Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

16 July 2017

Mengajak Anak Cowok Ikut Kelas Zumba

Kemarin Dudu berulang tahun yang ke-11. Ah, sudah bukan anak-anak lagi dong ya. Sebentar lagi jadi teenager lalu akan pergi jalan sendiri dengan teman-teman dan pacarnya. Aktivitas #DateWithDudu akan banyak berkurang. Tapi sebelum itu terjadi, saya mau membuat resolusi untuk mencoba banyak hal baru agar ngedate dengan anak pra-remaja ini bisa jadi lebih seru.

Date kita kemarin di National Gallery Singapore
Father and son? Mother and daughter? Forget that. Jadi seorang single mom dengan anak laki-laki kadang menjadi tantangan tersendiri karena katanya ada hal-hal yang menjadi "urusan bapaknya" atau kegiatan yang jadi kewajiban anak perempuan untuk menemani ibunya.

Seiring berjalannya waktu ternyata kompromi itu bisa diciptakan, meskipun separuhnya kadang saya memaksa Dudu buat mencoba ini itu seperti kemarin ketika saya secara sepihak mendaftarkan dia kelas Zumba di studio tempat saya olahraga. Sepulang Zumba, saya dan Dudu jadi ngobrol-ngobrol tentang kegiatan date kita, lalu menemukan beberapa hal yang ternyata bisa dilakukan oleh ibu dan anak laki-lakinya.

Zumba
"Kenapa Zumba isinya cewek-cewek semua, Ma?"

03 January 2016

Menantang Ketinggian di Treetop Adventure Park Bedugul

Berawal dari niat untuk melihat bunga, ternyata akhirnya malah jadi mmanjat tali setinggi 8 meter. Karena tahu si Dudu bukan penggemar olahraga fisik, saya merasa sukses besar berhasil membujuknya ikutan outbound di Treetop Adventure Park Bedugul, Bali. 

Terakhir kali ke Bali? Well, sejujurnya sudah tidak ingat lagi. Tapi pernikahan adik saya dan persiapannya membawa kita bolak-balik ke pulau Dewata dalam sebulan terakhir. Tujuan utamanya tentu mengecek venue dan memastikan semua urusan berjalan dengan lancar. Tapi begitu hari Minggu datang, kita bingung mau ke mana. Browsing Trip Advisor, saya menemukan adanya tempat bernama Eka Karya Botanic Garden di Bedugul. Agak jauh ke atas memang, tapi berhubung sudah bosan sama pantai, ya ayolah kita naik ke gunung. Lagipula penasaran dong, seperti apa Botanic Garden pertama dan tertua di Indonesia ini. Lebih keren ngga dari Botanic Garden yang kita kunjungi di Singapura beberapa waktu lalu.

16 May 2015

Mencoba Yoga Berdua

Olahraga apa sih yang bisa dilakukan berdua oleh anak kecil super aktif yang punya Mama hobi duduk di cafe sambil ngeblog (dan menolak keringetan)? Jawabannya adalah Yoga. Satu olahraga yang saya tekuni sejak kembali ke Indonesia, meskipun tidak rutin, dan cukup membantu menghilangkan berat badan tidak perlu.

Olahraga favorit saya berenang soalnya kalori terbakar tanpa harus keringetan. Andrew senang berlari, meskipun dia sering mengeluh larinya pelan. Kalau ikut acara lari, biasanya saya menunggu dia di garis finish sambil minum kopi hitam. Haha. Mission failed. Jadi ketika menemukan Yoga, saya berharap ini bisa jadi olahraga kita berdua.

Awalnya karena diajak teman sekantor. Iseng-iseng, kok ternyata bisa dan ternyata efektif bikin badan jadi segar. Tidak perlu peralatan mahal atau keanggotaan gym, cuma perlu matras doang. Ikut Yoga tidak ada target. Sudah beberapa kali ganti instruktur semuanya selalu bilang disesuaikan dengan kemampuan saja. Kalau tidak bisa cium lulut tidak apa-apa. Tapi jangan dikira Yoga itu gampang ya? Bisa pegal-pegal seminggu kalau baru ikutan. Dan ikut Yoga juga keringetan lho.




