10 August 2022

Keseruan Quality Bonding Time di Oreo 110th Birthday Celebration

"Du, mau snack apa?"
"Oreo saja deh, Ma."

Dari kecil begitu. Salah satu snack yang bertahan dari bekal TK sampai sekarang anaknya sudah SMA ya Oreo. Ulang tahun kemarin mintanya Oreo Cheesecake. Kalau Mama beli kopi, dia pesan Oreo Milkshake. Kalau jalan-jalan, yang dibawa ya Oreo Mini. Oreo semua ya.

'bonding time' bareng Oreo

Oreo kemarin mengeluarkan varian baru spesial ulang tahun, Oreo Birthday Cake Flavor. Bungkusnya lebih berwarna-warni daripada Oreo Classic yang biasanya kita beli.

"Ini kue ulang tahun di dalam Oreo?"

Dudu bingung. Saya juga. Jadi kita beli buat mencoba. Ternyata rasanya enak juga. Masih biskuit Oreo Classic yang sama, bedanya hanya di bagian icing putih di tengah ada sprinkle-nya. Rasanya sedikit banyak memang seperti kue ulang tahun. Oh, enak juga.

"Harusnya Oreo bikin yang icingnya cheesecake ya, jadi kamu kemarin tidak usah beli kue," kata saya.
“Tapi bagaimana saya bisa menaruh lilin di atas Oreo?”



Yang berbeda dari bungkus Oreo Birthday Cake Flavor selain kemasannya yang lebih ceria adalah QR Code di bagian kanan bawah. Oh ternyata kalo di-scan bisa langsung masuk ke filter Instagram Oreo yang bentuknya augmented reality (AR). Filter ini memungkinkan kita untuk meniup lilin yang jumlahnya banyak itu untuk merayakan #UlangTahunOreo bersama-sama. Jadi kalau mau tiup lilin tidak perlu menaruh lilin beneran di atas biskuit Oreo-nya. Hahaha. Kembali lagi ke masalah birthday cheesecake, Oreo sebenarnya juga melakukan kolaborasi dengan beberapa F&B outlet seperti Bittersweet by Najla yang mengeluarkan dessert box spesial bertajuk Cookies and Cream Special Anniversary. Semua keseruan ini adalah bagian dari rangkaian perayaan berjudul #WishOreo110.

"Oreo-nya sedang berulang tahun ya, Ma?"
"Iya, ke-110."
"Ternyata Oreo sudah sangat tua ya."
Oreo masuk ke Indonesia di tahun 1994, saya masih SD. Sekarang sudah punya anak, dan Oreo masih ada di rumah saya.

Yang namanya ngemil, tidak bisa dipisahkan dari saya. Dan ternyata, kebiasaan ini menurun juga ke anak saya. Meskipun si Dudu tidak se-lebay saya kalau beli dan makan snack, tapi dia tetap ada jadwal ngemil rutin di sore hari. Apalagi kalau sedang #DatewithDudu di rumah alias main PS4 seharian pas weekend. Yang namanya cemilan jelas tidak boleh absen. Enaknya Oreo, karena dia snack manis, jadi bisa sekalian dianggap pengganti dessert. Selain itu, Oreo juga bisa jadi teman baik saya kalau sedang ngopi. Lebih cocok daripada snack asin atau snack micin.

Ulang tahun Dudu kemarin pakai Oreo Cheesecake


Meskipun Dudu baru berusia 16 tahun, kemarin perayaan ulang tahunnya tidak kalah seru dengan Oreo. Tahun ini sedikit spesial karena biasanya hanya dirayakan secara sederhana di rumah, tiup lilin dan makan bakmi goreng bersama keluarga. Soalnya ulang tahun Dudu jatuh di pertengahan Juli, di mana tahun ajaran baru dimulai. Mau merayakan bareng teman-teman sekolah juga jadi sulit. Namun kali ini saya memutuskan untuk mengajak teman-teman se-gengnya untuk pergi birthday trip ke Bandung. Pengalaman pertama bawa anak-anak ABG jalan-jalan dan menginap semalam. Meskipun mereka tidak kemana-mana alias semalaman main PS4 saja, tapi Dudu bilang dia senang. Yang penting quality bonding time-nya terwujud.


