Showing posts with label Science. Show all posts
Showing posts with label Science. Show all posts

16 October 2016

A Glimpse of Future at ArtScience Museum 

Di antrian imigrasi Changi Airport minggu lalu, Dudu tiba-tiba bertanya, “kapan kita akan kembali ke Singapura lagi?” Well, kalau ArtScience Museum sudah ganti exhibition lagi. Yang mungkin tidak terlalu lama karena kita datang di penghujung pameran Big Bang Data.

Museum yang terletak di kawasan Marina Bay Sands itu adalah salah satu tujuan utama kita di Singapura. Rasanya ada yang kurang kalau belum ke sana, apalagi ketika mereka menghadirkan pameran baru. Kekecewaan dan rasa penasaran karena gagal mengunjungi museum ini ketika Playdate Singapore-Legoland bulan Juni kemarin terbayar dengan kunjungan kali ini.

And guess what, kita masih bisa menyaksikan Big Bang Data sebelum pameran yang satu itu kembali melanglang buana. 



Jumlah foto yang diuplad di Flickr selama 24 jam di thn 2011
Datang di Jumat siang lewat MRT Bayfront, saya yang membawa sepasang anak mau ABG ini memutuskan makan siang di Marina Bay Sands. Ternyata begitu masuk ArtScience Museum, tempat membeli tiket di lantai 1 sudah berubah jadi café yang menggoda untuk mampir. Loketnya sendiri pindah ke basement, yang tadinya digunakan untuk penjualan merchandise. Jumat adalah Family Free Friday, di mana anak-anak berusia 12 tahun ke bawah bisa masuk gratis dengan pembelian 1 tiket dewasa. Jadi saya hanya membayar SGD 30 untuk masuk ke semua bagian. Akibatnya, museum jadi penuh dan beli tiketnya antri panjang.

Baca: 24 Hal gratis untuk wisata keluarga di Singapura 


Banyak yang bilang The Future World adalah “must-visit” (dan saya tidak bisa lebih setuju lagi setelah masuk dan mencobanya sendiri) tapi karena bagian yang ini memiliki jam masuk tertentu (10am, 11.30am, 1pm, 2.30pm, 4pm dan 5.30pm), maka saya memutuskan untuk mampir ke pameran yang sudah hampir berakhir itu: Big Bang Data.

20 September 2015

ArtScience Museum: Mengunjungi Laut Dalam dan Masa Lalu

Dudu and science are two things that can't be separated. Jadi, dia senang banget waktu kita pindah ke exhibition The Deep dari Dreamworks karena yang ini tentang kehidupan di dalam laut.

Ini adalah cerita bagian dua dari #DateWithDudu di ArtScience Museum Singapore di mana kita mengunjungi tiga exhibitions sekaligus: Dreamworks (sampai 27 September), The Deep (Sampai 27 Oktober)dan The Singapore Story (Sampai 4 Oktober). Tiket masuk ArtScience Museum untuk Dreamworks dan The Deep adalah SGD 30 (dewasa) dan SGD 18 (anak-anak).




The Deep Menyelam ke Laut Dalam

Masuk ke laut dalam semuanya gelap. Udaranya dingin, mencekam dan susah foto tanpa blitz (soalnya dilarang ambil video dan Foto pake flash). Dan sebagai orang Indonesia pemakan segala, melihat ikan (walaupun wujudnya seram) pada jam mendekati makan siang, saya jadi lapar. Tapi antusiasme Dudu mencari tahu tentang ikan-ikan dan rasa penasaran nya tentang kehidupan dalam laut membuat suasana suram di dasar laut jadi ceria.


Dasar laut adalah tempat misterius. Mengutip pernyataan Dr. Cindy Lee Van Dover, seorang ahli biologi laut dalam, “More men have walked on the moon than have dived to the deepest part of our oceans.” Lebih banyak manusia yang menjejakkan kaki ke bulan daripada ke dalam laut. Jadi bagian pertama exhibition ini adalah tentang bagaimana manusia memulai perjalanan menjelajah bawah laut. Dimulai dari kapsul kedap air sampai expedisi yang menggunakan kapal selam. 


19 September 2015

ArtScience Museum: Mengintip Dapur Dreamworks

Hore! Akhirnya kita kesampaian pergi #DateWithDudu ke ArtScience Museum Singapore. Tidak tanggung-tanggung kita pergi mengunjungi tiga exhibition sekaligus: Dreamworks (sampai 27 September), The Deep (Sampai 27 Oktober)dan The Singapore Story (Sampai 4 Oktober). Yang terakhir ini exhibition gratis yang diadakan The Strait Times dalam rangka merayakan ulang tahun Singapura ke-50.