Satu ide lomba foto bertema "kompak dengan Mama" membuat saya mengajak Dudu mencoba Yoga. Ternyata dia mau. Namanya juga anak-anak, apapun yang dilakukan orang tuanya biasanya dia juga penasaran mau coba. Dan bagian keseimbangan ternyata seru banget untuk Dudu. Semakin besar, Dudu sering mengeluh tentang dirinya yang lacking hand-eye coordination skill. Dudu memang agak hyperactive plus ceroboh dan kurang bisa konsentrasi. Jadi kalau memukul shuttlecock atau menendang bola biasanya gagal dan dia sering dimarahi teman-temannya. Ada masanya dia sampai latihan pingpong setiap Minggu pagi di rumah hanya supaya jadi lebh baik.

Back to Yoga. Satu event membawa saya Yoga bersama anak. Yoga yang serius, sebenarnya untuk para Mama. Karena weekend adalah waktu #DateWithDudu, maka terbawalah si Dudu ke acara Yoga para Mama. Daripada bengong, akhirnya dia ikutan Yoga. Semangat gelar matras dan mengikuti setiap gerakan yang dilakukan instruktur. Masalahnya, si Dudu berisik dan mengkomentari setiap gerakan. Untung saya tidak dimarahi Mama yang lain.





Mama: Yoga itu apa, Du?
Dudu: Yoga itu olahraga yang membuat kita jadi langsing dan sehat.
Mama: Hah?
Dudu: Yoga bisa membuat kita melakukan gerakan yang mustahil seperti tangan memegang kaki dan mengangkatnya.
Mama: Yang membuat Yoga susah apa?
Dudu: Soalnya kalau orang mengangkat kakinya ke atas itu, dia akan jatuh pelahan-lahan karena dia tidak bisa seimbang.

Lalu datang kesempatan Mom&Me Yoga dari Mommies Daily. Acara yang diadakan di Bliss Kemang ini didedikasikan untuk untu ibu dan anak. Jadi aman bawa anak, meskipun Dudu jadi peserta paling tua. Yang ini seru, soalnya gerakan Yoga tidak sesulit yang untuk orang dewasa dan ada ceritanya. Instruktur kita Ms Vivi mengajak kita "liburan ke pantai" dan gerakan Yoganya disesuakan dengan cerita itu. Mulai dari bangun tidur, mandi, pakai sepatu, ke airport, naik pesawat, naik kapal sampai balik lagi ke rumah dan tidur.

Mom&Me Yoga dari Mommies Daily


Di tengah gerakan, Dudu protes, "Gimana kalau menginap di hotel dulu?"

Hahahahaha...

Selain olahraga, kita juga jadi bonding, karena ya gerakannya dilakukan berdua. Dan karena Dudu sudah hampir setinggi saya, maka banyak gerakan yang saya iseng tukar posisi seperti gerakan gerobak. Saya jadi teringat salah satu instruktur Yoga yang melatih kita bersama dengan anak laki-lakinya yang sudah SD.

Ngintip pbs.org, ada beberapa benefit Yoga yang menurut saya berguna untuk anak, terutama yang aktif. Yoga mengajarkan kita untuk menyalurkan energi dengan lebih tepat/efektif, untuk bernafas dengan benar sehingga kita merasa lebih santai, untuk lebih tenang sehingga kita bisa mendengarkan tubuh kita, orang lain dan lebih fokus melakukan sesuatu. Yoga juga mengajarkan keseimbangan, bukan hanya fisik tapi juga pikiran.

Completing a Yoga routine is an accomplishment for Andrew, si ceroboh yang suka asal. Olahraga yang mengajarkan mengatur pernafasan dan konsentrasi ini bisa membuat Dudu jadi lebih tenang, paling tidak untuk saat itu. Gimana, mau coba Yoga sama anak juga?

23 September 2014

Our 2nd Jakarta Kids Run 2014

Another run, another fun!
Karena sudah ikutan Jakarta Kids Run tahun lalu, kali ini kita jadi excited banget untuk ikutan. Apalagi medalinya keren banget. Jadi, inilah post yang tertunda dari Jakarta Kids Run, 7 September 2014 di fX Sudirman kemarin.