Quality time itu penting untuk membangun ikatan emosional, dan snacking alias ngemil bisa jadi faktor penting dalam melakukan bonding. Merayakan momen spesial seperti ulang tahun juga salah satu cara untuk mendapatkan quality time dengan orang-orang tercinta. Dalam hal ini ya termasuk ikutan berpartisipasi dalam rangkaian #WishOreo110 yang merupakan bagian dari selebrasi #UlangTahunOreo.

06 July 2022

Cara Merubah Mindset untuk Berkembang

Adalah suatu kebanggaan melihat rekan sekerja saya di Single Moms Indonesia, Sagita Ajeng, naik panggung mewakili komunitas di acara Grab Access hari Sabtu, 2 Juli kemarin. Acara yang berjudul “Building an Inclusive Digital Economy for Indonesia,” ini menggandeng para ibu tunggal untuk bergabung bersama Grab, baik sebagai merchant maupun driver. Harapannya, kesempatan kolaborasi yang diberikan oleh Grab Indonesia ini dapat dimanfaatkan oleh para ibu tunggal untuk semakin berdaya.


Dari menjalankan program ini saya belajar tentang mindset dan prioritas.

Di bulan-bulan awal saya mencoba volunteer di bagian Learning & Development komunitas Single Moms Indonesia, saya sempat frustasi sendiri. Bikin program, yang dateng cuma sedikit. Tapi kalau tidak ada program juga kapan majunya? Bikin workshop soft skill salah, hard skill juga tidak mempan. Bikin acara curhat dan gathering online pun banyak yang hanya sekedar daftar lalu hilang ketika hari H datang. Padahal segala cara untuk reminder sudah dilakukan. Yang ada saya penasaran. Apalagi ketika menyadari bahwa masalah ini bukan hanya ada di komunitas saya.

“Tidak ada gunanya kita offer kelas pengembangan diri, kalau yang diajakin ikutan belum punya mindset untuk berdaya.” Begitu kata salah seorang teman saya. Maksudnya gimana tuh? Ya, mindset si ibu tunggal ini masih meratapi nasib jadi ‘korban keadaan.’ Mempertanyakan kenapa hidup saya begini, dan bagaimana saya bisa hidup untuk esok hari. Menyalahkan sekeliling dan lupa bahwa untuk merubah nasib itu perlu dorongan dari diri sendiri. Proses semua orang beda-beda lamanya. Ada yang beruntung bisa cepat move on dan fokus untuk berkembang, ada juga yang membutuhkan waktu lebih untuk berduka.

Apa yang harus kita lakukan agar tidak nyaman menjadi korban keadaan, dan mampu bangkit untuk masa depan? Change our mindset. Merubah cara pandang. Mindset ini adalah cara pandang kita terhadap dunia luar. Misalnya kalau kita memandang dunia ini jahat dan kita selalu menjadi korbannya lantas ketakutan untuk keluar, ya selamanya kita ada di rumah dan pasrah menerima nasib. Ini victim mindset. Atau yang paling sering didengar adalah fixed mindset versus growth mindset. Yang pertama adalah pasrah dengan kemampuan (“saya bisanya hanya ini”), sementara yang kedua ini mau berkembang (“saya bisa belajar hal baru dan menjadi lebih baik”).

Para ibu tunggal dari Single Moms Indonesia yang gathering di acara Grab kemarin

Okelah, kalau begini, saya jadi paham kenapa terkadang sulit maju. Tapi, mendengar cerita inspiratif para Lady Grab yang naik panggung juga hari Sabtu kemarin itu, mau tidak mau kita semua jadi merubah mindset. Salah satu mitra pengemudi, yang juga seorang ibu tunggal, menceritakan kisahnya membiayai 2 orang anak. Satu diantaranya penyandang disabilitas cerebral palsy yang butuh perhatian setiap saat. Namun si ibu ini sudah tidak meratapi nasib dan menemukan bahwa dengan menjadi mitra Grab, beliau bisa mendapatkan penghasilan sekaligus menjaga anak-anaknya. Kalau ada kemauan ya ada jalan.

