Showing posts with label Hotel & Playground. Show all posts
Showing posts with label Hotel & Playground. Show all posts

01 February 2017

Staycation at Double Tree Jakarta

Melewati gerbang masuk hotel ini seperti melewati pintu kemana saja milik Doraemon, yang dalam sekejap mengubah hiruk pikuk kawasan Cikini menjadi kedamaian ala private resort di Bali. Ini cerita staycation favorit kita. Welcome, to paradise, maksud saya, Welcome to Double Tree by Hilton Hotel Jakarta – Diponegoro.




Flashback beberapa tahun yang lalu, ketika Dudu dapat panggilan photoshoot majalah wedding, di sebuah hotel di Cikini. Serius nih? Ketika membayangkan Cikini, yang ada di kepala saya ya, TIM, Stasiun, Cikini Gold Center, Pasar Bunga dan Megaria. Sederetan coffee shop dan restoran Indonesia berderet di sepanjang jalan satu arah itu. Entah bagaimana, di tengah-tengah itu semua ada satu hotel bintang lima yang bersembunyi. Tidak heran kalau photoshoot cover majalah wedding pun dilakukan di hotel itu. Dan ketika saya mengantar Dudu bekerja itulah, saya jadi punya cita-cita mau staycation di hotel ini.

24 July 2016

Annual Pass Dufan dan Cerita Nostalgia

Salah satu lagu anak-anak jaman saya SD bunyinya seperti ini: Masuk di Dunia Fantasi, dunia ajaib yang mempesona...” Hampir satu dekade sejak kunjungan terakhir saya ke Dufan, ternyata sudah banyak yang berubah. Okelah, kali ini karena ada promo annual pass Rp. 270.000/orang di bulan puasa, saya jadi memantapkan diri ke Dufan.


Turangga-rangga alias komedi putar yang Dufan banget.


15 July 2016

8 Alasan Kita Menginap di The Sunan Hotel Solo

Selalu ada yang pertama. Selama 30 tahun saya bolak-balik ke Jawa, baru kali ini saya menggunakan pesawat terbang dan mendarat di Adi Sumarmo. Baru kali ini juga booking hotelnya lewat apps. Kami menginap di The Sunan Hotel Solo, baru kali menginap dan sepertinya akan kembali lagi. Why? Please read along our reasons below. 



1. Datang pagi bisa registrasi. 
Karena harus menghadiri kebaktian pemberkatan nikah sebelum jam makan siang, saya datang jauh sebelum jam check in. Tapi Mbak Resepsionis The Sunan Hotel dengan ramahnya mencatat nama untuk registrasi terlebih dahulu jadi sepulang kebaktian saya hanya tinggal minta kunci di resepsionis. Memesan hotel lewat apps Traveloka, saya tidak perlu print konfirmasi. Cukup menyebutkan nama pemesan dan resepsionis bisa langsung mencarikan pesanan kita untuk check in.

03 July 2016

Playdate With Dudu: Singapura - Legoland

“Ke Singapura yuk.” Ajakan seorang teman di bulan April lalu, imbas euphoria suksesnya jalan-jalan naik kereta ke Malang Imlek kemarin menjadi awal direncanakannya playdate ini. 

Welcome (back) to Singapore!
Tahun ini seperti biasa, Andrew yang warga negara asing harus ke luar negeri untuk perpanjangan ijin tinggal dan saya butuh refreshing. Yuk pergi. Toh ke Singapura lebih seru kalau ada teman yang seumuran.

Gara-gara sharing foto playdate kemarin, ada beberapa teman yang bertanya tentang itinerary dan biaya perjalanan. Biasanya saya tidak sharing rencana perjalanan karena saya tidak detail menuliskan jam berapa mau ke mana dan bagaimana. Biaya perjalanan juga untung-untungan tergantung ada promo apa dan di mana belinya. Tapi boleh dicoba juga sesekali menulis dengan gaya berbeda.

Singapore itinerary
Rencana ke Singapore

28 June 2016

Legoland Malaysia: Our 8 Awesome Rides

Tadinya kita pikir Legoland itu untuk anak kecil dan Dudu sudah terlalu besar untuk menikmati permainan yang ada. Apalagi dia bukan fans berat Lego. Tapi ternyata setengah hari di taman bermain itu (setengah hari lagi kita ada di Water Park) membuktikan bahwa kita harus kembali lagi. Karena belum puas main. Bukan cuma Dudu tapi Mamanya juga.



