Showing posts with label Road Trip. Show all posts
Showing posts with label Road Trip. Show all posts

07 July 2023

Our Best Family Moment Happens On the Road

“Just how many pictures are you taking on the road?”
Komentar Dudu kesekian kalinya ketika saya memfoto jalanan.
“Well, most of them are. I just love being on the road.”



Setelah lebih dari satu dekade, saya dan Dudu kembali lagi road trip berdua. Jalan-jalan pertama setelah pandemi berakhir dan langsung lompat jauh ke benua seberang. Tapi ya, apalah #DateWithDudu tanpa road trip cross country? Meskipun kali ini cross Texas doang, tapi karena luas negara bagian yang satu ini setara dengan beberapa negara bagian sekaligus, ya anggaplah kita sedang cross country. 

Salah satu yang paling bermakna adalah kemarin, ketika kami pindah kota dari Dallas ke Houston. Perjalanan 3,5 jam yang jadi sedikit lebih panjang karena mampir dulu ke Waco untuk tur keliling Baylor University. Ya, soalnya tujuan utama Dudu mudik kan untuk melihat-lihat universitas di Amerika Serikat. Apa yang membuat road trip tersebut jadi memorable moment buat kami berdua?

Dudu jadi Navigator

Ketika terakhir kami berdua road trip di Midwest, Dudu hanya sebagai penumpang yang duduk di carseat kursi belakang. Sekarang anaknya sudah duduk di kursi penumpang dan bertugas membaca peta di handphone. Mungkin next time kita sudah bisa gantian nyetir. 

Dari masalah baca peta ini kita menemukan banyak insight tentang cara kita berkomunikasi. Ketika Dudu mengarahkan kanan dan kiri, yang kadang terbalik itu, saya lebih paham kalau diarahkan dengan nomor exit serta arah mata angin. Jadi daripada “belok kanan”, biasanya saya lebih paham kalau dibilang “I45 South”. Sempat menimbulkan ketegangan kecil diantara kita berdua karena saya bolak-balik hampir salah exit, tapi kita tetap sampai ke kota tujuan dengan selamat.

Detour sedikit demi pemandangan

Jadi, sebenarnya jalan terdekat dari Waco ke Houston adalah melewati Highway 6S dan US 290E. Namun saya mengambil jalanan yang sedikit memutar agar mendapatkan pemandangan lebih unik dibandingkan naik highway yang besar, yaitu melewati TX-164E.sebelum masuk ke Highway I45. Pemandangan sepanjang jalan ini, selain menunjukkan ke Dudu ada apa di luar sana, juga bisa jadi bahan diskusi karena banyak hal aneh yang ditemui di jalan. Misalnya kincir angin raksasa yang terletak tepat di tepi jalan atau truk macam transformers terdampar. Lalu juga kota-kota kecil yang hanya memiliki beberapa ribu penduduk.


Hujan & Pelangi

“Mah, itu ada rainbow.”

Saya yang sedang menyetir jadi heboh sendiri. Mendekati area greater Houston, pelanginya muncul. Lalu disambut dengan hujan deras dan macet. 

“Aku baru pernah melihat 2 pelangi dengan jelas. Ini yang kedua.”

“Memang satu lagi kapan?”

“Di Apartment.”

“Emang ada di Indonesia?”

Dan ternyata memang dia pernah melihat pelangi dari jendela apartemen kita di Indonesia. Hal-hal seperti ini justru baru ketahuan ketika kita road trip barengan.  

“Ayo kita ke ujung pelangi yang di sana itu, nanti ada emas.”

Dudu menatap saya dengan aneh. Lalu kemudian menjawab, “kenapa tidak ujung yang satunya, Mah? Yang di ujung sana kan gelap pasti hujan.”

Dan sejenak kemudian, kita berdua harus melintasi badai yang mendadak muncul semakin dekatnya kita dengan Houston.


