Showing posts with label Beauty and Skincare. Show all posts
Showing posts with label Beauty and Skincare. Show all posts

05 March 2022

Serum adalah Senjata Rahasia untuk Kulit Lebih Cerah

Kemarin, saya dan teman-teman satu grup WA ngobrolin skincare lagi. Topik utamanya adalah “gue males make up deh, kan pake masker ya. Cuma kalo pas ketemu klien terus makan bareng, jadi keliatan kucel banget.” Dilema banget kan.

Kemarin pusing gara-gara di rumah terus bikin kulit kering karena berada di ruangan ber-AC sepanjang hari. Sekarang sudah bisa keluar rumah, pakai masker awalnya aman karena hanya meeting. Jadi tidak perlu make up. Lalu semakin ke sini, hidup berdamai dengan pandemi berarti sesekali terpaksa buka masker karena dijamu makan. Pake make up salah karena nempel di masker dan harus touch up, tidak pakai make up juga kucel. Jadi serba salah.

Solusinya gimana?
“Ya skincare-an dong, biar nggak perlu make up.”

Good idea, tapi saya tidak pernah tahu harus memulai dari mana. Jadi saya kembali menyimak obrolan di grup WA dan mulai mendapatkan petunjuk.

“Kan masalah lo kucel, ya lo cari lah yang bisa mencerahkan wajah.”
Oh iya bener.


Apaan nih yang bisa mencerahkan wajah?

Ada Pond’s Triple Glow Serum. Serum dianggap powerful untuk kita yang sedang mencari extra boost di rutinitas skincare yang sudah dijalani sehari-hari. Anggap saja seperti senjata rahasia. Kalau biasanya sudah pakai pembersih wajah, toner dan pelembab, ya tinggal selipkan serum di antara toner dan pelembab. Kenapa serum? Soalnya serum, meskipun mengandung konsentrat yang lebih tinggi, biasanya ringan dan mudah diserap oleh kulit. Nah, sekarang tinggal mencari serum pencerah wajah terbaik yang sesuai kebutuhan.

07 January 2022

When Life Gives You Lime

Tambahin yakult, terus masukin kulkas biar segar.

Gara-gara hujan badai yang akhir-akhir ini sering melanda, pohon jeruk di depan rumah jadi panen alias buahnya pada jatuh semua ke bawah. Terus mau diapain, kan ini jeruk nipis?

Bukan cuma jeruk nipis yang dipanen.

Jeruk nipis banyak manfaatnya karena mengandung vitamin C yang tinggi, mulai dari meningkatkan kekebalan tubuh sampai menjaga keremajaan kulit.

Jeruk nipis plus kecap manis ampuh buat batuk. Waktu masih kecil dulu, obat batuk yang saya minum ya racikan ini. Lalu, kalau pas tidak ada yang batuk bagaimana? Mau diminum langsung, rasa asamnya bikin minuman ini dicuekin Dudu. Padahal vitamin C-nya banyak. Lalu saya coba iseng-iseng buka kulkas dan memeriksa lemari untuk mencari bahan racikan minuman yang pas dengan jeruk nipis, kemudian mendapatkan dua ide berikut.


Lime-Yakult
2 buah jeruk nipis plus 1 botol yakult. Dicampur dalam 1 gelas minuman. Masukkan ke kulkas biar dingin baru dinikmati.


Lime-Honey Tea
4 buah jeruk nipis, 2 sendok makan madu dan sebotol teh pahit. Kalau bisa yang rasa tehnya strong. Saya menggunakan loose tea alias daun teh yang tidak di kantongan. Habis itu masukkin ke kulkas biar dingin.

Sudah bikin dua gelas Lime-Yakult, satu botol Lime-Tea-Honey, tapi jeruknya masih sisa banyak. Dibikin apa lagi ya? Bukan tipe yang bisa masak, tapi di kulkas ada ayam karaage beku yang mungkin bisa jadi masakan semi-homemade.


