Showing posts with label Tradisi. Show all posts
Showing posts with label Tradisi. Show all posts

13 March 2022

Cerita Nostalgia Tentang si Panda

Perkenalkan ini namanya Panda.
Teddy bear kesayangan, orang ke-3
yang menemani perjalanan saya dan Dudu.

“Mama, ini bukan seekor panda.”
“Iya Mama tau, tapi namanya Panda.”


Long story short, boneka yang konon saya miliki sejak usia 2 tahun, ini warnanya belang-belang. Dulu sih kelihatannya hitam putih. Jadi waktu kecil saya kira ini boneka seekor panda. Sejak itu, namanya Panda. Sejak itu pula, saya harus menjelaskan asal muasalnya karena setiap yang melihat pasti bertanya, “ini kan beruang.”

“Ya, tapi kan beruangnya dua warna, jadi mirip Panda.”
“Di bagian matanya nggak hitam.”
“Soalnya Panda yang ini tidak suka begadang.”
Sampai di sini, biasanya yang bertanya sudah menyerah untuk melanjutkan.

06 January 2022

Akhirnya Dudu Mau Begadang di Malam Tahun Baru

“So, what are we gonna do for New Year’s Eve? Tidak tidur semalaman lagi?”
“Eh, Mama sih mau nongkrong di rumah teman, kamu mau ikut?”
Wah, tumben!


Si anak yang selalu tidur jam 9 ini sekarang sudah mau bergadang. Beberapa tahun terakhir biasanya dipaksa Mamanya haha. Dari yang marah dan ngambek karena ngantuk, sampai akhirnya mau bergadang sendiri. Selain tahun baru, biasanya kita bergadang buat pergi ke Big Bad Wolf, buat naik pesawat ke Korea, atau buat pergi berangkat road trip ke luar kots . Tapi, sama anak remaja di tengah pandemi begini, mau ngapain malam tahun baru?

Mukanya keliatan ngantuk begadang ngga?

“Kamu bergadang mau ngapain, Du?”

What to do?

Nonton film
Dudu kemarin marathon nonton Star Wars. Soalnya yang datang semuanya orang dewasa haha. “Kalau mengobrol, saya tidak akan nyambung, Ma.” Begitu alasannya. Jadi, sementara kita heboh menyiapkan makan dan gosipan, Dudu nonton film.

Main board game
Paling seru dan yang ampuh mengusir ngantuk ya Uno atau Jenga. Soalnya kalau rubuh, bunyinya keras dan bikin kaget haha. Tapi permainan lainnya yang klasik seperti Monopoli, atau yang bikin mikir seperti Articulate juga lumayan seru untuk mengisi waktu menunggu pergantian tahun.

Karaoke nostalgia
Yang membedakan karaoke kali ini dengan karaoke lainnya adalah ceritanya. Setiap peserta memilih 1 lagu yang menggambarkan tahun 2021, lalu menceritakan kisahnya setelah selesai menyanyikan lagu tersebut.


What to serve?

Malam tahun baru kemarin kita potluck, dan ada satu dish yang menarik. Namanya Charcuterie. Eh apaan nih Charcuterie?

21 September 2017

Belajar Menghargai Perbedaan dengan Wisata Rumah Ibadah

Dudu tidak dapat pelajaran PPKN dan Agama di sekolahnya. Tidak ada buku cetak yang mengajarkan umat Hindu sembahyang di Pura, umat Islam di Masjid dan lain sebagainya. Maklum, sekolah internasional, jadi berbeda kurikulumnya dengan saya dulu yang bertahun-tahun dijejali teori perbedaan suku dan agama. Ketika kegiatan Wisata Rumah Ibadah Komunitas Bhinekka (akhirnya) dibuka untuk anak kelas 4-6 SD di Jakarta, saya langsung daftar. 




Kenapa memahami perbedaan itu penting? Karena anak harus belajar toleransi dan menerima bahwa ada banyak orang yang berbeda dengan mereka. Menurut Vera, psikolog yang membawakan sesi "pembekalan untuk orang tua" di awal acara, tidak memahami perbedaan bisa mengakibatkan anak jadi stress dan kemudian tidak siap menghadapi perbedaan di lingkungan yang lebih luas lagi seperti ketika kuliah atau bekerja. Lalu, kenapa harus jalan-jalan? Ketika saya kecil dulu, menghafalkan bahwa orang Buddha pergi ke Wihara untuk sembahyang bisa menempel di kepala. Tapi untuk Dudu yang lebih visual, jalan-jalan tentunya lebih menarik dan diingat ketimbang mendengarkan "ceramah" guru di kelas. 

Saya drop di Sekolah Gemala Ananda, Lebak Bulus di pagi hari, lalu saya pergi "me time" setelah menyaksikan anak-anak ice breaking dan selesai pembagian kelompok. Orang tua tidak boleh ikutan padahal saya ingin banget mencoba masuk wihara dan lithang di Indonesia. Ada baiknya juga karena saya jadi punya waktu untuk menyelesaikan PR tulisan. Sorenya, saya jemput di Pura Amrta Jati, Cinere. Sambil berjalan kaki pulang dari Pura, Amrta Jati, saya dan Dudu berdiskusi tentang pengalamannya hari itu. Ini cerita Dudu:

17 June 2017

Kenapa Buka Puasa Bersama itu Spesial?

Selain ibu penjual kolak di pasar segar, salah satu hal yang saya tunggu bersama datangnya bulan puasa adalah kesempatan berkumpul dan update kabar dengan teman-teman, mulai dari teman sekolah hingga teman kantor. Kesempatan yang bernama buka puasa bersama.


Hari ketiga puasa, undangan buka puasa bersama sudah mulai berdatangan. Di setiap grup WA ada semangat untuk berkumpul dan buka puasa bersama. Terutama yang grupnya aktif tapi jarang berkumpul bersama di dunia nyata. Tapi pada setiap kesepakatan buka puasa selalu ada cerita begini:
Satu grup WA 30 orang.
Begitu diajak “bukber yuk!” yang semangat ada 25 orang.
Ketika tanggal ditentukan, ada 20 orang yang yakin ikut.
Ketika tempat dibooking tinggal 15 orang.
Hari H 12 orang yakin datang tapi yang beneran muncul hanya 8 orang.
Itu pun yang sedang puasa hanya 2 orang.
Sisanya antara memang tidak puasa atau sedang berhalangan.

Tapi tetap meriah, tetap seru dan tetap jadi momen yang ditunggu-tunggu. Kenapa?