Memang permainannya tidak sekeren Universal Studios Singapore, dan kita baru mampir ke sana di hari sebelumnya, tapi Legoland Malaysia menawarkan keseruan berbeda. Bukan sekedar thrill, tapi juga edukatif. Plus antriannya tidak panjang, jadi kita bisa bebas memilih permainan apa dan berapa kali mau bermainnya tanpa harus khawatir kehabisan waktu karena mengantri.


Baca itinerary lengkap Playdate With Dudu Singapore - Legoland di sini ya.

Jadi, inilah 8 wahana favorit pilihan Mama dan Dudu

23 February 2016

Menginap di Grand Batu City Hotel

Sampai di Grand Batu City Hotel dan disambut dengan guyuran hujan di kota Batu, Dudu langsung semangat. “Aku pikir menginap di Batu berarti tidur di atas batu. Atau di gua. Ternyata masih hotel,” katanya sambil tertawa. Lega. Soalnya sepanjang perjalanan Jakarta-Malang naik KA Gajayana, saya sengaja tidak cerita.

LobbyGrand Batu City yang luas. Tangga naik menuju ke restoran.
Padahal waktu kecil kita pernah ke Batu. Pernah merayakan tahun baru di Batu dengan pergi petik apel. Memangya Batu di mana sih? Kalau Jakarta punya Puncak, Semarang punya Bandungan, Malang punya Batu. Kira-kira begitulah.

15 November 2015

Menginap di Royal Plaza on Scotts Singapore

Back to Orchard. Setelah dulu nginep di bilangan Dhoby Ghaut, lalu sempat ke Farrer Park dan Lavender, sekarang kita balik lagi ke surga shopping Singapore untuk menginap di Royal Plaza on Scotts yang lokasinya di sebelah Shaw House, seberang Tang dan cuma 5 Menit jalan kaki dari ION Orchard. Semua itu hanya untuk tidak belanja apa-apa hahaha. 

Lobby Royal Plaza on Scotts

16 September 2015

A Fun Afternoon at Jacob Ballas Children's Garden

Singapore on a budget? Well, mampir saja ke Jacob Ballas Children's Garden yang terletak di komplek Singapore Botanic Garden. Selain buka dari pagi, jadi bisa datang sebelum mulai berkeliling Singapura, taman ini juga gratis. Bisa jadi alternatif untuk yang mencari liburan murah di Singapura dengan anak. Eits, tapi ada syaratnya: setiap orang dewasa yang masuk wajib ditemani anak usia 0-12 tahun.

Dudu: Jadi Mama bisa masuk karena aku ya. Kalau orang dewasa saja tidak boleh masuk. Ini taman anak-anak
Mama: Kalo ngga ada Mama, kamu juga ngga bisa masuk kali. Anak-anak ngga boleh masuk sendirian.


Jacob Ballas Children's Garden

Jacob Ballas Children's Garden entrance
Pintu masuk ke Jacob Ballas Children's Garden ada di balik pintu ini
Gerbang masuk Jacob Ballas Children's Garden

11 September 2015

Menemukan Arti Transit di Changi Airport

Changi Airport is the happiest place on earth… at least buat saya dan Dudu. Soalnya menunggu (yang biasanya super nyebelin) jadi seru dan bermanfaat. Maka, ketika pesawat yang akan menerbangkan kita kembali ke Jakarta di-delay hampir 2 jam lebih, Dudu malah happy.


There's something for everyone at Changi Airport Singapore. Mulai dari makan, nonton, bermain, belanja, hingga jalan-jalan di taman. Dijamin tidak bosan dan tidak bangkrut karena semua free (kecuali makan dan belanja). Yang ada kita malah sengaja check in duluan atau keluar belakangan karena mau "jalan-jalan" dulu di sana.



14 August 2015

Wajah Baru CGV Blitz

Bioskop Favorit saya berubah. Yang tadinya berdesain interior simple dengan dominasi merah, putih dan suasana remang-remang, sekarang jadi mirip Hogwarts. Namanya pun ganti jadi CGV Blitz. Excited? Sudah pasti. Soalnya berubah untuk lebih baik. Evolving beyond movies.