Lime-Chicken Sweet Sour
Karaage Chicken, 3 buah jeruk nipis dan 2 sachet saus tomat. Bawang putih dicincang halus. Kalau ada bawang bombay sebaiknya dipakai. Jadi, karaage digoreng dulu, tiriskan. Setelah itu masak bumbunya: bawang putih cincang halus, ditumis. Lalu masukkan air jeruk nipis peras, saus tomat dan bawang bombay. Setelah itu tambahkan ayam karaage dan aduk sampai rata.

Meskipun Dudu suka dua minuman yang saya buat, ayamnya sih tidak disentuh haha.

Tapi mungkin lain kali, kalau jeruk nipis jatuh dari pohon sebanyak ini, saya akan coba bikin skincare. Penggunaan lime untuk kulit masih sedikit kontroversial karena kadar acidity alias keasaman yang bisa bikin kulit jadi perih, tapi saya menemukan beberapa resep yang kayaknya patut dicoba:

Coconut Lime Salt Scrub

2 jeruk nipis, parut kulitnya. Potong lalu peras
1 cup sea salt yang kasar
½ cup coconut oil
1 sdt coconut extract
Cara membuat: Campur semua ingredients kecuali parutan kulit jeruk. Setelah semua diaduk rata, taburkan kulit jeruk di atas adonan. Simpan di toples kedap udara.

Atau ada yang punya resep lain dengan jeruk nipis?

20 August 2021

Look Good Feel Good: Scarlett Whitening Glowtening Serum

Kulit kering kembali lagi jadi masalah. Tinggal di rumah saja, plus tingkat stress dan jumlah kerjaan yang semakin banyak di bulan-bulan terakhir tahun 2021, membuat saya perlu menjaga kulit wajah secara ekstra. Belum lagi jadwal yang padat bikin saya sering lupa minum air putih cukup dan lembur yang membutuhkan ekstra asupan kopi. Setelah terbiasa dengan sincare routine yang baru, saya menyadari pentingnya menggunakan serum dalam kehidupan sehari-hari.

Rasanya saya butuh serum baru, terutama setelah Serum Scarlett Brightly Ever After kemarin habis. Pas banget Scarlett Whitening punya serum baru yaitu Face Care Glowtening Serum.



Why serum works?

Serum memiliki tekstur yang ringan, tapi dengan konsentrasi active ingredients yang tinggi. Jadi penyerapan bahan-bahan aktif ini bisa dilakukan secara efektif dalam waktu singkat. Karena itu juga, hasilnya seringkali dapat langsung terlihat. Kulit lebih kenyal, noda bekas jerawat lebih cepat hilang dan kulit jadi lebih cerah.

Jadi bersamaan dengan perpanjangan PPKM kemarin, saya juga ‘memperpanjang’ pemakain serum Scarlett. Tapi kali ini pindah dari series Brightly Ever After serum ke Scarlett Whitening Face Care Glowtening Serum. Memang bisa digabung? Well, penggunaan Brightly Series + Glowtening Serum dapat memaksimalkan hasil, yaitu mendapatkan kulit yang lebih cerah, glowing dan sehat. Jadi untuk step awal dan akhirnya, saya masih menggunakan Scarlett Brightening Facial Wash dan Scarlett Brightly Ever After Day & Night Cream. Tapi yang step yang keduanya, beberapa hari terakhir ini saya mencoba Scarlett Whitening Face Care Glowtening Serum.

Cuci muka tetap jadi step paling penting, karena serum tentunya paling efektif kalau diaplikasikan pada muka yang bersih atau setelah eksfoliasi dan penggunaan toner. Tiga step awal tersebut membersikan pori-pori dari kotoran dan mempersiapkan kulit untuk menyerap serum dengan maksimal.

Bedanya apa?

Kalau Scarlett Brightly Ever After Serum kemarin warnanya bening, Scarlett Whitening Face Care Glowtening Serum ini warnanya lebih putih. Sekilas sedikit mirip dengan face cream atau moisturizer tapi efeknya pas dipakai tetap sama. Pas diusapkan di kulit wajah juga cepat meresapnya. Manfaat Glowtening Serum Scarlett ini lebih fokus ke membuat wajah lebih glowing dengan warna kulit yang rata, sesuai dengan kandungannya: Tranexamide Acid, Niacinamide, Geranium Oil dan Allantoin.

