Ketika meninggalkan dunia jurnalistik sebagai pekerjaan tetap, dan pindah haluan ke marketing, blogging jadi salah satu cara mempertahankan hobi menulis saya. Apalagi, ketika itu, Dudu ada di usia pas untuk diajak jalan-jalan dan pergi liputan. Jaman itu, kayaknya saya jadi rajin blogging karena baru saja merelakan menulis sebagai “profesi”, jadi nulisnya bisa tanpa beban dan dengan senang-senang. 10 tahun lalu juga blogging juga lebih populer dan lebih menjamur karena belum ada video pendek. Jadi yang paling keren di jaman itu ya blogging. Karena setiap orang bisa jadi “media”, bisa cerita perspektifnya sendiri, dan ada pembacanya.
![]() |
| Salah satu acara 10 tahun lalu yang didatengin bareng Dudu sebagai blogger |
Overall, kalo boleh dirangkum, yang paling dirindukan ya jelas semangat ngeblognya haha.
Soalnya sekarang ini nge-blog jadi prioritas kesekian. Bukan karena nggak cuan. Namun, karena banyak hal lain di hidup ini yang berubah. Pekerjaan tetap yang bikin hati tenang saat ngeblog udah nggak ada, lalu event-event yang biasanya mengundang blogger, sekarang memilih content creator. Yang namanya media sudah bergeser, bukan lagi berupa tulisan panjang tapi berupa video pendek. Saingan sama kecepatan generasi saat ini mengkonsumsi informasi. Sementara yang namanya tulisan kan dibacanya nggak bisa buru-buru.Dan sekarang ada chat gpt. Ngeblog jadi makin susah, karena sudah setengah mati menulis, eh disangka hasil AI. Kok jadi curhat haha. Soalnya pernah kejadian saya masukin tulisan saya ke AI detector (entah yang mana), eh dibilang 75% AI. Terus sejak itu dongkol sendiri dan nggak pernah ngecek lagi haha. Biarin ajalah yang baca mau bilang apa, toh yang penting saya happy menulisnya. 10 tahun yang lalu, hal begini nggak perlu dipikirin. Ngeblog itu beneran happy-happy saja buat saya.
10 tahun lalu, Hadiah ultah Dudu juga disponsorin sama blogpost.
So, apa kata chat gpt tentang blogging 10 tahun lalu?
Katanya “dulu blog itu kayak diary yang dibuka ke publik. Sekarang banyak yang terasa terlalu ‘rapi’, terlalu strategis.” Well, ada benarnya, dari Blogging yang santai, muncul SEO kemudian muncul ChatGPT dan teman-temannya. Tulisan jadi kurang human. Dulu juga banyak yang sering komentar, dan blogwalking. Sekarang yang suka “jalan-jalan” lebih banyak di media sosial. Jadi, siklusnya memang sama, dan ini berlaku juga buat content video pendek yang sekarang lebih populer.Awalnya, saya ngeblog buat senang-senang. Lalu, datang monetisasi, dan keseriusan menulis. Penulisan ada arahnya, sesuai brief client, sesuai kebutuhan pasar, sesuai algoritma dan lain sebagainya. Blogging (dan sekarang content creation) jadi kompetisi. Iya, memang ini semua penting kalau mau menghasilkan. Tapi, kalau dipikirkan malah jadi beban. Semua harus ada positioning, harus ada faktor yang bikin viral. Nggak viral berarti gagal. Serba cepat, serba cuan.
Padahal, kalau diingat lagi, awal mula saya blogging kan karena saya ingin melepaskan “cuan” dari hobi menulis saya supaya tidak ada beban. Eh, kok jadi terbeban lagi? Well, sampai sekarang blog saya yang punya domain sendiri hanya 1, yang travelling, dan itu juga karena saya butuh branding namanya. Bukan karena monetisasi.
Sekarang, saya mau mulai rajin blogging lagi. Dengan hidup yang sudah banyak berubah, dengan kepopuleran blog yang sudah menurun dan dengan semangat 10 tahun yang lalu. Ketika sebuah postingan yang published adalah reward yang paling dicari.



No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komen. Mohon maaf untuk yang meninggalkan link hidup dan komen bersifat spam atau iklan akan dihapus.