Pintu masuk CGV Blitz
Pintu masuk CGV Blitz
Ketika nonton film terbaru Detective Conan, saya sempat bengong. Setelah kemarin ke Blitz Megaplex Grand Indonesia yang ditutup sana-sini karena renovasi, sekarang sudah keren bioskopnya. Kesan pertama, bioskop ini seperti castle dengan unfinished interior yang didominasi batu bata dan dekorasi lampu-lampu. Tapi jangan salah. Tempat box office boleh seperti cinema jadul, system pembelian tiket tetep modern. Malah sekarang bukan cuma mesin kotak yang diletakkan di atas meja, tapi full vending machine seperti mesin tiket di stasiun MRT Singapore. Bedanya yang ini ada trailer film diputar.


Pemandangan pertama di dalam CGV Blitz
Mesin Tiket di CGV Blitz
Mesin Tiket di CGV Blitz
Sistem beli tiket dan snacknya masih sama. Dan berdasarkan tanya-tanya ke pak satpam dan mbak yang jual popcorn, kita masih boleh pake new blitzcard dan belum perlu tukar ke CGV Blitzcard. Semoga tidak usah tukar ya. Repot. Baru juga saya excited dengan Blitzcard Asterix dan Obelix saya. Oh iya, beli popcorn masih dapat diskon. Kmaren popcorn saya yang besar (60rb) jadi tinggal 48rb.

 


Pintu bioskopnya juga keren. Hitam dan terlihat kokoh. Seperti mau masuk Hogwarts beneran. Di samping pintu ada denah teater dan nomor studio yang ditulis di tembok bata. Banyak kursi dan meja tempat menunggu. Malah karena comfortable nya, saya malah terpikir bisa nih bikin PR sambil nunggu nonton bioskop. Tidak usah cari Cafe lagi.


Tapi, yang paling brilliant adalah keberadaan Tous Les Jours di dalam bioskop. Say goodbye to standard movie snacks and soda and give a warm welcome to proper coffee that you can bring inside the movie theatre. Ini yang sudah lama ditunggu. Sebagai pencinta kopi, saya paling sebal kalau harus menyelundupkan Americano karena bioskopnya hanya jual cappuccino blended. Even better, di Tous Les Jours ini bisa bayar pake Blitzcard dan dapat poin. Ha-ha.

Tous Les Jours yang ada di Blitz
Bioskopnya sendiri tidak berubah banyak. Masih seperti Blitz yang saya ingat. Studio masih sama lokasinya, toilet juga masih ada di kedua sudut. Lounge tetap di belakang dan tempat jualan Foto itu masih berlokasi di kanan. Hasil browsing berita sih katanya bioskop ini bisa jadi tempat jam session music atau kompetisi seni.

Di CGV banyak quotes. Ini jadi pojok favorit saya

Sambil menunggu bisa duduk-duduk nonton trailler
CJ CGV sendiri merupakan chain multiplex terbesar di Korea Selatan. CGV merupakan singkatan dari "Cultural, Great and Vital. Selain di Indonesia, CGV ada di Vietnam, China dan Amerika Serikat. Yang di Korea pernah jadi tempat comebacknya Shinhwa dan Screening film I.Am - SM Town Live at Madison Square Garden. Ups jadi ngomongin Korea.

Give it a try. Watching movie has never been this awesome!

20 July 2015

Tips Cari Hotel Murah di Singapore

Mencari hotel murah di Singapura adalah masalah terbesar ketika kita mengunjungi negara tetangga yang satu itu. Soalnya, di tengah maraknya penerbangan murah dan berbagai paket hemat tiket masuk atraksi, harga hotel seringkali berbanding terbalik dengan budget kita. Jadi tidak rela bayarnya karena biasanya kalau ke Singapore kita hanya “numpang tidur” di hotel. Solusinya?