Buat saya, road trip ini seru karena kita berdua stuck dalam satu mobil dan jadi bisa ngobrol. Lalu bisa punya shared memories baru, dan ketika anak sudah sebesar Dudu sekarang, bisa diajak berpartner dalam perjalanan. Baik secara navigasi atau diskusi mau makan apa dan berhenti di mana. Banyak pengalaman baru juga yang bisa didapatkan seperti menyetir dalam hujan, mencari bensin murah dan parkir yang lumayan tricky.

Jadi tidak sabar buat jalan lagi.

 

06 April 2018

K-Drama with Dudu Episode 2: Menuju Matahari Terbit di Laut Musim Dingin

Sokcho?

Ahjumma penjaga loket bis sampai bengong dan menuliskan S-O-K-C-H-O dengan alfabet. Tidak yakin bahwa tujuan kami memang ke sana. Buat yang penasaran, tulisan Sokcho dalam Hangul itu
 속초.

Ne, Sokcho.

Oh, mungkin karena hari itu 1 Januari dan udaranya minus beberapa derajat. Makanya aneh kalau ada yang mau ke pantai. Maka saya segera menambahkan,

Seorak-san-e kago shipoyo. 

Kita mau ke Gunung Sorak. Barulah si Ahjumma menanyakan jumlah tiket yang akan dibeli, dan mengarahkan kami untuk kembali ke tempat menunggu bis sekitar 30 menit sebelum jam keberangkatan. Setelah mengucapkan terima kasih, kami (rombongan 9 orang dengan 4 anak kecil super excited dengan udara winter Korea ini) segera menyeberang kembali dari platform 9C ke dalam arrival hall di Incheon Airport. 





Soalnya badannya masih kaget dari cuaca Jakarta yang super panas. Dan berharap kali aja berpapasan dengan bias kesayangan di airport, meskipun dari instagram postnya saya tahu mereka semua ada di rumah. 

26 July 2015

Rahasia Kepiting RM Prima Comal

Keluarga saya jarang naik transport umum ke Jawa. Jakarta-Semarang selalu naik mobil. Alasannya karena kita mau berhenti di Comal untuk makan kepiting. Restoran Kepiting Prima dan Lesehan Pondok Bambu yang sudah terkenal ini sudah seperti hidden gem di tengah panjangnya (dan sometimes rusaknya) jalanan Pantura. 

Masuk restoran disambut oleh mural kepiting
Masakan andalannya tentu saja kepiting yang harganya bikin bahagia orang Jakarta (Rp.90,000 - Rp.180,000/kg, 1kg ada 3-4 kepiting). Bisa makan sepuasnya! Kepiting Prima yang dimasak dengan saos pedas manis seperti rendang jadi favorit saya. Andrew yang tidak suka pedas lebih memilih Kepiting Saus Tiram yang juga tidak kalah enaknya. Selain kedua saus tersebut ada bermacam saus lainnya yang harus dicoba juga seperti Saus Padang dan Lada Hitam.

Kepiting Saos Tiram. Yang di belakangnya adalah Kepiting Prima
Selain kepiting ada Cumi dan Ikan juga
Kalau kepiting bukan favorit Anda, jangan khawatir, rumah makan ini juga memiliki banyak pilihan menu seafood termasuk ikan, udang dan cumi-cumi yang tidak kalah enaknya. Sayuran pun lengkap. Untuk minuman, coba pesan kelapa muda batok. Ada sih menu ayam di sini, cuma ya masa di rumah makan kepiting kita pesan ayam ya?

Setiap kali berhenti di sini, Andrew pasti semangat, "tempat kepiting ini lagi ya, Ma." Lalu dia akan hilang, sibuk bermain dan berkeliling rumah makan. Ada banyak indoor dan outdoor playground yang bisa membuat anak-anak tidak keberatan menunggu makanan datang dan lupa kalau mereka sudah lapar.