Sebelum mulai lari, pose dulu di backdrop
Biaya pendaftarannya tahun ini Rp150k. Dapat goody bag, berisikan produk sponsor, kaos warna orange dan nomer dada. Untuk anak 3-6 tahun jaraknya 750m dan didampingi orang tua, untuk yang 7-10 tahun jaraknya 1,5km dan lari sendirian. Acaranya mulai on time jam 7 dan seperti biasa, dimulai dengan pemanasan. Setelah itu, grupnya Andrew (yang lari 1,5km) mulai duluan. Dengan rute menjelajah Car Free Day. 
Pemanasan dulu yuk!

Start!
Kali ini Andrew lari-nya lama... dan begitu masuk garis finish, dia segera memberikan bunga dan daun kering ke tangan saya... oleh-oleh dari lari katanya. LAH! Pantesan kok semua orang sudah finish ini anak ngga nongol-nongol.

Seru? Yup!
"It's not as hard as last year... because I can run now. I also know where to get the water bottle and how to not drop it while I run."

Yup, tahun lalu dia juga agak lama finish karena botol air yang dipegang jatuh trus menggelinding dan dia sibuk mengejar botol itu.

Tapi buat saya tahun ini terlalu penuh! Terlalu banyak yang ikutan dan pemanasannya jadi terkesan asal-asalan. Pengambilan medali finisher juga berebutan, terutama untuk yang finish belakangan seperti anak saya. Mungkin tahun ini pesertanya tidak dibatasi.

Still, I think running is beneficial for Andrew. Kalau dulu motivasi saya mengikutkan dia lomba lari adalah karena dia sering ngga pede dengan kecepatan larinya meski saya sudah berulang kali bilang itu karena dia tinggi... coba dia semungil Leo Messi kan jadi lain cerita. Tahun ini lebih kepada membuat dia bergerak karena dia sekarang sudah kebanyakan main gadget.

Mission accomplished!





25 May 2014

Gingersnaps Mom&Me Fun Day

#DateWithDudu  kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Kapan lagi bisa nge-dance dan bikin sandwich sama-sama? “It’s gonna be fun, Mom!” Well, it was indeed a fun Sunday.



Waktu liat acara ini, dengan pendaftaran super gampang (hanya kirim foto dan biodata) saya langsung ikut. Meski sempat agak pesimis dengan seleksi foto, ternyata saya berhasil mendapatkan spot untuk ikutan di hari pertama tanggal 11 Mei. Hurray!

Jadilah hari Minggu itu saya sudah pagi-pagi nongol di Kota Kasablanka untuk ikutan kelas dance di Rockstar Gym. Biasanya nge-dance barengan anak hanya dilakukan di mesin DDR Timezone terdekat haha. Pernah kepengen ikutan kelas yoga bareng anak juga, tapi belum menemukan kelas yang pas. Eh, kebetulan ada ini. Jadilah kita nge-dance bareng pake lagu Hi-5 yang entah judulnya apa itu haha. Soalnya kita ngga nonton Hi-5. Yang jelas berulang kali teriak “What a surprise!” dan Andrew senang banget meskipun gerakan dia (dan saya) ngga pernah sesuai sama instrukturnya. Yang penting kita nge-dance bareng.



It’s a bonus when he was called up as one of the best dancers.

Udah capek nge-dance yang paling pas adalah makan dong. So, session number 2 was making a sandwich with Yo! Panino. Andrew was so excited with sandwich creation that he drew a sketch the night before. Then it turned out not making the roti tawar kind, but using a real panini! Another surprise for him. Adding smoked chicken, cheese, vegetables and sauces, we decorated the panini with heart-shaped drawing on top, adding two wings on the side with the (super delicious) nachos.



Secretly adding Yo! Panino to the list of restaurants to visit with Andrew next time we have a date.

We were done by mid-day, two simple activities that made us a lot happier. Wish we could find things like this to do some other weekends. Seperti lagu Hi-5, Gingersnaps Mom&Me Fun Day was truly a pleasant surprise!

30 September 2013

When A Boy Goes Running...