Dari kecil, kalau nginap hotel pasti nyaman tidurnya.
Lupa ini di mana, kayaknya YWCA Park Mall Dhoby Ghaut
Yah, nginap di rumah saudara.*ditimpuk pembaca* Hahaha. Tidak juga sih. Meskipun ini akhirnya dilakukan juga ketika budget menipis, tapi karena Andrew senang menginap di hotel, saya selalu berusaha menginap di hotel meskipun hanya 1-2 malam dari perjalanan. Lalu, bagaimana caranya dapat hotel murah di Singapura untuk keluarga?
  • Membandingkan harga di beberapa situs perjalanan agak sia-sia karena akhirnya setelah ditotal, semuanya mirip. Lebih baik browsing website seperti milik Singapore Tourism Board atau Your Singapore untuk mengetahui ada promo apa untuk hotel. Promo yang paling sering saya temui adalah menginap 2 malam gratis malam ke-3. Ini termasuk untuk hotel-hotel berbintang di Orchard lho. Promo seperti ini yang kemudian menjadi patokan untuk merencanakan liburan karena kalau harus 3 malam kan tidak bisa hanya weekend saja. Jadi cari promo hotel dulu baru beli tiket haha.
  • Cek harga promo. Saya pernah beberapa kali menemukan harga promo hotel karena: Hotel sedang renovasi atau daerah di sekitar hotel sedang renovasi. Bisa juga karena hotel masih baru dan memberikan harga perkenalan atau karena muncul hotel baru di sekitarnya. Waktu Resort World Sentosa baru mulai dibuka, hotel lainnya di pulau yang sama menurunkan harganya. Lumayan kan ada hotel murah dekat Universal Studios. Cuma ya masa nginep di Sentosa? Selain itu, ada beberapa hotel yang menawarkan harga room only alias tidak pakai breakfast. Ini bisa jadi ajang menghemat juga.
Waktu Andrew kecil pernah nyewa di apartment Lucky Plaza. 
  • Hotel Backpacker. Kalau bepergian dengan keluarga 4-5 orang boleh juga memesan kamar family di hostel atau hotel backpacker yang harganya bisa separuh hotel biasa. Tapi kalau bawa balita apalagi anak bayi, sebaiknya SKIP saja liburan Singapore ala backpacker ini karena sangat tidak nyaman dan cenderung merepotkan. Kebanyakan kamar mandi di luar, tempat tidurnya bunk bed (alias tempat tidur susun) dan hotelnya tidak ada lift. Apartment murah di Singapura banyak yang menerima sewaan sehingga bisa jadi pilihan juga, namun beberapa teman menghindari ini karena kayaknya sekarang ada undang-undang yang melarang menyewakan unit kalau pemiliknya tidak tinggal di gedung yang sama.
Hotel ini juga bukan di Orchard sih hehehe.
Masih berharap suatu hari ada rejeki untuk nyobain Marina Bay Sands
  • Jangan abaikan daerah "pinggiran". Dulu orientasi saya Orchard-Sommerset dan Dhoby Ghaut. Pokoknya cari hotel harus dekat dengan salah satu dari ketiga MRT tersebut. Paling jauh City Hall dan Raffles Place. Sekarang? Lupakan saja. Dengan banyaknya stasiun MRT baru dan rute bis yang semakin mudah dipahami, semua lokasi mendadak jadi “tengah kota”. Ada banyak hotel murah di Bugis. Lavender, Novena, bahkan Harbourfront pun saya lirik. Saya masih menjauhi Little India, Geylang dan Chinatown walaupun di ketiga tempat ini juga banyak hotel murah.
  • Bis vs MRT. Kalau sudah nyaman dengan transportasi Singapore, tidak perlu hotel yang nempel dengan Stasiun MRT. Beberapa kunjungan terakhir, saya sudah bisa melepaskan “ketergantungan MRT” dan menginap di hotel yang jauh dari MRT station. Untuk beberapa hotel, jarak dengan MRT itu ternyata mempengaruhi harga. Bis juga bisa mengantar kita kemana-mana dengan harga yang lebih murah dari MRT, asalkan kita rajin membaca papan dan bertanya sama supirnya. Hotel lebih murah, transport lebih murah. Dobel hemat deh.
Foto ini diambil Andrew dari atas bis tingkat
yg membawa kita dari hotel di daerah Lavender ke Orchard
Siapa takut jalan-jalan ke Singapore?

18 July 2015

Main ke AEON Mall BSD CIty

Diskon jalan tol selama libur lebaran membuat kita jadi ada kesempatan pergi #DateWithDudu ke tempat yang agak jauh sedikit. So, kita mampir ke AEON Mall BSD yang sedang jadi perbincangan banyak orang karena Sushi murahnya itu. 

Parkir di pintu yang langsung menuju ke department storenya, kesan pertama kita tentang AEON adalah double door yang sering ditemukan di mall di Amerika. Jadi kangen haha. Tapi konsep mall-nya memang terasa asing, agak sedikit berbeda dengan yang ada di Jakarta. Mungkin karena banyak yang berbau Jepang di sini: Food Culture khusus makanan Jepang di Ground Floor atau Ramen Village di lantai paling atas. 