Jangan khawatir tidak ketemu, kalau dari arah Pekalongan, banyak plang nama yang menunjuk ke arah restoran ini. Kalau dari arah Pekalongan, begitu sampai pertigaan Comal kita belok kiri. Tidak lama nanti di kiri jalan kelihatan deh pintu masuk restorannya. Meskipun agak tersembunyi, tapi restoran ini memiliki parkiran yang luas. Ketika kami pertama ke sini, mereka hanya punya satu gedung restoran di depan. Sekarang, selain punya lesehan, tempat main anak-anak, mini zoo dan kebun sayur, mereka juga punya toko oleh-oleh. Semakin senang kita mampirnya.

Kebun sayur depan lesehan. Di belakang lesehan ada tempat main lagi.
Playground untuk anak-anak. Kalau weekend ramai sekali
Siapa yang sudah pernah dengar tentang Comal? Kota kecil ini terletak di antara Pemalang dan Pekalongan. Nama Comal diambil dari nama sungai yang mengalir di daerah tersebut. Kuliner kota Comal yang terkenal adalah nasi tahu dan kue apem yang saya malah belum pernah cobain karena sibuk dengan kepiting.Biasanya kedua kota ini jadi tempat perhentian kita kalau Pantura sudah menolak untuk lancar. Daripada lelah di jalan dan sampai Jakarta/Semarang terlalu malam, kita mencari hotel untuk menginap semalam.

Nah, mencari hotelnya bisa di Travelio, website yang menawarkan konsep seru dalam mencari hotel. Kalau biasanya kita harus browsing beberapa website untuk membandingkan harga, di Travelio sudah ada harga rata-rata online. Nah, harga rata-rata online ini yang kemudian jadi patokan kita untuk menawar harga hotel. Ditawar? Yup, travelio memberikan kesempatan customer untuk menawar harga hotel yang diinginkan. Jadi seru kan. Ada indikasinya juga, jadi kalau kita menawar kerendahan ya kesempatan untuk mendapatkan harga tersebut juga akan jadi lebih rendah. 

Begini penampakan hotel di Travelio, fasilitasnya langsung terlihat semua
Fitur favorit saya di Travelio, langsung tersambung ke Tripadvisor,
jadi benar-benar one-stop-shopping
Di Travelio bisa memilih hotel sesuai daerah, bintang dan harga
Lalu bagaimana supaya dapat harga murah?

Langganan newsletter dan tungguin happy hournya haha. Tapi kalau sudah urgent dan harus pesan sekarang, coba pilih kota yang kita mau lalu perluas hasil searchnya terutama jika Anda mencari hotel di kota besar. Jangan membatasi diri hanya dengan beberapa hotel pilihan saja. Kalau saya yang mencari di sekitaran Pekalongan, Pemalang dan paling jauh Tegal, ya memang pilihan hotelnya masih sedikit sekali. Tapi coba digunakan untuk Cirebon atau Semarang, pasti pilihannya jadi lebih beragam. Tapi tentu saja lebih jauh dari RM Kepiting Prima ini. Yah, namanya juga mencicipi kepiting kesukaan yang setahun belum tentu dua kali bisa mampir. 

07 July 2015

Tips Road Trip Dengan Balita

Beberapa waktu lalu, timeline Twitter saya memberikan pertanyaan mengelitik: “Bagaimana caranya pergi road trip sama anak kecil?” Well, mendadak saya jadi nostalgia.

Ketika masih di Amerika dulu, saya gila road trip. Tiap libur sedikit, langsung masuk mobil dan jalan. Ketika saya punya anak, saya mengatur jadwal supaya hari Jumat dan Senin tidak ada kelas, jadi saya bias kabur ke negara bagian terdekat. Untungnya karena saya kuliah di Missouri yang notabene di tengah-tengah banget, perjalanan kemana-mana jadi dekat.

