhasilan Batman menggagalkan skema terakhir Joker dalam menghancurkan Gotham City dan meninggalkan si archenemy patah hati karena tidak diakui oleh sang superhero sebagai "musuh utama". Joker dan teman-temannya kemudian menyerahkan diri karena baper. Ceritanya tidak berakhir di situ karena setelah Joker dipenjara, Batman jadi bingung apa yang harus dia lakukan. Terlebih lagi ketika Komisaris Gordon pensiun dan digantikan putrinya, Barbara, yang sangat kompeten. Intinya Batman kesepian.

Robin: Wait, does Batman live in Bruce Wayne's basement? 
Batman: No, Bruce Wayne lives in batman's attic

01 February 2017

Staycation at Double Tree Jakarta

Melewati gerbang masuk hotel ini seperti melewati pintu kemana saja milik Doraemon, yang dalam sekejap mengubah hiruk pikuk kawasan Cikini menjadi kedamaian ala private resort di Bali. Ini cerita staycation favorit kita. Welcome, to paradise, maksud saya, Welcome to Double Tree by Hilton Hotel Jakarta – Diponegoro.




Flashback beberapa tahun yang lalu, ketika Dudu dapat panggilan photoshoot majalah wedding, di sebuah hotel di Cikini. Serius nih? Ketika membayangkan Cikini, yang ada di kepala saya ya, TIM, Stasiun, Cikini Gold Center, Pasar Bunga dan Megaria. Sederetan coffee shop dan restoran Indonesia berderet di sepanjang jalan satu arah itu. Entah bagaimana, di tengah-tengah itu semua ada satu hotel bintang lima yang bersembunyi. Tidak heran kalau photoshoot cover majalah wedding pun dilakukan di hotel itu. Dan ketika saya mengantar Dudu bekerja itulah, saya jadi punya cita-cita mau staycation di hotel ini.

26 December 2016

The Courage to Sing

Tidak seperti Trolls dan Moana yang memang sudah ditunggu dan langsung berhiaskan review, Sing adalah film yang, well, sederhana. Menjadi yang terakhir dari sederetan film kartun dengan musik catchy untuk ditonton bersama anak, Sing adalah teman pengisi liburan yang seru. But, this is a long overdue movie review. 


Peserta audisi (photo taken from screenrant)
Ceritanya adalah seputar Buster Moon, seorang Koala yang mengelola teater hampir bangkrut. Moon kecil terpesona dengan dunia yang ditawarkan oleh teater dan bertekad memiliki pertunjukkannya sendiri. Namun di awal cerita kita sudah melihat bahawa Moon gagal mewujudkan mimpinya. Jadi, dia hadir dengan ide briliant membuat audisi penyanyi dari seluruh kota sebagai pertunjukkan terakhir yang mempertaruhkan segalanya.

22 October 2016

Halloween Seru di Universal Studios

Halloween Date kali ini sedikit berbeda. Biasanya kita menghabiskan pesta kostum di mall, ikutan trick or treat dan membawa pulang sekeranjang permen. Namun kemarin kita merayakan Halloween lebih awal dengan berkunjung ke dunia lain di Halloween Horror Nights 6, Universal Studio Singapore. Tanpa kostum, tanpa permen, hanya bermodal nekat. Jadi judul posting in harusnya "Halloween terseram di Singapura".

Posing in front of the gate at the end of our date
Soalnya rumah hantunya seram banget dan memang sudah dianjurkan tidak bawa anak kecil. Dudu juga takut sampai menangis. Sepupu saya (yang kemarin ikut ke Arts Science Museum juga) sama takutnya. Tapi namanya sudah beli tiket (early bird pula), bahkan sudah sampai bertolak ke negara tetangga demi acara ini, ya masa kita tidak masuk? Hahaha. 

Saat matahari tenggelam, Universal Studios Singapore berubah dari theme park untuk keluarga yang penuh keceriaan menjadi sebuah tempat berhantu yang mengerikan. Semuanya total, dari lighting, kostum dan rumah hantu yang dibangun membuat kita merasa memasuki taman bermain yang berbeda. Dan entah bagaimana, saya lebih suka Universal Studios versi horror ini. Karena lebih seru, lebih sepi (walaupun mau masuk rumah hantu harus antri 30 menit) dan lebih hidup. 

31 August 2016

Ayo Ikut Belanja Seru di Ikea Indonesia

Hej!