Bagaimana caranya merubah mindset?
  • Apresiasi diri sendiri. Celebrate small victories. Jangan terlalu sering melihat keluar lalu jadi minder. Bisa bangun pagi setiap hari buat kita yang sering depresi adalah kemenangan yang bisa dirayakan.
  • Be thankful. Ini terkadang susah karena kita sering fokus untuk apa yang menjadi kekurangan kita. Uang kurang banyak, waktu tidak ada. Coba dibalik mindsetnya jadi bersyukur masih bisa jajan atau masih punya waktu untuk anak-anak. Rasanya hidup jadi sedikit lebih enteng.
  • Mau belajar dan nikmati prosesnya. Seringkali saya tidak sabaran dan ingin semua muncul secara instant. Padahal proses belajar ini juga sebuah bagian dari hidup yang bisa kita nikmati. Soalnya, kalau maunya instant, lama-lama kita jadi malas belajar karena tidak sabar. Padahal dengan belajar, kita bisa membuka peluang baru, mendapatkan keterampilan baru. Intinya sih jadi punya growth mindset dan tidak pasrah pada keadaan.
Sarananya sudah ada, seperti Grab Access yang membuka peluang bagi para ibu tunggal untuk mendapatkan penghasilan. Sekarang tinggal mindsetnya.

17 June 2022

Meskipun Hujan, Cucian Tetap Wangi di Bulan Juni

Ahhh, hujan lagi.

Sama seperti ending Korean Drama, langit bulan Juni tidak bisa diprediksi. Katanya summer, ternyata pancaroba. Hujan bisa datang sewaktu-waktu. Saya menyukai hujan, karena bau tanah yang basah itu menyegarkan. Namun hujan itu indah hanya ketika kita duduk sambil ngopi di dekat jendela, dan romantis hanya ketika payungan berdua dengan si dia. Kalau kita sedang mencuci baju di pagi hari lalu mendung datang, yang ada jadi sebal.

Soalnya cucian jadi belum tentu kering menjelang petang dan ada resiko cucian akan bau apek.

Baru-baru ini saya mencoba pewangi pakaian Korea. Apaan tuh? Ini pasti karena suka K-pop? Atau karena senang nonton K-Drama? Well, sebenarnya cuma karena penasaran sama wanginya. Haha. Bau apek adalah salah satu dari 7 bau membandel yang bisa dihilangkan oleh pelembut dan pewangi pakaian Molto Korean Strawberry. Yang lainnya adalah bau keringat, bau asap, bau polusi, bau badan, bau bawang, dan bau amis. Lumayan untuk menjamin bahwa pakaian yang dicuci di musim pancaroba ini tidak bau meskipun mataharinya menghilang setengah jalan.


Di rumah, keputusan tentang pembelian sabun cuci, pelembut pakaian, obat pel dan segala macam pembersih lainnya ada di tangan Oma. Saya dan Dudu biasanya tidak terlalu pusing dengan apa yang dibeli. Jadi, cucian bulan ini bisa bau bunga, bulan depan bau fresh, dan bulan depannya lagi bau buah. Karena Dudu terlibat dalam pekerjaan rumah, termasuk menjemur pakaian, dia akan laporan sehabis menjemur baju kalau “baju-bajunya kali ini tercium seperti bunga, Ma.” Tapi karena peraturan pertama dalam membeli pelembut pakaian keluarga adalah wanginya tidak diprotes satu rumah, maka terkadang saya atau Dudu juga ikutan sumbang saran bulan depan mau wangi apa. Sama seperti waktu mau mencoba Molto Korean Strawberry ini.