Hallo, sudah sampai mana?
Kembali ke pertanyaan tadi, bagaiman acaranya road trip sama anak kecil?
Ini #7Something, rules saya untuk road trip bersama anak:

1. Something Planned
Merencanakan itu sudah pasti. Kalau anak belum cukup besar hindari pergi ala backpacker yang kesemuanya baru ditentukan di perjalanan. Jika mau ke kota X, sebaiknya sudah merencanakan apakah kita mau ke taman bermain dulu, ke museum dulu atau check in hotel dulu. Jangan paksakan waktunya, kalau bisa ada sisa waktu sehari, jika road trip molor dan kita harus spend another night on the road, kita tidak stress dengan liburan yang sudah berakhir. Sesuaikan jumlah hari dengan jarak. Kalau hanya weekend ya kalo bisa tidak perlu jauh-jauh.
Horeeeee istirahat untuk udara segar!
2. Something Paused
Ketika merencanakan road trip bersama balita, satu hal yang selalu saya masukkan adalah rencana berhenti. Jangan ragu juga untuk berhenti. Misalnya dari Jakarta Ke Semarang, saya siapkan berhenti di Cirebon, Brebes/Tegal, Pekalongan/Comal baru kalau sanggup masuk ke Semarang. Kalau akhirnya tidak perlu berhenti kan berarti extra jam di rencana perjalanan kita. Siapkan juga kegiatan saat berhenti. Apa sambil makan siang, sambil restock snack atau sekeda rmenepi dan merenggangkan tubuh. Kadang bukan hanya si balita yang perlu berhenti, tapi kita yang duduk di kursi kemudi juga perlu menghilangkan jenuh.

Bawa mainan baru di mobil
Kalau sudah besar bawanya buku
3. Something New
Bawa mainan baru, buku baru, atau apapun yang bias menyita waktu si balita di mobil. Jangan segan untuk membeli ketika berhent iatau di tempat tujuan. Yang jelas, something new ini jangan untuk makanan. Meskipun seringkali saya juga tergoda untuk membiarkan Andrew mencicipi makanan setempat, saya jadi berpikir juga bagaimana kalau anak ini nanti diare di jalan? Kalau di Amerika mungkin makanan tidak seberapa bervariasi dan cenderung lebih bersih. Di Indonesia banyak makanan yang bumbunya termasuk tajam (untuk perut balita) padahal kita sih enak-enak saja makannya.

4. Something To Eat (on the go)
Siapkan camilan dan makanan untuk balita Anda yang bias dikonsumsi di jalan. Jadwal lapar anak biasanya berbeda dengan kita, ditambah lagi suasana baru dan makanan di jalan/tempat tujuan yang belum tentu cocok dengan selera dan kemampuan perut si anak. Jangan sampai tujuan wisata kuliner Anda terhambat hanya karena si kecil tidak doyan atau tidak bisa makan makanan setempat karena pedas misalnya. Beri dia makan duluan dan biarkan dia bermain sementara Anda sibuk mencoba makanan baru. Kalau anak sudah lulus ASI, boleh juga bawa susu, siapa tahu merk susunya tidak dijual di kota tujuan. 

Kalo saya yang penting bisa selfie hehe
5. Something for Mom
Meskipun pergi sama anak, jangan lupakan tujuan untuk diri sendiri. At least ada satu tempat yang bias jadi kesenangan bersama seperti factory outlet yang ada tempat bermain anaknya. Jika anaknya sudah besar, ajak diskusi juga, jadi dia juga bisa antisipasi bahwa ada beberapa tempat yang memang untuk si Mama dan dia bisa belajar toleransi dengan membiarkan Mamanya bersenang-senang juga.

6. Something Simple
Pergi itu jangan dibuat susah. Jangan buat target kebanyakan karena target road trip (buat saya) hanya: Mengatur waktu sendiri. Tidak ada pesawat yang harus dikejar, tidak ada booking-an restoran yang harus dipenuhi seperti kalau kita ikut tour… semuanya santai dan menikmati perjalanan.

Kolam renang di Guci ini salah satu tempat favorit kita untuk istirahat

7. Something Comfortable
Pergi sama balita itu capek. Jadi, jika budget memungkinkan, pilihlah hotel yang nyaman (dan aman) untuk Anda dan balita. Balita Anda juga capek lho. Jadi jika hotel Anda ada kolam renang atau fasilitas Kids Club, boleh juga dimanfaatkan untuk istirahat setengah hari sampai waktu check out. Jadi Anda juga tidak eneg-eneg amat sama mobil. Pakaikan si kecil baju yang nyaman selama di perjalanan. Bergaya untuk post di social media ditunda dulu hingga sampai hotel ya.