Jauh sebelum tulisan itu terpampang di pintu masuk IKEA Indonesia, saya pernah melihatnya di kertas surat dari sahabat pena pertama saya jaman SMA yang berasal dari Malmö, Swedia. Setelah hampir 10 tahun hilang kontak, kami bertemu lagi di media sosial dan tiga huruf itu kembali muncul di hadapan saya. I truly missed talking to her, like I missed walking through the aisle of IKEA. Buat saya, keduanya membawa kembali kenangan masa lalu saya, yang tertinggal di belahan bumi sebelah sana. 



Saya dan Andrew sudah merencanakan mau ke IKEA Indonesia berdua, sarapan meatball lalu belanja. Tapi Andrew keburu pergi duluan dengan orang tua saya (yang waktu itu sudah super tidak sabar mau ke IKEA 
Indonesia), sementara saya baru kesampaian berbulan-bulan kemudian ketika ada talkshow rumah ramah anak dari The Urban Mama. Kata orang "there's a will, there's a way," jadi pada suatu pagi saya berhasil pergi ngedate sama Dudu ke IKEA Indonesia.

Varför? Kenapa?
Ini adalah 5 itinerary kita di IKEA Indonesia


18 July 2016

Berburu Pokemon di Dufan

Saya serasa balik lagi ke awal 2000an, ketika si Pikachu yang lucu itu jadi idola. Sekarang dengan kemajuan teknologi, kita tidak perlu lagi mengikuti petualangan Ash dan teman-temannya mencari Pokemon. Soalnya sekarang kita yang mencari Pokemon sendiri di game bernama Pokemon Go!


Sheva, Dudu dan Fabio dalam misi mencari Pokemon di Dufan
Pokemon Go! dirilis awal bulan Juli.Gabungan nostalgia dan teknologi bagi pemain dewasa, game ini seru juga dimainkan bersama keluarga. Ketika log in, pemain mendapatkan karakter kita sendiri dalam bentuk avatar. Dengan bantuan GPS, pemain dapat melihat peta lokasinya berada dan mencari lokasi Pokemon terdekat untuk ditangkap dengan Pokeball. Tapi kita harus benar-benar berkeliling untuk mengunjungi tempat-tempat ini.

09 June 2016

Teenage Mutant Ninja Turtles: Out of the Shadows

Ketika film Teenage Mutant Ninja Turtle: Out of the Shadows tidak sesuai ekspektasi, saya bingung. Film ini seharusnya seru. Dudu tetap keukeuh suka dengan film ini dan bilang “bagus” meskipun seluruh dunia (yang diwakili IMDB dan Rotten Tomatoes) hanya memberikan rating setengah hati. Yang jelas, saya kehilangan kata “Cowabunga” dan “Dude” di film ini. 



Jadi, saya mulai cerita dari mana ya? Well, film bedurasi 112 menit ini dimulai dari kaburnya Shredder ketika sedang dipindahkan ke penjara baru. Dalam pelariannya, Shredder bertemu Krang (Commander Kragg if you wish) dan setuju untuk membantunya memindahkan pesawat ke bumi. Di sisi lain, Casey Jones yang kehilangan tawanan harus menghadapi skorsing dan memutuskan untuk menjadi superhero independen berbekal pengalamannya main ice hockey. Dalam pengejaran ini, Casey bertemu April O’Neil dan para kura-kura, yang kembali tidak akur gara-gara menemukan lendir ungu yang digunakan Shredder untuk mengubah penjahat bodoh menjadi duet Beebop dan Rocksteady yang kita kenal (hore!)
Para kura-kura yang bertengkar (lagi), berhasilnya Krang memindahkan pesawat ke bumi dan Splinter yang hanya memberikan wejangan tanpa ikut banyak ikut campur membuat film ini agak naik turun. Dan sejujurnya, garing. Pertarungannya tidak seru, Shreddernya kurang keren dan konflik intrik politiknya terlalu banyak antara Casey Jones, Chief yang perempuan itu dan Vern the falcon. Sampai gemas mau bilang “let’s just fight.” Haha. Untung ada Beebop dan Rocksteady.

10 May 2016

Shrek The Musical Jakarta, Nonton Musikal Sama Anak

Nonton bioskop? Sudah biasa. Sekali-sekali kita pergi nonton musikal dong. Gara-gara tiket murah yang beredar di kantor dan ajakan teman, kita berdua pergi nge-date di Ciputra Artpreneur, menyaksikan Shrek The Musical Jakarta. Acara yang tidak ada dalam agenda long weekend ini ternyata meninggalkan kesan yang cukup mendalam.