Peraturan kedua dalam membeli sabun cuci adalah produknya tidak menimbulkan iritasi. Soalnya kulit Dudu sensitif sama beberapa jenis chemical dan waktu dia balita dulu, mencari sabun cuci dan pelembut pakaian yang tidak menyebabkan iritasi lumayan challenging. Untungnya setelah dia besar, kulit sensitifnya banyak berkurang dan satu rumah bisa pakai sabun cuci yang sama. Jadi, biasanya saya mencari rekomendasi pewangi pakaian dari teman-teman lain yang sudah duluan menggunakan.


Kenapa perlu menggunakan pewangi pakaian terbaik? Pelembut dan pewangi pakaian ini ibaratnya kondisioner yang digunakan kalau kita keramas. Bikin pakaian jadi lembut dan wangi. Sekolah online sudah dimulai lagi, dan kegiatan mencuci seragam setiap hari juga sudah dilakukan lagi. Kerja juga sudah mulai WFO dan bau asap serta polusi tidak bisa dihindari. Jadi memang harus mencari pelembut pakaian terbaik dengan wangi yang segar. Selain itu pelembut pakaian juga membantu menghilangkan statis yang sering muncul ketika menggunakan dryer. Jaman masih anak kuliahan, pelembut pakaian adalah senjata andalan agar pakaian yang kering keluar wangi, segar dan tidak perlu disetrika lagi haha.

Ngobrolin soal Korean Strawberry, yang memang populer sebagai salah satu icon Korea itu, jadi teringat kalau salah satu member boyband K-Pop kesukaan saya senengnya minum susu strawberry haha. Jadi memang se-iconic itu Korean Strawberry ya.

Kalau sudah pakai Molto Korean Strawberry, kenapa tidak sekalian sabun cuci bajunya? Rinso Korean Strawberry terbukti ampuh menghilangkan noda membandel dan menjaga warna tetap cemerlang. Soalnya brand ini sudah ada di rumah sedari saya kecil. Seperti ilustrasi tadi di atas, deterjen dan pelembut pakaian ini seperti shampoo dan conditioner. Yang satu membersihkan noda dan bau tidak enak, sementara yang satunya lagi melindungi dan melembutkan pakaian. So, kenapa tidak dipakai bersamaan?



Selain Molto dan Rinso, Unilever juga mengeluarkan varian Korean Strawberry untuk Sunlight dan Superpell juga. Keduanya ikut masuk di peraturan pertama sabun cuci yang berbunyi “satu rumah harus tidak protes dengan wanginya,” karena saya dan Dudu juga kebagian tugas nyuci piring dan ngepel. Sunlight Extra Korean Strawberry membersihkan lemak membandel pada piring dan peralatan makan lainnya dengan ekstrak jeruk nipis asli dan memberikan wangi strawberry yang segar. Sementara Superpell Korean Strawberry membuat rumah jadi segar dan wangi seharian karena tahan lama hingga 8 jam. Plus teknologi power clean yang membuat lantai berkilau higienis maksimal.

Konon katanya buah strawberry biasanya dipanen di bulan Juni. Jadi, bolehlah kita ikutan euphoria kesegaran buah musim panas ini, sambil menunggu jemuran kering. Hujan bulan Juni, rumah jadi wangi strawberry.

05 June 2022

Mengajarkan Anak Agar Waspada Pesan Scam

Kemarin Dudu dapet pesan WA yang isinya spam. Menang giveaway dari Rans Entertainment dan diminta menghubungi nomor tertentu dengan menyerahkan pin yang dicantumkan.

“Who’s Raffi, Ma?”
“Oh, itu artis sinetronnya Oma.

Untungnya Dudu tidak kenal Raffi Nagita dan spam message tersebut tidak mention zombie.

Pesan scam yang diterima Dudu

Tapi hal ini membuat saya jadi waspada, karena ternyata spam tidak pilih-pilih tujuan. Hadiahnya juga uang, sesuatu yang membuat anak seumuran Dudu mudah tergiur. Soalnya dia sering butuh uang untuk beli diamond dan perlengkapan main game-nya. Meskipun karena dia tidak punya uang, mungkin penipunya juga tidak bisa apa-apa.