Jadi kangen road trip lagi deh.

14 June 2015

Dari Jakarta Bisa ke 10 Tempat Ini Naik Mobil

Setelah berhari-hari mencari apa yang bisa menggabungkan list tempat liburan kesukaan saya dan Andrew, saya sadar bahwa semua tempat ini bisa dijangkau dengan mobil dari Jakarta dalam 1 hari. Bukan berarti one-day-trip tanpa menginap lho. Sebagian bisa, sebagian lagi akan sangat melelahkan kalau tidak menginap di tempat tujuan. Jadi, ini list kita. Everything is tried and tested ya. Kita sudah pernah benar-benar menjalani.

1. Bogor
Jarak: Rekor kita 45 menit (dari Pondok Cabe lewat Parung)
Di Bogor yang jelas kita senang makan. Karena rumah orang tua yang dekat dengan Bogor, kita jadi sering berakhir pekan di Bogor dan mencoba berbagai jajanan di sana. Banyak Museum di Kebun Raya Bogor yang bisa jadi tempat tujuan wisata keluarga. Sekarang ada theme park juga. Atau untuk yang hobi shopping tapi malas ke Bandung, Bogor juga punya banyak FO seru lho.

Food Court yang "mengapung"
2. Sentul
Jarak: 1-2 jam (lewat tol)
Kota yang terkenal gara-gara sirkuit ini sekarang jadi tempat tujuan orang Jakarta ketika mentok. Makan siang di Ah Poong lalu bermain di Art and Science Park. Kalau mau seharian, Sentul punya Jungleland yang tidak kalah asyiknya untuk keluarga.

3. Jonggol – Mekarsari
Jarak: 2-3 jam (tergantung Cibubur)
Tempat yang menyenangkan ini jadi jauh karena jalanan yang rusak dan Cibubur yang kerap macet berkepanjangan. Padahal kita senang ke Mekarsari, naik kereta keliling kebun buah dan belajar mengenai berbagai macam pohon. Tapi kita penasaran dengan Mekarsari yang renovasi. Jadi liburan sekolah kali ini, boleh juga berkunjung ke sana lagi.

Catur Raksasa Taman Bunga Nusantara
4. Cipanas/Puncak
Jarak: 3-4jam (tergantung Gadog dan buka tutup jalan)
Mama: Kalau ke Puncak mau apa?
Dudu: Jalan-jalan ke taman bunga untuk masuk ke labirin.
Mama: Terus?
Dudu: Minum susu di tempat sapi.
Mama: Terus?
Dudu: Main layang-layang di kebun teh.
Mama: Terus?
Dudu: Ke Taman Safari... tapi nanti kaca mobil kita digigit zebra lagi....


Museum Perjanjian Linggarjati

5. Cirebon
Jarak: 4 jam (tergantung Cikampek dan Simpang Jomin)
Dudu: Ini yang ada museum berbentuk rumah di atas gunung ya?
Mama: Iya, itu namanya Museum Perjanjian Linggarjati
Dudu: Aku mau pergi ke sana lagi. Boleh juga.
Cirebon ini penyelamat di saat kita lelah mengemudi atau kemalaman di jalan. Dulu, sebelum kota-kota lain secanggih sekarang, dan jalan tol super mahal itu belum dibangun, Cirebon adalah rumah singgah ketika kembali dari Semarang.




6. Guci
Jarak: 6-8 jam
Dudu: Menginap di Guci Indah, Ma. Lalu bisa berenang, berendam air panas, naik kuda dan jalan-jalan. Bisa naik ke atas gunung dan beristirahat.
Mama: Tapi hotelnya sering penuh.
Dengan keadaan Pantura sekarang, Guci jadi lebih jauh. Perjalanan kita waktu itu sekitar 6-8 jam karena berbelok di Tegal. Pernah sekali tidak kebagian hotel lalu setelah puas bermain dan berenang (kolam renang hotel bisa masuk dengan bayar tiket), kita akhirnya menginap di Brebes. Cerita lengkapnya di sini ya.




