03 March 2022

Tebak-tebak Pekerjaan Mama

Dudu sering bilang kalo saya tidak seperti Mama pada umumnya. Saya tidak bersih-bersih rumah dan saya tidak masak.
“Kalau begitu Mama apa dong?”
“Mama ini seperti ayah, cari uang dan bekerja. Lalu main game sama saya.”


Hal ini membuat saya berpikir ulang tentang role sebagai orang tua. Stereotypical banget ya. Papa kerja, Mama urus rumah. Dan saya, yang selalu ngaku tomboy sampai ada orang pintar yang suruh saya jadi feminin dikit biar dapet jodoh ini, memang prefer role yang pertama. Saya pikir yang namanya tomboy berhenti di manjat pagar, naik ke genteng sampai diomelin nenek tetangga atau se-simple pergi cuma bawa dompet sama hape dikantongin haha. Ternyata terbawa ke kehidupan sehari-hari juga.

Bukan hanya saya perempuan yang bekerja. Mama yang cari uang untuk anaknya. Beberapa waktu lalu, saya pernah bertanya di komunitas Single Mom yang saya ikuti, bagaimana anak mendeskripsikan pekerjaan si Mama. Dan jawabannya lumayan seru-seru. Dimulai dari Dudu ya.

“Mama kerjaannya apa?”
“Yang sekarang?”
“Iya.”
“Editor? Copywriter?”
“Ya itu dulu sih.”
“Sekarang Mama bekerja sebagai apa?”
“Livestreaming Campaign.”
Anaknya bengong sesaat sih. Lalu saya balik bertanya.
“Emangnya editor kerjaannya ngapain?”
“Membetulkan tulisan orang lain, lalu mengomel saat ada spelling yang salah.”

Hahahaha. Kok begitu?

Udah cocok jadi blogger belum anaknya?

Bagaimana dengan anak lain? Kemudian, saya melemparkan pertanyaan ke grup komunitas emak-emak yang saya ikuti dan jawabannya lucu-lucu. Coba disimak di sini:
  • “Saya punya anak 3.5 tahun. Kalau anak saya ditanya, mami kerja apa, dia jawab kantor kehutanan perginya ke hutan-hutan.” ~seorang Mama yang kerja di Dinas Kehutanan
  • “Anak saya belum paham, dia tahunya saya kerjanya laptop.” Atau “Bunda kerjanya main hape.” ~para Mama yang kerjanya blogger, influencer atau pedagang online.
  • “Mamaku kerjanya ngomel-ngomel sama muridnya.” ~anak seorang Mama yang kerjanya guru.
  • “Ummi ngaji, bukan kerja. Nanti bayarnya pahala.” ~anak yang Mama-nya pengajar tahfidz
  • “Mama kerjaannya gini2 doang? Ngetik-ngetik, ngobrol-ngobrol, sama duduk-duduk aja? Tapi kenapa lama banget sampe malam?” ~curhatan anak dari Mama yang kerjaannya di kementrian dan ngobrol itu padahal lagi meeting sama ibu mentri-nya. Ups.
  • “Mama kerjanya guru, tapi kepala sekolahnya galak jadinya mama ga pernah libur.” ~Anak seorang Mama yang tahu kalau mamanya pengajar tapi tidak tahu kalau mamanya freelance, makanya nggak pernah libur karena selalu ada jadwal.
  • “Kalau sudah besar, aku mau bantuin Mami main media sosial.” ~anak dari seorang Mama content creator, admin medsos dan micro influencer.
Terkadang bukan cuma ke anak, tapi ke orang tua juga bingung menjelaskan pekerjaan jaman sekarang. Ke keluarga apa lagi. Om dan tante suka mengangguk-angguk, tapi kayaknya tidak paham kalau saya bilang pekerjaan saya adalah livestreaming campaign. Soalnya di keluarga besar saya kebanyakan pekerjaannya ya kalau bukan keuangan, insinyur, guru, dokter ya buka usaha sendiri. Begitu ada yang unik sedikit kayak designer atau copywriter, atau yang lumayan vague seperti marketing, jadi pada penasaran kerjaannya seperti apa.


Pekerjaan yang beragam di jaman sekarang ini membuat saya penasaran juga, Dudu nanti mau jadi apa? Cita-cita dia waktu kecil sih “pemancing” alias “nelayan.” Kalau di iklan Morinaga yang pernah dia terlibat, pas ditanya cita-cita jawabannya “Aduhhhh apa ya?” Hahaha. Tapi sekarang kalau ditanya mau jadi apa, katanya ingin jadi game designer. Bagian scriptwriting jalan ceritanya.

Ini nanti kalau ditanya keluarga, bingung lagi juga menjelaskannya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komen. Mohon maaf untuk yang meninggalkan link hidup dan komen bersifat spam atau iklan akan dihapus.