“Who wants to give up their pin?”

Komentar pertama Dudu ketika membaca pesan tersebut membuat saya lumayan lega. Soalnya dia sudah memahami keamanan digital. Setidaknya, scam model straightforward begitu tidak akan lolos. Namun bagaimana dengan pesan spam dan scam jenis lain, misalnya yang menganjurkan dia klik link tertentu lalu membuat akunnya jadi korban hacker? Terutama karena anak seumuran dia berkeliaran di dunia digital hampir 24 jam sehari. Iklan palsu, tawaran menggiurkan bahkan phising yang muncul di antara level game yang dimainkan juga bisa menjadi masalah.

“Kemarin teman saya ada yang terjebak scam.”
Ini cerita Dudu beberapa tahun yang lalu, sebelum pandemi. Ada satu teman sekelasnya yang tergiur iklan undian iPhone. Yang ada, setelah klik link, akunnya jadi kena hack dan ponselnya error. Scam tidak melulu soal uang, kadang yang dicuri adalah data pribadi. Kalau anak login dengan akun kita, atau shared account, bisa jadi data kita yang dicuri kan.
“Kok kamu tidak terjebak?”
“Karena itu too good to be true. Tidak ada yang mau membagikan iPhone dengan gratis.”

29 May 2022

Pilah-pilih Graduation Quotes untuk di Buku Tahunan

Minggu lalu, saya dan Dudu berdiskusi soal Graduation Quotes untuk ditaruh di bawah fotonya, di graduation album. Dudu mau yang lucu, sedikit nyeleneh dengan smart jokes. Dan Mama-nya yang overthinking takut kalau graduation quotes yang agak ngasal jadi jejak digital. Meskipun maksudnya main-main, quotes macam, “they say cheaters never win, but I graduated,” kan berbahaya kalau suatu hari muncul di google search.

Graduation quotes yang saya ajukan semuanya datang dari game. Yang pertama tentu saja dari Horizon Zero Dawn.
“She said, "Elisabet, being smart will count for nothing if you don't make the world better. You have to use your smarts to count for something, to serve life, not death." ~Elisabet Sobeck
Tapi Dudu tidak tertarik. Soalnya nilai dia pas-pasan hahahaha.

Lalu ada satu quotes dari Dragon Quest XI, yang menurut saya lumayan pas karena pas SD dia sering kena bully, bahkan kena cubit teman perempuannya sampai biru tanpa alasan. Yang waktu saya tertawakan, saya bilang si classmates naksir, dia malah marah ke saya hahahaha.


“Don’t waste your time bearing grudges, and live life with love in your heart.” ~Chalky
Lalu ada beberapa quotes lain yang datang sebagai inspirasi seperti “We must never give up the fight. The minute we do, we have lost.” Ezio Auditore da Firenze. Bahkan saya dan Dudu sampai mencarinya di buku jokes yang kami temukan di coffee shop. Tapi belum ada yang beneran cocok untuk dia kirimkan sebagai graduation quotes.

Emangnya, apa sih yang dibutuhkan untuk memilih graduation quotes?

Kalau Googling, saya tidak menemukan dos and don’ts untuk graduation quotes, jadi agak bingung juga. Apalagi graduation quotes ini biasanya tempat anak-anak remaja menulis dan mengekspresikan diri sebebas-bebasnya. Tetap saja, buat saya, ada beberapa peraturan yang saya pegang, meskipun akhirnya ya terserah Dudu saja.

Graduation quotes harus memorable. Diingat orang, tapi kalau viral jangan sampai merusak reputasi di masa depan. Kalau bisa lucu, smart tapi tidak garing atau terlalu standard sampai sering ditemukan di buku tahunan lain. Susah kan ya? Sebisa mungkin jangan offensive.

Akhirnya Dudu pilih apa?
Quotes setengah ironis macam: “I’ll see you at McDonald’s. Be sure to say ‘hi’ and I’ll give you extra ketchup.”