Yang paling populer tentu saja kios yang menjual Sushi dan Bento murah di depan supermarket (Rp.59,000 sepaket sashimi). Antriannya tidak berhenti seharian. Selain Sushi ada Tempura (Rp. 9000/piece), dan snack Jepang seperti takoyaki dan okonomiyaki (harganya sekitar Rp.20,000-Rp.30,000an per bungkus). Ada juga jus segar (Rp.15,000-Rp.25,000an) dan yogurt yang menggoda. Untuk makanan non-Jepang ada dimsum, martabak, pempek dan beberapa snack Indonesia. Semuanya bisa dimakan di tempat atau dibungkus dibawa pulang. Kalau makan di tempat, sendok garpu harus beli Rp.500/piece.


Fasilitas mall-nya terkesan family oriented. Mulai dari toilet anak-anak, hingga dudukan untuk menaruh bayi di toilet perempuan. Toilet family yang menggunakan tombol untuk pintu otomatis (lagi-lagi mengingatkan saya pada mall di luar negeri). Dan banyaknya tempat duduk yang bisa digunakan bapak-bapak dan anak-anak menunggu sementara si ibu shopping hahaha.


Meskipun mallnya kecil (jangan bandingkan dengan Grand Indonesia ya), tapi ada beberapa pilihan playground yang bisa dikunjungi. Sayangnya si Andrew sudah ketuaan dan tidak berminat mencoba masuk.

Kidszooona di AEON Department Store 2F (lantai anak-anak)

Di lantai anak-anak AEON Dept Store
ada Sweets, Playroom dan Nursery Room juga
Kidzoona di dalam Dept Store AEON 2F Bagian anak-anak
Aneka permainan di Kidzoona

Miniapolis di 2F Sebelah Gramedia
Amazone di 3F sebelah Food Court
Playtime di 3F sebelah Bioskop
How to get there? 
Naik tol Serpong lalu keluar di BSD. Begitu ketemu Giant, belok kiri lalu lurus saja melewati Sinar Mas Academy, The Breeze dan beberapa cluster sampai akhirnya terlihat ada bangunan di tengah gurun. Belok kiri di salah satu jalan mobil yang mengarah ke mall. Kalau sudah sampe ICE atau Prasetya Mulya berarti jalan masuknya sudah kelewatan. Untuk yang tidak punya kendaraan pribadi, saya speechless sih gimana bisa ke sini. Soalnya tidak terlihat angkot lewat dan saya juga jarang melihat taksi atau ojeg. Jalan kaki dari stasiun KA Serpong juga jauh. Menurut sosmed AEON ada shuttle bus, namun kemarin tidak kelihatan sih.

Mau mampir ke AEON?
  • Datang sebelum makan siang. Perbedaan jumlah pengunjung dan tempat parkir kosong waktu kita datang jam 11.30 dan jam 12.30 ketika kita kembali untuk mengambil dompet Mama yang tertinggal di mobil ternyata cukup besar. Semua tempat parkir dekat dengan pintu masuk Mall, jadi tidak perlu rebutan.
  • AEON menyediakan pushchairs berbentuk kartun lucu yang disewakan kepada pengunjung yang membawa anak. Ada prioritas parking juga untuk ibu hamil dan yang membawa lansia. Jangan ragu untuk memanfaatkan fasilitas ini.
  • Banyak tempat “penitipan” anak alias tempat bermain. Ada Miniapolis, Kidszooona di AEON Department Store (lengkap dengan playroom dan nursery room), Amazone dan Playtime Kids Club. Tinggal pilih mau yang mana. 
  • Banyak yang bilang kalau malam tempat ini bagus karena ada lampu yang menyala di Sakura Garden mulai jam 6 sore. Karena kemarin hanya sampai jam 4-an, kita belum lihat lampunya.



12 July 2015

Parc Sovereign Hotel - Tyrwhitt, Singapore

Tiga alasan saya menginap di Parc Sovereign Hotel - Tyrwhitt Singapore: lokasi, staff yang ramah dan harga murah yang kebetulan muncul di search engine saya. Hotel yang namanya agak susah diucapkan ini masih termasuk hotel baru. Ketika saya menginap belum semua fasilitasnya available untuk tamu sehingga saya hanya kena harga room only. 