Foto berdua, lalu diuber-uber ushernya disuruh masuk karena waktunya mepet. 
Ceritanya masih sama, Shrek si Ogre yang tinggal sendirian di swamp mendadak kedatangan banyak karakter Fairy Tale yang dibuang oleh Lord Farquaad dari Duloc. Bermaksud mendapatkan kembali rawa-rawa miliknya, Shrek pergi ke Duloc menghadap Lord Farquaad. Dalam perjalanan, dia bertemu Donkey yang super cerewet. Setelah diselamatkan, Donkey memutuskan untuk menjadi sahabat Shrek dan menemaninya ke Duloc (meskipun Shrek tidak mau punya sahabat ataupun ditemani). Lord Farquaad yang pusing karena dia tidak bisa jadi raja kecuali menikahi seorang putri, kemudian menyuruh Shrek menyelamatkan putri Fiona di menara yang dijaga naga sebagai ganti hak milik rawa-rawanya.

08 May 2016

Captain America Civil War: Two Shades of Truth

Fenomena #TeamCap dan #TeamIronMan sudah berlangsung beberapa lama. Dan setelah nonton Captain America: Civil War, kita makin bingung memutuskan ada di tim yang mana. Bukan masalah baik dan jahat, tapi masalah siapa yang benar?

Akhirnya nonton film ini setelah sempat tertunda oleh kelamaan di Big Bad Wolf Book Sale hari Kamis kemarin. Nonton ini tanpa ekspektasi apa-apa karena saya bukan fans Captain America. Dudu juga nonton cuma untuk melihat Wanda Maximoff. Film ini sebenarnya tidak perlu sosok penjahat, dan penjahatnya juga tidak memiliki super power apa-apa. Soalnya avengersnya sudah sibuk berantem sendiri dengan ego dan kepercayaan masing-masing.



19 April 2016

Pahlawan dan Persahabatan di BoBoiBoyThe Movie

Sebenarnya kita dilema, mau nonton BoBoiBoy, The Jungle Book atau The Huntsman. Karena mendadak akrab dengan BoBoiBoy board game yang dilaunching Indomilk beberapa waktu lalu, saya dan Dudu jadi semangat nonton filmnya. Waktu yang kita pilih bertepatan dengan CGV Blitz Family Movie Time. Kebetulan nih, jadi kesempatan mencoba fasilitas CGV yang satu ini juga.
"Ceritanya tentang Tengkotak, sekelompok alien kotak yang jahat, yang menginginkan Ochobot dan kekuatan teleportasi. Mereka menculik Ochobot untuk menguasai galaksi. Ochobot ternyata merupakan salah satu generasi terbaru Sfera Kuasa dan pasukan Tengkotak ini adalah pengumpul Sfera Kuasa dan ingin menangkap yang bentuknya seperti spider itu, Ma. BoBoiBoy dan teman-temannya melawan mereka tapi gagal. Mereka pergi ke Pulau Terapung bersama Cigku Papa untuk menyelamatkan Ochobot." - Dudu


09 March 2016

Jakarta Toys & Comics Fair 2016

Ritual tahunan kita adalah pergi ke Jakarta Toys & Comics Fair di Balai Kartini setiap bulan Maret dan spending uang angpao Dudu di sana. Kali ini petualangan kita sedikit berbeda karena ditemani zombie dan tongkat selfie.

Biasanya kita berdua jadi salah satu pengunjung pertama. Tahun lalu bahkan sampai beli tiket pre-sale. Namun kali ini tidak ada cerita mengantri hari Sabtu pagi di Balai Kartini karena si Dudu sakit. Dari Jumat sudah bertaruh, kalau tidak sembuh ya berarti kita terpaksa melewatkan kencan tahunan kita ini. Tapi karena si Dudu sudah bertekad untuk sembuh, jadi hari Minggu kita berangkat untuk hunting action figure pelengkap ceritanya. 


Foto pakai monopod. Dudu yang keker, Dudu yang pencet tombol. Untung sukses di percobaan perdana.

06 March 2016

Sejenak di Kampung Batik Laweyan

"Jaga istrimu baik-baik ya, Om." Kalimat Dudu yang berani menguliahi sepasang pengantin baru itu mengundang gelak tawa semua orang yang mendengarnya. Well, pernikahan sepupu saya inilah yang membawa petualangan kita ke Solo, Jawa Tengah. Kota Batik, kalau kata tulisan di bawah nama airportnya.

Meski Adi Sumarmo ternyata terletak di Boyolali.

Berada di kota batik berarti kita harus belanja batik. Apalagi saya termasuk yang kecanduan batik. Mengikuti tante-tante yang hobi shopping, saya sampai di satu lokasi bernama Kampung Batik.