Tiket masuk ArtScience Museum untuk Dreamworks dan The Deep adalah SGD 30 (dewasa) dan SGD 18 (anak-anak) dan dapat soda gratis yang bisa diambil di toko souvenirnya. Kalau yang hanya mau masuk satu exhibition saja, bisa beli tiket satuan, kok.

Dudu langsung mengeluarkan gadgetnya untuk foto-foto.

09 August 2015

Let's Go on An Adventure with Miles From Tomorrowland

Space and science are two subjects that keep coming back to our lives these days. Lalu datang kesempatan menghadiri screening serial Disney Junior terbaru, Miles From Tomorrowland, di Kedai Kopi 89 Kemang awal Agustus lalu. Smells like another adventure.

#DateWithDudu Miles From Tomorrowland
Yang semangat bukan hanya Dudu tapi Mamanya juga. Well, it's Disney. Disney Channel and Disney Junior are two things that will receive exciement anytime. Tidak sulit menyukai serial yang ditayangkan Disney. Meskipun sudah lewat umurnya (Disney Junior ini ditargetkan untuk anak usia 3-7thn), Andrew tetap semangat menonton episode yang ditayangkan. Bosen? Nope. Soalnya selain mendidik, Disney juga selalu membungkus serialnya dengan petualangan menarik dengan durasi episode yang tidak terlalu panjang (hanya 11 menit).

Apa ceritanya, Du?

"Miles From Tomorrowland menyelamatkan manusia dari planet apapun dan mereka mendapatkan kendaraan macam-macam. Banyak keanehan terjadi selama mereka ada di luar angkasa. Mereka itu adalah keluarganya Miles. Si Burung Unta, Miles, Kakaknya Miles dan Ibu serta Ayahnya Miles. Episode yang aku saksikan bercerita tentang planet es, planet lava dan planet apa ya yang satu lagi? Ada juga pemberi misi yang berkepala dua dan bertengkar terus menerus."




Singkatnya, Miles dan keluarganya tinggal di pesawat luar angkasa. Mereka menerima misi dari Admiral berkepala dua yang berpangkalan di Tomorrowland yang mengharuskan mereka menjelajah planet dan bertemu dengan banyak petualangan. Misi yang mudah pun dapat berubah jadi perjalanan tak terduga, kadang karena ulah Loretta (kakak Miles), Miles atau Merc (burung unta peliharaan keluarga) yang selalu ingin tahu.

Mama: Tokoh favorit kamu siapa?
Dudu: Miles.
Mama: Kenapa?
Dudu: Karena dia punya roket cepat dan burung unta sebagai peliharaan.



Ceritanya burung unta ini peliharaan dia juga.
Nah, favorit saya justru si robot burung unta bernama Merc yang namanya berasal dari planet Mercury.

Dudu: Padahal aku pikir Miles akan punya pistol laser dan light saber.
Mama: Du, ini Miles bukan Luke Skywalker.

Serial Disney selalu diisi dengan pelajaran yang dikemas dalam bentuk cerita yang dapat dimengerti anak-anak. Dan lagu soundtrack super catchy yang terus-terusan saya nyanyikan sampai si Dudu bete.




Di episode pertama, Miles Callisto dan keluarganya pergi untuk mengambil kembali kendaraan luar angkasa yang membeku di planet es. Loretta yang terlalu mengandalkan instruksi hampir celaka jatuh di air terjun sungai garam di planet es. (Yes, science. Garam dapat mencairkan es, ingat eksperimen es krim 15 menit?) Namun karena mengikuti instruksilah, dia dapat mengirimkan tanda bahaya. Sementara Miles Miles menunjukkan bahwa di beberapa situasi, kreativitas (yang berarti melanggar peraturan) juga diperlukan.

"Kita tidak selalu harus ikuti instruksi karena kadang-kadang ada satu masalah yang tidak harus mengikuti instruksi."  ~Andrew
Miles From Tomorrowland hadir di Disney Junior mulai 17 Agustus 2015 jam 8 pagi. Serial ini mendapatkan supervisi professional oleh Dr. Yvonne Cagle dari NASA lho!