Tranexamide Acid adalah bahan yang popular digunakan di Asia karena manfaatnya yang untuk meredakan peradangan kulit, melindungi kulit dari sinar UV, dan meratakan warna kulit. Aman digunakan untuk semua jenis kulit, bahan ini ampuh untuk yang punya dark spots di wajah atau bekas jerawat yang seringkali membuat wajah jadi belang. Dalam kasus saya, yang jadi masalah bukan jerawat tapi kulit kering yang seringkali saat kembali lembab malah warnanya jadi tidak rata. Lumayan mengganggu kalau sedang meeting virtual, apalagi ada satu bekas kulit kering yang adanya di dagu haha. Jadi pengen pakai filter aja deh meetingnya.

31 May 2021

Mencoba Skincare Untuk Pemula

“Mama, tadi apa kata peramalnya?”
“Katanya Mama terlalu tomboy, perlu lebih feminin.”


Sebagai anak perempuan super cuek yang hobinya main console, rebahan dan baca komik, yang namanya perawatan muka ini ada di prioritas nomer sekian. Karena satu dan lain hal, saya ikut teman pergi ke semacam peramal, yang kemudian menasehati saya agar lebih feminine sedikit. Lebih dandan, jangan pakai warna gelap dan jangan terlalu cuek sama penampilan. Lalu kata si ‘orang pintar’, yang dapat dukungan dari lingkungan sekitar saya, sepertinya tidak ada yang salah dengan jadi sedikit lebih feminine.

Apalagi kalau menyadari bahwa boyband K-pop kesukaan saya itu punya skincare routine sampai 8 atau 10 step. Masa saya yang perempuan beneran, bisa kalah?

Tidak mungkin langsung 10 step sih memang. Jadi, bagaimana kalau dimulai dari yang super simple dulu: 3 step saja yaitu pembersih wajah, serum dan krim. Let’s start with Skincare, small changes.



Kebetulan Scarlett Whitening punya skincare juga, produk baru dalam bentuk cream untuk wajah. Ada dua macam yaitu Acne Series (yang warnanya ungu), dan Brightly Series (yang warnanya pink). Meskipun saya senang warna ungu, tapi karena kulit wajah saya tidak bermasalah jerawat dan lebih bermasalah dengan pori-pori besar, saya akhirnya mencoba Brightly Series yang lebih fokus untuk menyamarkan pori-pori, garis halus dan mengencangkan kulit wajah. Selain itu, Brightly Series juga meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit, membantu mencerahkan kulit dan memudarkan bekas jerawat. Jadi pas untuk kebutuhan saya.

Anyway, 3 step yang tadi apa saja?

Kiri-kanan: Step 1 (Facial Wash), Step 2 (Serum), Step 3 (Krim)

27 April 2021

Mama ‘Me Time’: Menemukan Rutinitas Mandi Lebih Seru

“Ma, ini sabun?”
Dudu menemukan botol warna ungu di kamar mandi. Biasanya cuma ada sabun cair standard saja.
“Shower Scrub. Mirip sabun, tapi kalau pakai ini mandinya berasa lebih bersih.”

Bingunglah anak cowok semata wayang saya itu. Tiba-tiba Mama-nya jadi suka mencoba hal-hal baru. Haha.

(left to right) Scarlett Whitening Body Lotion Freshy, Brightening Shower Scrub Pomegranate & Body Scrub Romansa

Sejak Work From Home (WFH) setahun yang lalu, saya banyak mager-nya. Semua rutinitas jadi tidak spesial. Bangun tidur, mandi, bikin kopi lalu duduk di ruang tengah untuk bekerja. Kalau weekend, sesekali ke luar rumah bertemu teman atau ‘staycation’ ke rumah adik saya untuk ganti suasana. Meskipun jarang bertemu orang lain secara offline selain si Dudu, saya ternyata tetap butuh ‘me time’, break time dari bekerja biar nggak stress. Jadi, saya memutuskan untuk mengganti sabun dengan body care baru.

06 April 2017

Trik Mengatasi Anak Malas Mandi

Setiap weekend, saya harus menghadapi problematika mandi dengan seorang anak 10 tahun yang mulai membantah dan ngeles kemana-mana. Kalau sekolah libur, mandi juga libur. Namanya juga Dudu.