7. Anyer
Jarak: bisa sampai 8 jam gara-gara jalan rusak
Entah kenapa Anyer menyenangkan buat kita. Pantai yang lebih sepi dan lebih banyak seashells untuk dikumpulkan dan dibawa pulang. Mungkin karena kita menginap di hotel yang bukan berbentuk gedung. Masalahnya, perjalanan menuju ke sana penuh dan kelamaan di Anyer berarti siap-siap bosan makan seafood.




8. Palabuhan Ratu
Jarak: 6 jam (tergantung Jagorawi, Gadog dan Sukabumi)
Dudu: Kapan kita menginap di hotel pantai lagi, Ma?
Mama: Hotel pantai?
Dudu: Itu, yang ada kamar berwarna hijau buat Dewinya.
Menginap sudah pasti di Samudra Beach Hotel (sekarang namanya Inna Samudra Beach), hotel yang sudah ada dari jaman Bung Karno. Berenang di pantai harus hati-hati karena Laut Selatan (dan buat yang percaya, sebaiknya tidak pakai baju hijau). Sebelum check-in, makan dulu di kota, karena masuk kawasan wisatanya bayar dan makanan di daerah situ hanya ada (apalagi kalau bukan) seafood.

9. Bandung
Jarak: 3-4 jam lewat Cipularang
Kalau mentok, ya kita ke Bandung. Bisa wisata kuliner (martabak, wedang ronde, restoran Sunda) ataupun shopping di factoy outlet. Bandung punya kebun binatang dan sekarang ini banyak taman kota yang bisa jadi tujuan wisata kalau hanya ingin refreshing. Kalau harus menginap, lokasi hotel favorit kita ada di Ciumbeuleuit yang sejuk, atau yang dekat Cihampelas jadi mudah kemana-mana. 




10. Lembang, Tangkuban Perahu dan Ciater
Jarak: 4-5 jam (lewat Bandung, kalau lewat Subang lebih lama)
Berburu strawberry, mampir ke peternakan untuk minum susu segar, naik ke Tangkuban Perahu dan berendam di Ciater. Mencoba offroad juga bisa jadi pilihan. Banyak hal seru yang tersedia ketika kita memberanikan diri keluar dari Bandung dan menginap di kota kecil di sebelahnya.


Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka blog competition yang diadakan oleh #TravelNBlog

04 May 2015

Mimpi Road Trip Keluarga Mama dan Dudu

Menemukan topik "Liburan Impian Keluarga" di salah satu lomba blog membuat saya berpikir keras. Liburan keluarga ya? Keluarga kecil saya hanya terdiri dari 2 orang: Dudu dan Mama. Jadi pergi ke café berdua untuk mengerjakan PR juga sering terhitung sebagai liburan. Tapi, apa liburan impian keluarga saya?

Kalau pergi road trip berdua aja
 ngga ada yang fotoin,
jadi sering terpaksa selfie
Coba saya tanya si Dudu. Liburan keluarga impian dia apa.
Dudu: Aku mau ke hutan...
Mama: HAH?
Dudu: Aku mau naik kapal seperti Titanic lalu kapalnya karam dan berubah seperti kapal hantu...
Mama: Itu BUKAN LIBURAN.
Dudu: Kalau begitu aku mau mencoba naik helikopter... ke pulau tidak berpenghuni dan menjadikannya pulau Andrew.

Mamanya pasrah. Liburan impian Dudu penuh dengan petualangan tanpa henti, sementara orang lain (termasuk saya juga sih) biasanya liburan untuk bersantai. Tapi memang kalau dipikir-pikir, setiap ada kesempatan berlibur kita selalu berpetualang seperti Ninja Hattori. Meskipun sering saya berharap bisa bersantai, tidur-tiduran di pantai tanpa melakukan apa-apa, liburan saya dan Dudu berakhir dengan kaki pegal kebanyakan jalan dan perut kenyang kebanyakan mencoba makanan lokal. Duit juga biasanya habis haha. Dan itulah yang membuat liburan kita jadi berkesan dan punya sebuah cerita untuk ditulis di blog.