Ini worksheetnya. Seru banget ngerjainnya!
Acara screening Miles From Tomorrowland ini juga merupakan sebuah petualangan tersendiri. Sebelum screening dimulai, anak-anak dapat membuat helm luar angkasa milik MIles, memecahkan kode dan mengerjaan worksheet. Setelah screening, sambil makan siang anak-anak diajak mewarnai gambar Miles dan Merc yang ternyata dilombakan. Dudu semangat mewarnai sampai mencontoh gambar yang ada di worksheetnya. Semangatnya membawa hasil karena dia menang. Hore menang perdana lomba mewarnai! 




Menang lomba mewarnai Miles from Tomorrowland
Ngomong-ngomong soal lomba, ada kompetisi lain yang bisa diikuti oleh semua anak-anak nih. Simak infonya di bawah ini ya.

Mau masuk Disney Junior sebagai Junior Space Adeventure? Ayo ikutan kompetisi "Build Your Starjetter" bersama Disney Junior Asia dan Miles from Tomorrowland. Periode kompetisi adalah 1-14 Agustus 2015 dan pemenangnya akan ditayangkan di Disney Junior pada premiere Miles From Tomorrowland jam 8 pagi dan mendapatkan Goodybag. Info lengkapnya ada di blog lomba anak ya.

It's going to be Blastastic!




26 July 2015

Membuat Es Krim Vanilla Sendiri

Masakan apa yang bisa dibuat dalam 15 menit... oleh seorang Mama yang tidak bisa masak? "Aku bisa buat es krim, Ma. Mudah. Hanya 15 menit," Si anak (yang sudah tidak) kecil lagi itu nyeletuk dari belakang, ketika saya sedang berdiskusi dengan Mama saya soal ikutan lomba masak memasak di instagram ini. Seriusan?

Es krim vanilla buatan sendiri yang dimakan dengan biskuit
Dan ternyata Andrew serius. Es krim vanilla yang dibuatnya berdasarkan percobaan science yang dia saksikan di TV beberapa waktu lalu ternyata sungguh-sungguh bisa terwujud. Tanpa ice cream maker, tanpa freezer juga. Mengakhiri liburan panjang kenaikan kelasnya, Andrew mempraktekkan cara membuat es krim vanilla kreasinya kepada saya.

Bahan-bahan membuat es krim
Bahan-bahannya: 
  • Susu cair plain (susu segar atau UHT tapi jangan yang low fat)
  • Vanilla Essence (di sini saya pakai yang cair)
  • Gula pasir 
  • Es Batu
  • Garam
  • Ziplock Bag
  • Toples
Cara membuat:
  • Masukkan Susu cair, vanilla essence dan gula pasir secukupnya ke dalam ziplock bag. Gula pasir dan vanilla essence dapat diatur sesuai selera. Untuk yang ini, setengah gelas bisa untuk 2 cup es krim. Banyak juga ya ternyata.
  • Aduk semua bahan hingga rata.
Masukkan susu ke dalam ziplock

  • Masukkan es batu ke dalam toples sehingga penuh 3/4nya.

  • Tambahkan garam. Kocok sebentar hingga es agak cair.

  • Tutup ziplock bag dengan rapat lalu masukkan ke dalam toples berisi es.

  • Kocok hingga beku. Proses ini memakan waktu sekitar 10 menit. Dan karena capek, Dudu gantian dengan saya untuk mengocok toples ini.
  • Sendok dan sajikan.
Untuk anak balita, bagian mengocok toples bisa jadi kegiatan seru sendiri. Bungkus toples dengan serbet atau handuk jika terlalu dingin untuk tangan. Hati-hati tangan licin dan toples terlempar ya.

Habis semangat mengocok es krim, tangannya kedinginan
Sebenarnya saya penasaran dengan es krim rasa lain karena susu kan banyak juga rasanya. Coklat, strawberry, mocca. Tapi Andrew hanya suka es krim vanilla, jadi ya vanilla-lah yang kita buat. Ternyata proses "memasak" es krim ini dapat jadi kegiatan seru berdua anak di akhir pekan. Yang asyiknya lagi, kita bisa mengontrol rasa dan kandungan es krim ini, jadi tidak perlu khawatir bahan apa saja yang dimasukkan ke dalam es krim. Bisa jadi healthy treat untuk anak juga!

Selamat mencoba.

19 July 2015

Liburan dengan Science

Niat ikutan challenge 15 Hari Blogging memaksa saya duduk di depan komputer jam 11 malam. Ternyata, gara-gara itu saya jadi menemukan harta karun ini di atas keyboard.