Mama: Jadi, kamu kemarin sore mandi ngga?
Dudu: Ngga.

Mama:Tadi pagi? 
Dudu: Ngga juga. (sambil cengengesan)
Padahal mandi kan ya buat dia sendiri, sebal jadinya. 

Ini kamar mandi Dudu - temboknya gelap jadi kontras sama sabunnya haha.
Akhir bulan kemarin pas dia libur tengah semester, setiap pagi mau berangkat kantor, pesan saya cuma satu: Jangan Lupa Mandi! Tapi tetap saja kalau saya pulang kantor, saya akan menemukan anak cengar cengir yang bilang kalau dia lupa lagi untuk mandi. Kenapa sih anak ini susah sekali mandi?

Sebenarnya Dudu bukan tidak suka air. Dia paling suka berenang dan yang namanya hotel bagus di mata dia adalah punya bath tub dan kolam renang. Dua hal tersebut menduduki 2 dari 5 bintang yang ada di review Dudu untuk hotel. Lalu kenapa dong dia tidak mau mandi. Hasil browsing menyebutkan sejuta alasan anak menolak mandi, cuma dari Dudu saya mendengar kata "oh iya lupa." Haha. Well, kalau saya lihat, mandi tidak menjadi kegiatan favoritnya karena Dudu punya kulit sensitif. Dari kecil mukanya sering merah-merah, dan sampai sekarang pun kalau salah pakai sabun bisa satu badan merah-merah. Kasihan juga sih. Seringkali dia bertahan menggunakan sabun bayi, tapi di usia yang sudah 10 tahun ini, sabun bayi sudah tidak mempan. Bau asem plus keringat, apalagi kalau pulang PE dan playdate bersama teman-temannya.

Tapi apapun alasannya, mandi itu penting. Jadi inilah yang saya lakukan biar Dudu tidak "lupa" mandi.

12 December 2016

Menang Pesona Sisterhood dan Langkah Keluar dari Zona Nyaman

Define friendship. Thanks to Pesona, saya jadi berkesempatan pergi seharian dengan tiga sahabat saya. Tiga orang ini saya temukan karena Dudu berteman dengan anak-anak mereka, dan sering bertemu di tempat lomba. Awalnya “saingan”, akhirnya jadi teman playdate. And when we outgrew the competitions, we become best friends in life. 



Ketika “geng” kami terpilih sebagai salah satu pemenang Pesona Sisterhood, saya keluar dari rutinitas dan zona nyaman. Kok bisa? Pesona Sisterhood adalah ajang kompetisi bertema persahabatan yang diadakan 2x setahun oleh majalah Pesona. Begitu jelas Zornia Harisantoso, Editor-in-Chief Pesona, di tengah makan siang kami di Cheesecake Factory/Almond Tree Cikini. Kompetisi ini diadakan di sosial media, di mana kita bisa mengirimkan foto bersama sahabat untuk memenangkan one-day pampered trip. Buat ibu bekerja seperti kita, yang namanya makeover, jalan-jalan, makan dan shopping ini memang kesempatan langka.

12 September 2016

The Right Mixture For Your Ever-Changing Skin

“Kebanyakan pasien saya menggunakan produk bayi, karena berpikir bahwa produk tersebut aman unutuk bayi, apalagi untuk saya,” kata dr. Eddy Karta, seorang Dermatalogist Expert di acara launching IOMA awal September lalu di Lippo Mall Puri. Lha, saya juga pernah curi-curi pakai sabun si Dudu, hanya karena seorang teman melontarkan nasehat yang sama saat melihat wajah saya yang kering. 


Tapi tunggu sebentar, kenapa saya mendadak bisa duduk mendengarkan nasihat tentang kulit wajah di akhir pekan? Ceritanya begini.

23 September 2015

Smells Good: Kulit Sehat dan Indah dari Redwin Sorbolene

Dalam misi mengembalikan kulit jadi sehat dan indah, saya bertemu sorbolene. Apa itu sorbolene? Hasil cari-cari sana sini menyebutkan bahwa sorbolene adalah krim pelembab multifungsi yang terdiri dari air yang dipurifikasi, parafin dan glycerin. Krim ideal untuk membuat kulit sensitif jadi sehat dan indah ini ada di rumah saya dengan nama Redwin Sorbolene. 