Tapi lokasinya, sekitar 2-3 blok dari MRT Lavender, adalah salah satu lokasi favorit saya. Selain karena tidak ganti warna dari Changi Airport, Lavender juga masih termasuk di tengah kota (atau tengah negara?). Masalahnya karena hotel baru dan dengan nama yang cukup unik, maka banyak yang belum tahu tentang hotel ini termasuk supir taksi dan orang lokal yang terkadang kesulitan dengan pengucapannya.

Bicara tentang staff sebagai alasan ke-2, resepsionisnya ramah dan sangat helpful. Melihat saya datang dengan anak dan koper, mereka tidak membiarkan saya menunggu. Bahkan saya dibolehkan check-in langsung, meskipun tadinya hanya mau titip koper sambil cari makan siang karena baru boleh check-in jam 1an. Si resepsionis goes the extra mile dan mencarikan kamar yang sudah siap dan saya bisa langsung unpacking. Yeay!

Untuk menuju kamar, kita harus menggunakan beberapa kali kartu. Ketika keluar lift, untuk masuk ke bagian yang ada kamarnya, kita harus menggunakan kartu untuk membuka pintu ke lorong. Agak merepotkan memang, terutama karena ruangannya tidak terlalu luas. Namun mengingat setiap lantai langsung terhubung dengan gedung parkir, saya pikir extra pintu ini penting juga untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Tempat tidur double bed yang hanya terpisahkan pembatas

Airnya bisa diminum lho, ada keterangannya
Kamarnya kecil. Kalau untuk keluarga dengan 2 anak, sejujurnya tidak begitu nyaman. Kamar mandi-nya juga pas-pasan dan washtafel ada di luar. Saya dan Andrew hanya berdua jadi kita nyaman tinggal di sini. Toh, setiap kali menginap di Singapore kita selalu pergi pagi pulang malam, jarang spend waktu lama di hotel. Kamar dengan 2 tempat tidur bukan beda bed, namun 1 bed yang dipisahkan oleh pembatas yang berbentuk seperti lengan sofa. Kalau membawa bayi atau batita sebaiknya memilih yang 1 tempat tidur.

Makan? Ada beberapa food court di sekitar hotel dan satu yang dekat Jalan Besar Stadium, dan sebagian buka sejak pagi. Ada minimarket di belakang hotel. Kalau mau berjalan-jalan seputar Lavender, ada beberapa coffee shop, pastry place, bakery dan toko makanan. Favorit saya Chye Seng Hwat Hardware yang persis ada di seberang hotel yang selalu penuh saat weekend brunch.

Sarapan pagi bisa di coffee shop dekat hotel
Transport? Selain MRT Lavender, ada bus stop di belakang hotel, seberang mini-market. Bus ini bisa ke Orchard, bisa juga sampai Ang Mo Kio untuk ke Singapore Zoo. Bisa sampai ke Marina Bay Sands juga. Lavender ini cukup strategis. Hanya saja, kalau ke Little India (siapa tahu mau ke Mustofa), lebih baik naik taksi karena tidak ada bis dan MRT yang langsung ke sana.

Pemandangan sekeliling, ini begitu naik bus langsung foto-foto
Favorit Andrew? Aku suka lobby-nya. Lobbynya bagus. Kamarnya juga bagus. Untung kecil karena aku sempat kehilangan sarung tangan. Coba kalau kamarnya besar, Ma. Pasti sarung tangan aku itu tidak akan berhasil ditemukan. (Lah, kamu tidur di situ enak ngga, Du?) Oh, maksudnya itu. Nyenyak tidurnya. Meskipun agak sempit sih.

Next time harus booking yang 1 tempat tidur saja jadi tidak ada pembatasnya. Dan tentu saja mencoba rooftop poolnya. Maklum, kalau ke Singapore kan kita pergi sebelum breakfast dan pulang sebelum dinner, jadi fasilitas hotel selain kamar dan lift tidak seberapa pengaruh/digunakan. Terkadang hotel murah di Singapura memang muncul di saat tidak terduga. 
Haha. 

Sebelum pergi bertualang, kita foto dulu
Check in at:
Parc Sovereign Hotel - Tyrwhitt
165 Tyrwhitt Road, Singapore 207569
+65 6340 1188
http://www.parcsovereign.com/parc-sovereign-tyrwhitt


Dudu's Star Rating: 3 stars