Ngga pernah jadi fans lari (kecuali terpaksa karena dikejar monster), saya tidak pernah terpikir mengikutkan anak saya di Jakarta Kids Run. Soalnya anak saya juga sebel banget sama lari dan sering diejek lambat oleh teman-teman sekelasnya. Tapi mikir demi mikir... saya nekat tanya juga apa Andrew (7thn) mau ikutan lari. Jawabannya santai, “boleh.”

Tiga klik kemudian, saya sudah mendaftarkan Andrew ikutan yang kategori 7-12thn. Untung sudah 7thn, kalo ngga bisa-bisa saya terbawa lari (karena yg 3-6thn lari bersama orangtua). Seminggu kemudian saya confirm ikutan. Sampe beli sepatu baru buat Andrew lari. Gaya banget ya. Habis beli sepatu baru baca detail Jakarta Kids Run. HAH 1,5km?

Running Day

Meski harus bangun subuh dan berangkat sebelum matahari terbit biar bisa cepet sampai, dapat parkir dan ngga terjebak car free day, kita happy banget. Jam 6.30 peserta registrasi ulang. Jam 7 pemanasan untuk lari. Anak-anak semua antusias mengikuti gerakan kakak instruktur. Habis pemanasan, kategori 7-12 tahun (kategori si Andrew) mulai lari. 





Medannya cukup menantang. Soalnya baru lari sudah turunan karena mulainya dari lobby fX. Kakak-kakak MC sudah mewanti-wanti supaya jangan rebutan sih (dan supaya orang tua yang semangat 45 mendokumentasikan moment ini minggir ke samping dan ngga menghalangi anak-anak mereka berlari).

"Larinya ke mana, Du?"
"Keluar ke jalan, trus lari di jalan raya, habis itu muterin taman yang besar banget dan naik balik lagi ke finish."
"Capek ngga?"
"Capek banget Ma, di tengah-tengah ada kakak bagi-bagi botol air. Trus botol minumku jatuh. Untung ada kakak yang baik dan ngambilin."
"Lah? Lagi lomba kok pake botol minum jatuh?"
"Kan aku cuma jatuh botol minum. Tadi ada kakak yang jatuh trus mama-nya dipanggil."

Dasar anak-anak.
I'm here, Mom! Can you see me?

Trus yang seru apanya?

“Larinya yang keliling-keliling gitu, Ma. Trus yang seru ya dapat air putih gratis.” Kata Andrew sambil ketawa. “Tapi aku senang dapat medali, bisa aku pamerin ke temen-temen. Asal... Mama ngga bilang-bilang kalo semua yang finish dapat medali.”

Andrew ngga menang. Ya selain karena memang ini pertama kali dia lari sejauh itu (plus dia salah satu yg termuda di kategorinya). Tapi dari awal, saya berpesan yang penting dia masuk garis finish. “Yang penting aku bukan yang terakhir, Ma.” Ya itu juga deh.




About Jakarta Kids Run
Diadakan dalam rangkaian Jakarta Sports Week untuk merayakan ulang tahun fX Sudirman yang ke-5, acara ini meliputi lomba lari anak-anak (kategori 3-6thn dan 7-12thn) dan strolling Mama (di mana para Mama antusias menghias strollernya).

29 April 2010

Sehat dan Seimbang


Akhir-akhir ini saya sedang 'gila' yoga.



Sebagai penggemar olahraga yang tidak mengeluarkan keringat (seperti berenang), yoga merupakan olahraga yang cocok buat saya. Siapa sangka, waktu saya sibuk mempraktekan pose yoga di rumah, si kecil ternyata memperhatikan dan ikutan angkat-angkat kaki sambil mengatupkan tangan di depan.

Dan saya mulai browsing soal yoga dan anak kecil.
Keuntungan utama jelas membuat anak lebih lentur, melatih keseimbangan dan kekuatan. Selain itu teknik pernafasan Yoga yang mirip meditasi itu katanya bisa membantu anak lebih tenang, fokus dan konsentrasi. What's even better adalah Yoga bisa membantu postur tubuh anak. Karena anak saya suka fashion show dan difoto, sepertinya postur tubuh penting nih untuk dilatih supaya tegap.