Redwin Sorbolene Moisturizer
dengan kandungan vitamin E

19 May 2015

Shopping at Erha Apothechary

Horeeeee kulit saya sudah kembali seperti semula! Tapi tetap saja, walaupun tidak perlu perawatan intensif, kita tetap perlu cuci muka secara teratur. So, karena sudah terlanjur jatuh cinta sama produk Erha yang kemarin diresepkan (dan sudah mau habis), saya berbelanja ke Erha Apothecary.

Erha Apothecary Central Park lokasinya di lt 1 dekat Eskalator
Mampir ke cabang Central Park, sempat ragu-ragu mau masuk. Ternyata cabang yang ini ada konsultasi dokternya juga. Pilah-pilih produk memakan waktu cukup lama karena saya tidak tahu mau beli apa. Maklum, obat yang sebulan kemarin terpakai adalah obat yang diresepkan dokter. Jadi giliran harus belanja sendiri saya bingung mau beli apa. Takut juga coba-coba karena meskipun sudah dapat diagnosa dan tips dari dr. Marsia, saya tetap takut salah beli produk. Apalagi ternyata ERHA bukan sekedar jualan pembersih muka tapi ada banyak jenis produk yang lain seperti for mature skin atau whitening series.


Yang jelas dibeli adalah Erha 1, obat cuci muka untuk kulit normal dan kulit kering. Diresepkan Erha 1 karena kemarin diagnosanya adalah Dermatitis Seboroik. Erha 1 mengandung AHA, Aloe Vera dan Pro Vit B5 yang dapat membersihkan sisa make-up, minyak, kotoran dan debu serta mengangkat sel kulit mati. Bedanya menggunakan pembersih yang ini dengan merk populer lainnya ya, setelah pemakaian kulit saya jadi tidak kering. Tapi sekarang kulitnya jadi mudah berminyak. Maka itu akhirnya saya beli Exfoliating Cleansing Scrub yang cocok untuk jenis kulit berminyak. Sebenarnya Erha 1 ada "kembarannya", Erha 2, yang untuk kulit berminyak. Tapi saya ingin mencoba scrubnya. Ternyata cukup ampuh mengurangi minyak di muka. Jadi pagi saya cuci muka pakai Erha 1, malam sebelum tidur cuci muka pake scrub. 


Dan karena Dermatitis Seboroiknya kemarin sampai kulit kepala, saya jadi mencoba shampoonya. Untuk digunakan gantian dengan medicated shampoo yang diresepkan dokter. Erhair Daily Nourishing Shampoo mengandung ekstrak Cucurbita Pepo Seed, ekstrak Ginseng dan Niacinamide. Fungsi utamanya sih mengurangi kerontokan dan menumbuhkan rambut baru, bukan sesuatu yang sebenarnya saya butuhkan karena rambut saya justru terlalu tebal. Tapi siapa tahu cocok dan saya tidak perlu pusing mencari shampoo bayi yang tidak ada bahan kimianya, seperti saran dr. Marsia. Baunya memang tidak sewangi shampoo yang biasa dibeli, tapi ya namanya juga bukan shampoo biasa.


Oh iya, ngomongin harga, surprisingly tidak semahal dugaan saya. Maklum kan belum pernah belanja produk di toko semacam Erha. Kalau dihitung-hitung ya masih masuk budget juga. Erha 1 harganya 60rb-an, scrubnya 70rb-an dan shampoonya sekitar 80rb-an. Jangan malu untuk bertanya harga. Saya juga tanya-tanya dulu kok hehehe. Dan enaknya kita tinggal sebut saja produk yang kita mau di kasir, nanti diambilkan barangnya. Yang di etalase hanya kemasannya saja.