Hah? Maksudnya gimana tuh?
Buat yang tidak paham, jadi kadang Dudu suka bercanda kalau nanti sulit dapat pekerjaan karena nilai dia yang pas-pasan dan akan terpaksa kerja di McD buat membayar student loans. Ya udahlah, lebih mendingan daripada dia menulis quotes tentang how he cheated to graduate atau yang aneh-aneh semacam “what if you woke up tomorrow and you’re a chicken nugget?”


20 May 2022

Jadi Mama Sambil Kerja: 13 Ide Freelance dari Rumah

“Kerja apa ya yang bisa sambil mengurus anak?”

Selama 16 tahun jadi Mama Dudu, saya cukup beruntung punya support system yang memungkinkan saya bisa kerja kantoran. Tapi bagaimana dengan yang harus mengurus anak atau membawa anak ke kantor? Ada beberapa yang juga cukup beruntung bisa bekerja di sekolahan, yang sambil anaknya sekolah, ibunya juga bekerja sebagai guru atau tata usaha. Atau ada juga perusahaan yang menyediakan daycare, sehingga anak bisa dititipkan selama ibunya bekerja.

Oh, Mama lagi freelance?

Tapi bagaimana dengan yang ingin mengurus anak secara full-time? Pekerjaan freelance apa saja yang bisa dikerjakan seorang ibu? Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa pekerjaan yang sebenarnya bisa dilakukan dari rumah sambil mengurus anak. Idealnya pekerjaan bisa dikerjakan di waktu senggang, seperti ketika anak di sekolah atau ketika anak sedang tidur siang. Kalau anaknya sudah cukup besar, bisa dikerjakan bersama anak juga. Yuk, kita list down.

24 April 2022

Ampas Kopi Jadi Pupuk, Apa yang Harus Diperhatikan?

"Ini apaan?"
Tanya Mama saya ketika melihat bungkusan yang sedikit janggal di dekat alat berkebun yang biasanya dia gunakan.
"Ampas kopi, buat pupuk."
"Gimana pakainya?"


Hm… iya juga. Gimana pakainya?

Mama saya adalah tipe orang yang gampang menumbuhkan tanaman. Semua yang dia tanam sukses tumbuh lebat. Mau bunga, sereh, bawang merah, kangkung, sampai pohon pisang dan pohon mangga, semuanya tumbuh lebat. Padahal ya sebenarnya tidak diapa-apakan. Katanya begitu.


"Kayaknya sama deh, Ma, dengan kalau buang ampas kopi harian ke tanaman. Ini cuma dikumpulin jadi banyak aja.
Oh jadi hanya untuk pupuk biasa saja ya."

Ampas kopi Starbucks yang bisa dibawa pulang

Saya, sebagai penyumbang terbesar ampas kopi di rumah, jadi berpikir juga. Selama ini kan kalau minum kopi, ada ampasnya lalu saya buang ke tanaman di kebun secara random. Kadang bunga kebagian, kadang si nanas, kadang pohon pisang. Paling-paling hanya bawang merah yang saya lewatkan karena katanya tidak boleh kebanyakan air. Apakah yang saya lakukan sudah benar? Apa sebenarnya fungsi ampas kopi pada tanaman?

Halo Google, coba tolong berikan jawabannya.
Jawabannya iya. Ampas kopi mengandung potasium dan fosfor yang baik untuk composting. Jadi, ampas kopi ini paling baik digunakan sebagai pupuk. Caranya adalah dengan meletakkan sedikit ampas kopi dan dicampur dengan tanah. Soalnya ampas kopi yang dibiarkan kering di permukaan tanah dapat menghalangi penyerapan air oleh tanah yang ada di bawahnya. Jadi jangan lupa diaduk ketika menambahkan ampas kopi ke bagian tanah di sekitar tumbuhan. Rasio yang paling ideal untuk tanah dibandingkan kopi adalah 4:1

Yang perlu dihindari adalah memberikan ampas kopi yang fresh, alias bukan bekas diseduh. Soalnya ada kandungan caffeine yang kurang baik untuk perkembangan tumbuhan.