But the benefit of Yoga doesn't stop there. According to Webmd.com "Yoga has long been known to lower blood pressure and slow the heart rate. On a biochemical level, studies point to a possible anti-oxidant effect of yoga. " Yoga bisa jadi satu kegiatan sehat yang cocok untuk keluarga. Terutama buat mama seperti saya yang malas olahraga.



24 May 2009

Splish Splash Berenang

Kapan ya pertama bawa anak berenang?
Andrew pertama berenang usia 5 bulan. Waktu itu kebetulan di apartment tempat saya tinggal ada kolam renangnya. Air hangat pula. Jadi ya ngga khawatir deh cari tempat yang bersih, yang terjamin temperatur airnya gitu.

Persiapannya cuma celana renang sama handuk aja. Berhubung usia anak saya basi 5 bulan dan DSA saya ngga menganjurkan bayi dibawah 6 bulan buat pake sunscreen, ya saya berenangnya sore sekitar jam 5. Ngga lama-lama sih, paling 1/2 jam kita sudahan.

Pakai ban?
Anak saya mulai pakai ban usia setahun. Selain karena memang belum beli ban, waktu pertama berenang itu anak saya juga belum bisa duduk. Jadi ya cuman digendong-gendong aja, dipegangin sama daddynya atau sama saya. Biasanya cuma main air, tendang-tendang kaki aja, ciprat-ciprat air sedikit. Ban-nya juga yang ada dudukannya, yang bagian melingkarnya ada 2 lapis. Ban ini saya pakai sampai anak usia 2 tahun.

Diantara 6 bulan - setahun itu, anak saya jarang berenang dan lebih banyak main air di bak mandi sama mainannya. Usia setahun mulai deh berenang sendiri. Kalau siang ya pakai sunscreen. Berenangnya di kolam renang hotel kalau pas kita liburan, atau di kolam renang apartment. Airnya ngga hangat sih, cuma anak saya ngga terlalu ambil pusing. Yang penting kolamnya bersih.

Usia 2 tahun saya mulai bawa dia ke waterpark, main perosotan dan menyemangati dia untuk belajar lompat dari pinggiran kolam. Umur 2 tahun ini juga saya mulai sibuk mengajari dia "berenang" dalam arti bagaimana cara menendang air biar bisa maju. Usia 2,5 thn dia bisa "berenang" sendiri. Cuma pakai ban anak-anak (yang tidak ada dudukannya) tapi dia sudah bisa keliling-keliling kolam sendiri. Biasanya kita berenang antara 1 jam sampai 1 jam 1/2, kecuali kalo di pantai/waterpark. Kolam renangnya ya masi di apartment. Kadang saya ke waterpark (seperti Waterbom PIK atau Atlantis) yang banyak mainannya. Tapi itu kan lebih ke main air dan bukan berenang.

Baju Renang
Banyak orang tua yang memilih baju renang tertutup/yang seperti baju selam. Kalo anak saya sih cuma pakai celana renang aja.

Sebelum Berenang
Kalau panas ya pakai sun screen sebelum nyemplung ke kolam. Kalo berenang di waterpark or pantai, jangan lupa re-apply sunscreen tiap 2 jam sekali. Kalo di kolam renang ya cobain dulu airnya, apa temperaturnya cocok buat anak.

Saat Berenang
- Jangan tinggalkan anak sendirian. Saya sering membiarkan anak saya "berenang" sendiri, tapi saya tetap ada di sekitar dia. Kalo saya malas berenang ya saya cuman duduk di pinggir kolam atau ikutan masuk ke kolam yang cetek supaya kalo anak saya terpeleset trus tenggelam di kolam cetek, saya bisa tolongin.
- Kalau anaknya mau, di kolam cetek pun sebaiknya pakai ban, buat jaga-jaga saja.
- Saya juga suka bawa mainan anak yang bisa jalan sendiri, jadi anak saya terdorong untuk berenang mengejar mainannya itu.
- Jangan lupa minum air. Kadang-kadang berenang bikin kita lupa kasih anak minum.

Sesudah Berenang
Harus mandi. Soalnya banyak kaporit nempel dan sebersih-bersihnya kolam renang, tetap saja kita ngga tau kalo ada yang pipis di kolam.