Total produk yang dibeli. Dapat banyak nih!
Belanja di Erha Apothecary menyenangkan karena staffnya ramah dan suasananya enak. Ada tempat cuci muka dan produknya ditempatkan berdasarkan kategori, jadi saya tidak pusing mencari. Tinggal melihat tulisan "face" atau "hair". Yang bikin surprise ternyata Erha punya powder dan make up serta lini produk untuk bayi yang namanya 'Baby Cuddly'. Lain kali boleh juga head-to-toe washnya dicoba untuk anak saya yang kulitnya juga sensitif dan sampai saat ini cuma bisa pakai sabun bayi.

Ini line produk yang untuk bayi.

27 April 2015

Mengatasi Dermatitis Seboroik

Melanjutkan kisah saya mencari solusi buat kulit kering yang berakhir di klinik ERHA, sekarang sudah ada kelanjutannya. Dari awal percaya tidak percaya ternyata manjur juga buat muka saya yang sekarang sudah tidak merah-merah dan kering lagi.

Balik lagi ke diagnosa waktu itu, Dermatitis Seboroik. Penasaran berat sama penyakit (emang ini penyakit?) yang satu ini, saya akhirnya browsing di Google.

Kalau menurut WebMD, tempat saya biasa browsing masalah kesehatan, Seborrheic Dermatitis adalah radang pada kulit yang gatal, merah dan seringkali diikuti dengan kulit mengelupas seperti ketombe atau cradle cap pada bayi. Penyebabnya beragam mulai dari stress, udara yang kering, jamur hingga genetis. Hm... setelah dipikir-pikir, dulu waktu bayi si Dudu juga kulitnya suka merah-merah dan kering begini lho. Jangan-jangan memang genetis. Kesan pertama, seperti eksim atau reaksi alergi. Pada bayi, banyak ibu yang salah mendiagnosa penyakit ini dengan ruam popok biasa.

Lalu bagaimana dengan obat-obat yang diresepkan oleh dokter Marsia? Untungnya manjur. Seminggu pertama saya rajin cuci muka pagi dan malam, sekaligus menggunakan pelembabnya. Berusaha setengah mati tidak bengong, soalnya kalo bengong tangan saya jahil. Kalau malam yang merah-merah juga saya oleskan salep. Minggu kedua mulai bolong-bolong, kadang malamnya lupa lalu ketiduran, kadang paginya kesiangan bangun lalu cuma cuci muka pakai air. 


Koleksi obat yang diresepkan
Untungnya setelah sembuh, kulit muka saya juga tidak terlalu rewel. Tapi memang sabun pencuci muka yang diberikan oleh ERHA berbeda rasanya dengan sabun yang biasa saya pakai. Sempat berpikir apa ini sugesti, tapi rasanya tidak juga karena kalau cuci muka pakai sabun dari ERHA, kulit saya tidak lantas kering. Meskipun saya skip pelembabnya (yes, kadang sengaja karena pengen tahu efeknya demi nulis blog ini), kulit saya tidak lantas kering dan si seboroik kembali lagi.
Krim pelembab. Yang kiri buat pagi, yang kanan buat malam
Keramas juga jadi lebih tricky, karena harus pakai scalp gel 30 menit sebelumnya. Awalnya panik karena, wah, kapan nih sempat pakai scalp gel dulu baru keramas? Pas curhat ke seorang teman yang juga pasien ERHA, dia bilang kalau 30 menit itu minimum. Jadi dia selalu pakai scalp gel pas mau tidur lalu keramas keesokan harinya pas mandi pagi. Efeknya sama. Saya lalu mencoba. Yang membuat takjub ya itu, 2x keramas sudah hilang seboroik yang di kepala.

Setelah itu saya ganti-ganti dengan shampoo saya yang biasa sesuai petunjuk dr. Marsia. Oh iya, saya juga tetap pakai kondisioner yang biasa, dan tidak efek ke kesembuhan kulit kepala saya. Surprise sekali dengan hasilnya.

Banyak yang notice dengan kepergian si Seboroik dari muka saya. Ada yang bilang mungkin saya tidak stress lagi. Atau bisa juga karena si Dudu sekarang dengan rela mematikan AC kamar di siang dan sore hari. Tapi yang penting efeknya sudah terlihat dan sekarang saya lebih PD difoto. Hahaha.