Seperti waktu road trip ke Jawa. Dudu yang sejak kecil sudah sering dibawa bertualang naik mobil, tidak rewel dibawa Jakarta-Surabaya jalan darat. Kita berhenti di Cirebon, Semarang, Solo, Jogja, Kediri, Malang dan Surabaya. Saya senang menyetir, Dudu senang naik mobil juga karena banyak yang dilihat. Jadi liburan impian kita berdua seperti ini: pergi ke tempat yang kita belum pernah datangi dan berpetualang naik mobil tanpa planning yang mengikat. Kalau capek ya berhenti cari tempat makan, kalau malam cari hotel di kota terdekat. Planning kita hanya lama perjalanan, research kota apa yang bisa dijadikan tempat peristirahatan dan budget. Tidak ada target hari dan jam kecuali total hari seluruh 
perjalanan.

Tidur di mobil sudah biasa
Dan kalau road trip,
bisa berhenti dan foto-foto semaunya
Sayangnya sejak saya mulai kerja kantoran dan Dudu masuk SD, liburan impian ini hampir tidak pernah dilakukan lagi karena kesulitan mencari waktu. Foto-foto yang terpajang di sini semuanya kenangan masa lalu. Soalnya yang namanya road trip biasanya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kalau disuruh menyebutkan lokasi spesifik (dan tidak memikirkan budget atau waktu), liburan impian kami adalah road trip di East Coast America, dari Massachusetts turun ke Florida. Menyusuri highway dan melihat kota-kota yang bersejarah seperti Boston atau Philadephia. Melewati Washington D.C sampai ke Disney World, taman bermain impian kami berdua. Rasanya, mengakhiri petualangan di theme park terdengar pas karena kami berdua suka theme park. Kesenangan saya naik rollercoaster rupanya menurun ke si Dudu. Itu kayaknya akan menghabiskan sekitar 2 minggu belum termasuk penerbangan Jakarta- Boston. Dan kalau bisa sih pas Summer. Kalau winter jangan-jangan kita terjebak badai salju kalau tidak buru-buru sampai Florida.

Dudu: Seharusnya kita mampir ke Atlanta
Mama: Hah? Ngapain. Ya Atlanta ada di sekitar situ juga sih.
Dudu: Aku mau mencari zombie The Walking Dead
Errr...

Road trip means saya nyetir, Dudu di car seat.
So, it's not the destination, but the journey and what we're gonna do on the road. Jadi sekarang ini kita planning road trip yang dekat-dekat dulu dan bisa dilakukan pada akhir pekan atau long weekend: Sentul, Bogor, Bandung... paling mentok ke Palabuhan Ratu. Itu juga sudah seru.

Tapi untuk sekarang ini kami bermimpi dulu saja, sambil mengumpulkan uang dan hari libur. Petualangan kecil-kecilan masih dilakukan setiap akhir pekan sambil berharap suatu hari bisa berpetualang lebih seru. Keluarga ini memang kecil, hanya saya dan Dudu. Tapi liburan impian keluarga kami harus besar supaya bisa termotivasi untuk mengabulkannya.

Satu perjalanan favorit kita adalah Highway 101 California,
ini salah satu stopnya di Morro Bay

07 July 2009

Debat Car Seat

Beberapa waktu lalu, saya ditanya kakaknya teman yang baru punya anak,
"Eh, Andrew pake carseat ngga dulu? Mau beli nih, tapi mahal banget ya."


Dua tahun pertama Andrew, saya sedang studi di Amerika. Jadi, yang namanya car seat ya harus dipakai. Ngga ada mikirin budget. Mau tidak mau harus duduk di carseat. Selain itu, saya juga sendirian. Jadi ya kalo tidak ada carseat, gimana saya bawa anak pergi naik mobil?