Bunga depan beranda jadi lebay begini tumbuhnya

Tanaman apa saja yang bisa mendapatkan manfaat ampas kopi?
Tanaman bunga adalah yang pertama disebutkan oleh seorang expert di homesandgardens.com. Pantesan bunga-bunga di kebun ini kok gampang sekali tumbuh. Terutama satu bunga yang lokasinya ada di depan pintu kamar kerja saya, yang paling sering kebagian ampas kopi. Sementara tanaman induknya berbunga hanya satu, yang ini bisa sampai 5 pucuk.

Kopi juga mengusir siput. Pernah di suatu waktu, beranda saya diserbu siput. Bisa sampai ada 12 siput berkumpul seperti sedang konferensi. Sejak ada bunga yang rajin saya sirami ampas kopi ditanam di dekat beranda, siputnya hilang sama sekali. Konon, siput dan lintah tidak menyukai kopi karena teksturnya yang kasar.

Tanaman lain yang ditanam Mama: Kangkung (kiri belakang) dan bawang merah (depan) 
Plus bonus kenangan panen ubi dan nanas jaman dahulu (gambar bawah)


Tapi, kok saya bisa dapat ampas kopi Starbucks sebanyak itu? Jadi, pertengahan pandemi tahun lalu saya mampir ke Starbucks yang lokasinya di perumahan dan menemukan bungkusan yang tidak biasa. Ketika saya tanyakan ke Baristanya, katanya ampas kopi tersebut boleh diambil secara cuma-cuma. Wah, saya merasa dapat harta karun. Sejak itu, saya suka meminta disimpankan oleh Starbucks langganan. Kalau pas lihat di Starbucks yang saya kunjungi pun, saya suka bawa pulang.



15 April 2022

Film Adaptasi Novel Agatha Christie: Death on The Nile

“Ada Death on the Nile, Du.”
“Mau menonton?”
“Atau Murder on the Orient Express?”
“Mama bagaimana sih, itu kan kita sudah menonton bersama-sama.”
“Oh, Mama lupa. Nontonnya sama kamu ya?”

Di tengah kebingungan mau nonton apa di Netflix karena Spy Family baru ada 1 episode, Inuyasha adanya yang Final Act dan sisanya tidak ada yang menarik, akhirnya kita pindah ke Disney+. Mumpung masih ada langganannya hehehe.

(Cerita kita langganan Disney+ Hotstar lewat Telkomsel di sini)

Sambil setengah complain-complain karena saya fans Miss Marple dan bukan Hercule Poirot yang sombong, saya nonton juga cerita klasik Agatha Christie tersebut. Kata Dudu: “Ini film yang ada Wonder Woman-nya.” Maksud dia si Gal Gadot. Sementara saya lebih sibuk sama Armie Hammer yang pernah main di Lone Ranger barengan Johnny Depp sampai Dudu berkomentar kalau saya hanya inget aktor ganteng saja. Hahaha.

Death on The Nile
127 menit
Cast: Kenneth Branagh, Gal Gadot, Armie Hammer, Annete Bening, Tom Bateman, Letitia Wright, Russel Brand


Ini sinopsisnya, according to Dudu:
Death on the Nile adalah sekuel untuk film Murder on The Orient Express, di mana Detective Hercule Poirot mengurus kasus pembunuhan di kali Nile di Egypt di saat pesta pernikahan. Awal filmnya agak pelan tapi memberi waktu untuk mengetahui karakter-karakter film dan melihat semua lokasi yang indah di London dan Egypt, seperti Thames River, the Sphinx dan Pyramid of Giza. Pada akhirnya, awal yang pelan membantu membuat akhir yang asyik dan penuh dengan mystery. Sampai akhir banyak bagian dari awal dimana kita harus mengingat detail kecil-kecil untuk membantu mengerti hal-hal yang terjadi nanti, jadi harus tetap vigilant untuk menebak pembunuhnya!