Ngga kalah mulus kulitnya sama si Dudu sekarang
Kalau semua ini habis, harus belanja ke ERHA Aphotecary. Mahal ngga ya?

07 April 2015

First Visit: ERHA Clinic

Memulai sesuatu yang baru perlu keberanian. Seumur-umur saya tidak pernah pergi konsultasi masalah kulit, apalagi sampai perawatan. Ke dokter hanya kalau sakit berat atau sakit gigi. Namun hari Sabtu itu tiba-tiba saya duduk di lobby klinik ERHA.

Ngapain? Beberapa waktu lalu cerita tentang masalah kulit kering yang kayaknya muncul akibat stress. Semakin lama, kulit kering itu jadi mengganggu. Yang protes bukan saya sih, tapi teman-teman terdekat dan nyokap saya. Alhasil akhirnya setelah makin banyak yang komentar, saya pergi juga ke ERHA Kemanggisan. Yang paling dekat kantor dan langganan favorit teman-teman saya juga.

Buat yang belum tahu ERHA, klink yang didirikan dr. Ronny Handoko SpKK d tahun 1998 ini terkenal dengan perawatan kulitnya. Selain klinik, yang sudah ada 60 outlet ini, ERHA juga memiliki berbagai treatment untuk rambut dan kulit kepala, anti-aging hingga permaslahan kulit untuk anak-anak dan orang tua.

Karena saya belum pernah konsultasi, agak awkward berdiri di lobby klinik untuk registrasi sama mbak resepsionis. Salah kostum ngga ya? Tapi ternyata resepsionisnya ramah dan menyenangkan. Registrasinya juga mudah, tinggal mengisi form dan menyerahkan KTP untuk difotokopi maka kita sudah dapat kartu anggota ERHA.


Registrasi dulu di resepsionis
Di ERHA ada banyak dokter yang bisa dipilih dengan jam praktek yang berbeda-beda. Ini rupanya karena Erha mempunyai sistem personalized program yang berarti pendampingan oleh dermaologist atau dokter kulit untuk setiap kosultasinya. Saya mendapatkan konsultasi dengan dr. Marsia. Langsung saja saya jelaskan keluhan saya tentang kulit kering yang menjadi masalah saya. Terutama karena kulit keringnya sudah sampai ke kulit kepala. Jadi seperti ketombean kalau lagi kumat. 

Setiap perawatan di ERHA clinic akan melalui pemeriksaan kulit untuk mendiagnosa jenis, masalah dan kondisi kulit sebelum menentukan perawatan apa yang cocok untuk pasien. Si dokter mungkin kaget begitu tahu saya cuek banget soal kulit. Hehe.... Untung dokternya baik, dan selalu tersenyum.
Dokter: Kamu sudah pernah cek kulit?
Saya: Belum, Dok.
Dokter: Sama sekali?
Saya: Iya, sama sekali.
Dokter: Kalau begitu saya cek dulu ya. 


Ruang periksa VIP di ERHA
Baru tahu ternyata cek kulit itu mirip sama pemeriksaan gigi. Kitanya tiduran lalu ada lampu yang menyorot dari atas, sementara si dokter sibuk mengecek kulit muka dan kulit kepala. Diagnosa dr. Marsia, kulit kepala saya bersisik, sementara kulit muka sensitif dan kering. Nama kerennya Dermatitis Seboroik. Penyakit kulit ini adalah radang yang timbul pada area yang memiliki kelenjar minyak. Biasanya terjadi pada daerah seboroik seperti telinga, dahi, hidung dan kulit kepala. Biasanya kulit kepala jadi bersisik. Penyebabnya beragam, mulai dari cuaca hingga stress.

Di akhir konsultasi, saya dapat resep dari dr. Marsia yang isinya:

  1. Obat cuci muka beserta moisturizer unuk digunakan 2 kali sehari. 
  2. Obat penghilang merah yang dapat digunakan jika kulit yang kering jadi gatal dan merah. 
  3. Untuk rambutnya ada scalp gel yang harus digunakan 30 menit sebelum keramas dengan medicated shampo. 
Ini yang saya bawa pulang dari kunjungan ke ERHA

Kalau sudah sembuh, medicated shampo ini boleh dipakai selang-seling dengan shampo biasa. Namun karena kulit kepala saya sensitif, dr. Marsia menyarankan menggunakan shampo bayi. Tapi dr. Marsia menekankan untuk selalu mengawasi pemakaian kalau-kalau ada allergi. Soalnya saya masih blank sama sekali apa punya alergi obat muka dan sejenisnya.