Sudah jadi rahasia umum kalau Andrew suka science dan teknologi. Berawal dari cerita zombie dan T-virus di film Resident Evil, lalu ke buku komik detektif yang ada di rumah, sekarang dia menyukai semua yang berbau forensik, DNA dan percobaan ilmiah. Avengers favoritnya Iron Man karena Tony Stark bisa menciptakan berbagai macam alat. Dan gara-gara Jurassic World sekarang dia senang si Indominus (Indonimus? Indomie Rebus?) Rex yang merupakan campuran beberapa binatang.

Jadilah misi saya setiap liburan (sebagai seorang Mama yang baik yang mendukung interest si anak), saya mencari segala kegiatan yang berhubungan dengan science. And this is what Andrew picked for favorite science activities.




Eco Art Park di samping Ah Poong, Sentul
Di samping Ah Poong Sentul ada taman yang memiliki beberapa benda sains yang berhubungan dengan suara. Mulai dari gema hingga pipa suara yang bisa jadi wahana belajar anak. Apalagi karena letaknya di taman, anak-anak jadi seperti bermain. Kalau makan di Ah Poong, coba mampir ke sini dan ajak anak mengelilingi taman.
Andrew says? Yang paling aku suka adalah pipa suara. Sama satu lagi adalah yang ini loh, Ma... halooo... haloooo (memperagakan gema). Yang memantulkan suara.


Science Class di Kidspace
Jujur saja, saya dan Andrew sangat kehilangan kelas ini. Awalnya sign-up karena iseng lalu berlanjut jadi kegiatan rutin yang menyenangkan. Andrew pulang dengan gembira setiap kali ada kelas. Apalagi setelah dan sebelum kelas kita bisa bermain gratis di Kidspace. Masalahnya hanya waktu. Kelas ini diselenggarakan setiap hari Sabtu jam 1 siang yang sering membuat kita kewalahan karena jamnya nanggung. Mau pergi pagi ke Science Class telat. Mau pergi siang, pulang Science Class jalanan sudah macet. Tapi untuk yang punya waktu dan tinggal di Jakarta Selatan, Science Class di Kidspace ini highly recommended! Guru-guru yang care dan friendly, percobaan dan pengetahuan yang simple dan mudah dipahami anak, sekaligus fasilitas ramah anak yang mendukung. Tertarik mencoba? Biasanya mereka ada trial class di Jl. Sultan Iskandar Muda No. 7 Arteri Pondok Indah, Pondok Indah, Jakarta 12240, telp ke (021) 7238755.
Andrew says? Membuat parasut dan jam kertas. Karena dengan begitu kita tak usah mengandalkan teknologi.

Ini planet tata surya yang dibawa pulang dari Gen Cerdik
Science Day di Gen Cerdik
Ini kegiatan paling baru yang saya coba ikuti. Awalnya semangat jadi agak kecewa karena anaknya tidak bisa ditunggu (Mamanya terlalu blogging-minded dan mengkhawatirkan dokumentasi haha). Tapi setelah pulang dan diinterview, ternyata si anak senang banget. Untuk update programnya cek di Instagram @gencerdik ya
Andrew says? Membuat roket, caranya dengan memasukkan cairan asam, dua buah bubuk ke dalam tissue. Terus masukkan ke dalam roketnya, tunggu beberapa saat dan roketnya akan meluncur. Tapi hati-hati karena di tempat roketnya meluncur akan keluar cairan asamnya.

Buku experiemen ini ketemu di tumpukan buku diskon 75% lho

Kalau yang ini entah hibahan dari siapa tahu-tahu ada di rumah

Percobaan sendiri di rumah
Kalau stuck, kenapa tidak mencoba sendiri di rumah? Lakukan percobaan yang mudah dengan barang-barang yang ada di rumah. Bisa browsing di internet dulu atau dari buku science seperti ini. Psst, bukunya saya dapat dari boks diskonan toko buku import yang biasanya buka clearance sale di fX Sudirman lho. Percobaan yang ini mudah, hanya butuh air, bedak dan sabun. Simple memang, tapi Andrew semangat mencobanya. Untuk yang mau browsing, saya biasanya mampir ke
Andrew says? Biasanya aku mengambangkan tomat dengan garam seperti yang aku baca di komik Conan, waktu itu kita juga mencoba melubangi bedak yang ditaburkan di air dengan jari yang dipakaikan sabun.


Percobaan mudah untuk di rumah
Tapi yang paling berkesan memang Singapore Science Center. Untuk “museum” yang satu ini, saya tidak perlu cerita banyak karena sudah pernah buat blogpost sendiri. Tempat ini adalah must-visit ketika pergi ke Singapore dengan anak. Dari jaman saya kecil, sampai sekarang si Dudu, tempat ini selalu jadi favorit!