Di Car Seat bisa tidur
Mungkin enak ya moms yang masi punya pilihan mau beli carseat apa ngga, perlu apa ngga, mau beli yang kayak apa, warna apa... soalnya negara Indonesia ini belum mewajibkan carseat. Saya dulu, ya pokoknya yang paling murah, yang paling awet, itu yang saya beli.

  • Carseat untuk anak dibawah 1 thn adalah yang menghadap ke belakang. Car seat begini adalah yang terbukti paling aman untuk bayi. Di Amerika, 'membalik' car seat ke depan, adalah satu kebanggaan tersendiri untuk ibu-ibu. Sering saya ditanya "eh, anakmu udah mbalik car seat belum?" Sama bangganya sama jalan or merangkak.
  • Sesuaikan berat badan dan tinggi badan si anak. Kalau masi kecil, bisa disangga bantal (walaupun ngga dianjurkan karena takut anak tersekap bantal kalau masi kecil banget). Selain itu, dianjurkan tidak malas memindahkan tinggi/panjang seat belt car seat. Beberapa model car seat sampai mengharuskan kita melepas jok/dudukan car seat buat pindahin tinggi shoulder beltnya. Cek juga berat badannya, kadang kala kita sudah boleh ganti car seat kalau berat anak sudah lebih padahal belum usia setahun pas.
  • Kalau anak masi kecil, boleh cari car seat yang bisa jadi satu sama stroller. Kalau anak tidur ya tinggal angkat carseat tanpa membangunkan anak. Beres kan.
  • Pastikan car seat bisa terikat dengan kuat di mobil. Saya perhatikan beberapa mobil di Indonesia belum ada buckle besi yang diatas, yang bisa buat menyantolkan carseat. Terutama kalo jenis SUV kecil. Bisa diakali dengan seat belt sih. Tapi ya itu pastikan kalau anak ter-buckle dengan benar. Kalau kendor, bisa membahayakan anak loh moms.
  • Jangan malas nyuci alas/dudukan car seat. Ya ini jelas banget sih kenapa. Kan alas car seat seperti seprai, bahannya kain.

Praktis, tinggal kasi buku dia bisa sibuk

  • Car seat TIDAK BOLEH ditaruh di kursi depan. Apalagi carseat yang untuk bayi. Terutama kalau mobilnya ada airbag. Waktu pertama bawa Andrew pulang dari rumah sakit, susternya wanti-wanti saya kalo car seat tidak boleh di depan karena in general, duduk di depan itu tidak aman untuk anak dibawah 5 tahun. Pertama karena masi kecil, jadi gampang terlempar, kedua karena airbag yang besar bisa menggencet anak (bukan menyelamatkan seperti pada orang dewasa).

Terus, beli carseat ngga nih?
Kalau saya sih melihat pertimbangan berikut ini:
  • Adanya suster/orang ke-2 yang bisa bantu gendong bayi. Katanya sih digendong itu sebenernya lebih aman dan nyaman untuk bayi. Tapi belum ada research yang membuktikan juga.
  • Seberapa sering pergi nyetir sendiri sambil bawa bayi . Kalau jarang kan ngga ada gunanya juga, sayang uangnya.
  • Apa mobilnya? Safe apa ngga buat car seat?
  • Apa anak anda bisa tenang kalo duduk? Bisa ngga dialihkan dengan mainan/buku? Kalo ngga, ntar yang ada dia nangis kejer, en malah membuyarkan konsentrasi yg nyetir loh Moms...

Gimana kalau pinjam?

Hm... waktu saya di Amerika sih sangat tidak dianjurkan pinjam car seat. Soalnya sekali pernah 'terlibat' dalam kecelakaan, meskipun carseatnya ngga apa-apa, tetap saja car seat tersebut dinilai tidak layak pakai. Ada yang bilang ini sih konspirasi pembuat car seatnya supaya dia laku. Tapi ya, kembali lagi ke kitanya. Saya sih berpikirnya, bisa saja car seat itu kelihatan tidak apa-apa, tp ternyata ada bagian yang bengkok, patah or kenapa.