Kalau sudah diagnosa dapat resep seperti ini

Konsultasinya cepat dan penjelasan dr. Marsia juga mudah dimengerti. Saat menerima obatnya, saya diberi penjelasan ulang mengenai setiap botol dan cara pemakaiannya. Agak deg-degan juga sih, soalnya belum pernah pakai obat cuci muka sebanyak itu. Biasanya hanya pakai air, atau paling pakai satu jenis pembersih muka. Tapi kalau memang bisa membuat kulit wajah tidak kering lagi, kenapa ngga dicoba? 

Ternyata mencoba sesuatu yang baru, yang sejujurnya di luar comfort zone saya tidak jelek juga.

18 March 2015

Mencari Solusi Kulit Kering

Akhir-akhir ini saya musuhan sama yang namanya AC, soalnya saya sedang menyalahkan teknologi tersebut atas kulit saya yang super kering.

Coba bayangkan saja, di rumah kena AC karena si Dudu tidak bisa hidup tanpa pendingin ruangan. AC dimatikan dia langsung keringetan dan ribut kepanasan (tapi tidak berlaku kalau lagi di Puncak atau Bandung). Di mobil kena AC juga. Di kantor, ACnya ada di atas kepala saya. Pasrah deh.


Ada yang bilang tabir surya juga berguna
untuk mencegah kulit kering
Kalau saya complain, Dudu suka kasihan dan rela hidup tanpa AC. Soalnya kasihan sama si Mama yang kulitnya jadi kering. Tapi lama-lama panas juga. Parahnya, akhir-akhir ini kulit keringnya mulai melebar ke kulit kepala. Jadi malas kan kalau dikira ketombean. Beberapa saran dari teman dan Mbah Google sudah pernah dilakukan, cuma ya itu, kadang berhasil hilang tapi 1-2 hari kemudian muncul lagi.

Ini yang penah saya coba, siapa tahu berguna buat yang lainnya meskipun buat saya masih belum berhasil.

  1. Minum air putih yang banyak. Apalagi pencinta kopi seperti saya dan kita semua tahu kalau kopi bikin dehidrasi. Peraturan saya sih 1 gelas kopi sama dengan 2 gelas air minum.
  2. Pakai ointment sebelum pakai make up. Soalnya foundation menutup pori-pori kulit dan ointment selama ini berhasil mencegah kulit saya jadi kering waktu pakai make up. Ointment dari eksrak pepaya yang dioleh-olehin teman dari Australia ini cukup efek mencegah kulit jadi sangat kering, tapi tetap saja tidak menjadikannya normal.
  3. Jangan cuci muka pakai scrub atau air hangat. Kalaupun harus pakai sabun cuci muka, saya pakai yang biasa saja. Jangan juga pakai yang oil control, ntar muka tambah kering dong. Kalau dari hasil Googling sih disuruh menghindari sabun yang mengandung deterjen, tapi gimana lihatnya ya? 
  4. Jangan bergadang. Soalnya semakin kurang waku tidur kita, kulit semakin tidak sehat karena kurang istirahat.
  5. Diniatin makan sayur dan buah. Kalau kulit kering paling berasa di kaki, karena saya dari kecil tidak suka mengkonsumsi sayuran, maka seminggu tanpa sayur itu biasa. Yang ada kulit kaki pecah-pecah dan saya baru ingat belum makan sayur. Jadi mungkin ini efek juga untuk kulit muka.
Solusinya mungkin memang jangan terlalu sering berada di ruangan AC, tapi hari begini, ke mana bisa cari udara luar? Jadi sekarang ini pasrah pakai pelembab saja. Belum ada solusi lain yang hendak dicoba. Ada tips lain yang bisa dishare?

Mungkin kulit keringnya karena stress dan butuh liburan?