The unforgettable Singapore Science Center
Dudu: Ada mesin di depan science center, yang ping pong otomatis. Kita tinggal pencet tombol dan bolanya akan mantul sendiri.
Mama: Mama ngga inget.
Dudu: Aku inget kok. Aku juga suka tornado api karena aku tidak pernah melihat tornado api seumur hidupku kecuali yang itu.

Seandainya ada juga yang secanggih ini di Indonesia.

16 June 2015

Berkunjung ke Jurassic World

 Adegan terakhir Jurassic World membuat saya membayangkan sekumpulan perempuan yang belum makan malam karena diet dan tengah berantem berebut tas branded di midnight sale. Well, sebagian besar dari dino itu memang betina -- dan apakah jika si indominus Rex adalah jantan, film ini akan jadi tidak seru. Sementara itu sepanjang film, Si Dudu sudah heboh mau nonton lagi untuk kedua kalinya.

Owen and his raptors
Di akhir cerita Dudu protes: "Mama hanya sibuk dengan Owen Grady."
Mama: Kan ganteng banget Du. Liat itu raptornya aja nurut. Pasti karena si Blue itu betina dan pawangnya ganteng.
Dudu: Mereka itu dinosaurus, Ma. Mana mungkin mereka mengetahui manusia mana yang cakep.
Mama: Kan kalo yang jelek langsung dimakan. Hahahahaha


Poster film yang banyak dibicarakan orang
Jurrasic World dimulai dengan theme park dinosaurus yang dibuka di Isla Nublar. Binatang-binatang standard yang ada tidak membuat manusia puas, malah memprovokasi mereka untuk menciptakan binatang baru yang diharapkan dapat menjadi atraksi utama Jurrasic World theme park. Siapa sangka binatang rekayasa genetika ini ternyata terlalu pintar dan dapat mengelabui manusia yang menciptakannya untuk lolos dari kandang dan menjelajah theme park sambil mencari jati diri. Dudu jelas terkesan dengan kepandaian dan keahlian si Rex jadi saat ditanya adegan favoritnya, yang disebut selalu adegan itu.

Tokoh utama manusianya ada Claire, bos theme park yang kedatangan kedua keponakannya (Zach dan Gray) liburan. Ada Owen Grady si pawang hewan. Dan ada Dr. Henry Wu, sang pencipta dinosaurus, seorang tokoh yang ada di Jurassic Park pertama 20 tahun lalu (wow). Semuanya hadir dengan konflik dan kepentingan masing-masing.


Kata teman saya si Gray mirip Dudu,
bolehlah mungkin casting buat sequelnya haha
Jurassic World is filled with science, something that Andrew loves. I-Rex misalnya yang dibuat dengan menggabungkan beberapa fitur binatang atau kemampuan para raptor untuk berkomunikasi dengan manusia. Meskipun hubungan antar manusianya tidak menjadi cerita utama tapi kita belajar banyak tentang anak dari si I-Rex. Misalnya, ketika Owen protes kenapa I-Rex terus dikurung di kandang, saya jadi berpikir kalau sebagai orang tua kita tidak boleh terlalu membatasi anak sehingga ketika dia pertama bersosialisasi dan bereksplorasi tidak perlu menimbulkan keadaan sekacau di Jurassic World.

Oh iya, buat yang membawa anak balita hati-hati ketakutan melihat orang dimakan dinosaurus dan beberapa adegan dan suara keras yang cukup mengagetkan. Lalu ada juga dialog keponakan Claire tentang perceraian orang tua mereka dan beberapa adegan yang menunjukkan bahwa melanggar peraturan itu sepertinya diperbolehkan di saat darurat. Jadi dampingi anak saat nonton ya.

Di akhir film, saya bilang saya mau pelihara Charlie (seekor velociraptor jantan).
Dudu: Untuk apa, Ma? Dinosaurus bukan untuk dipelihara.
Mama: Untuk disuruh pergi belanja. Kan dia cepat dan pintar.
Dudu: (tepok jidat)



Mau pilih pelihara yang mana?
Lumayan untuk mengalihkan si Dudu dari teman-teman Zombie-nya sampai nanti Resident Evil 6 dan teman-temannya muncul setelah lebaran.

(all photos courtesy of Universal Pictures)

Psst... kalau habis nonton, tiketnya jangan dibuang. Soalnya suka ada kuis di Twitter yang meminta menyertakan tiket. Lumayan bisa dapat merchandise.

Tiketnya disimpan untuk ikutan kuis