20 November 2018

Stop Mom War: Prioritas Jadi Bahagia

Satu setengah bulan lagi, kita akan masuk tahun baru. Apa kabar resolusi 2018?

Tahun ini saya cukup senang karena resolusi saya menulis buku tercapai. Meskipun secara tidak sengaja karena awalnya saya hanya ikut lomba yang diadakan oleh komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan DivaPress, dan tidak sendirian karena berbagi cerita dengan emak-emak lainnya. Tapi tetap saja, terbitnya buku ini berarti satu resolusi saya tercapai. Hore!



Bukunya berjudul “Stop Mom War”, isinya kumpulan curhat dan cerita para ibu-ibu yang sedang atau pernah terjebak Mom War. Apa sih Mom War? Buat yang belum pernah mendengar istilah ini, Mom War ini adalah pertengkaran (yang menurut saya tidak perlu) antara para mama yang memiliki pola pengasuhan berbeda. Soal ASI atau susu formula, soal jadi ibu rumah tangga atau ibu bekerja, soal melahirkan normal atau operasi dan sejenisnya. Yang satu merasa lebih baik dari yang lainnya.

Sadar atau tidak sadar, kita semua punya sisi kompetitif dalam diri kita sendiri. Dan sebagai seorang mom, kita ingin melakukan yang terbaik bagi anak kita. How do you know you’re the best if you don’t compare it with others? Bagaimana saya tahu kalau saya melakukan yang benar, yang terbaik buat Dudu, kalau tidak ada mama-mama lain sebagai perbandingan. Mengutip tulisan Gail O’Connor di Parents.com, “tidak ada seorang mama pun yang yakin 100% bahwa apa yang dilakukannya ini benar. Dan ketika ada artikel tentang mom war, ibu bekerja vs ibu rumah tangga, kita tidak bisa memungkiri bahwa kita jadi mempertanyakan diri kita sendiri.”


Dari semua war yang pernah saya alami, saya memutuskan untuk menulis tentang gadget. Disebut gawai dalam bahasa Indonesia.

Seperti Mom War pada umumnya, Mom War di hidup saya dimulai ketika ada yang memiliki pola pengasuhan berbeda. Terutama soal gadget karena saya termasuk longgar dalam memberikan izin penggunaan gawai tersebut. Banyak yang kurang setuju dengan kebijakan saya membiarkan Dudu menggunakan gawai di weekdays dan main PS4 sesuka hati. Awalnya sempat merasa ingin menjawab, dan berusaha menjelaskan gaya parenting saya ini. Namun saya menyadari bahwa setiap orang tua memang memiliki gaya berbeda dalam pengasuhan anak. Tetap saja ada resiko iri hati dari anak lain yang melihat Dudu bebas main ponsel di hari Senin- Jumat.

Ada sembilan Emak Blogger lainnya yang menulis di buku Stop Mom War ini. Semuanya pernah terlibat Mom War dengan topik yang berbeda-beda. Ada yang kerepotan menghadapi gaya hidup mewah Tantenya. Ada yang pusing dengan judging sesama ibu-ibu di media sosial. Ada yang stuck dengan postpartum depression. Semuanya menarik untuk dibaca dan dijadikan pelajaran. Intinya sih sama, sebagai Mom, kita wajib menemukan kebahagiaan kita sendiri dan cara kita sendiri dalam mengasuh anak.

Stop Mom War
Penerbit: Laksana, Yogyakarta
204 halaman



 


Prioritas kita sebagai Mom adalah menjadi bahagia. Buku ini menyadarkan bahwa kita tidak sendirian menghadapi hal-hal aneh ini. Jadi jangan jadikan menjawab opini orang lain sebagai prioritas mengasuh anak. Banyak yang akhirnya berhasil keluar dari pertarungan ini, jadi kita juga pasti bisa keluar dari jebakan opini publik haha. Istilahnya lebay ya. Bahkan buat saya yang ikutan menyumbang tulisan di sini, tulisan mom lainnya membantu mengingatkan bahwa saya yang ibu bekerja bukan berarti lebih keren (atau lebih tidak akrab sama anak) dibandingkan yang stay di rumah. Worth it buat dibaca ketika kita sedang merasa terjebak judgement lingkungan sekitar. Dan cerita yang terpisah-pisah begini berarti kita bisa baca satu-satu sesuai temanya.

Gara-gara terlibat di penulisan buku ini juga, saya jadi tahu bahwa proses penulisan buku hingga penerbitan itu cukup panjang. Lomba yang diumumkan di bulan Mei ini baru mulai diproses bukunya setelah Lebaran. Setelah melewati proses editing, ada proses pemilihan cover. Jadilah pertengahan November ini saya baru bisa pegang fisik bukunya. Setelah terbit, masih ada satu bulan sebelum bukunya mulai dijual oleh toko buku. Harap bersabar ya.

Masih seperti mimpi punya tulisan yang diterbitkan jadi buku. Tapi kalau mau punya buku beneran sepertinya tahun depan prioritas saya harus menulis. Menulis untuk buku, lalu menyediakan waktu mencari penerbit yang berminat. Selama ini semuanya masih ada di prioritas kesekian.

Tapi ini kan prioritas tahun depan ya. Sekarang saya masih punya satu setengah bulan untuk memprioritaskan liburan akhir tahun.

27 comments:

  1. Perdebatan gaya hidup emang selalu terjadi dimana-mana ya. Semangat dan sukses ya mba

    ReplyDelete
  2. Nice, menginspirasi. Selalu sukses kk

    ReplyDelete
  3. Duuuh mom war itu gak banget deh
    Aku heran sih, sesama perempuan kok tega saling julid gitu ya
    Padahal khan lebih asyik kalau bersatu aja

    Keren ini tema bukunya, beberapa tulisan sudah sempat saya baca
    Semoga menyadarkan para perempuan untuk tak saling menghakimi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih aku pun heran kok tega. Untungnya sekarang aku sudah ngga pusing lagi sama Mom War. Udah belajar cuek.

      Delete
  4. selamat y mba akhirnya menelurkan karya keren dan untuk mom war semoga hal-hal yy berbeda tidak sll diperdebatkan

    ReplyDelete
  5. Asik nih resolusi 2018 udah terlaksana..
    Btw ituh bukunya aku blon punyaaaa, seru tuh kumpulan cerita dr emak2, ahh semoga membuat kita sadar utk tdk saling memperdebatkan ato menghakimi satu sama lainnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe bukunya baru masuk toko buku di tengah2 bulan ini kayaknya. Aku pre-order dari KEB kemaren.

      Delete
  6. Duh emak2 dilingkungan ku hrs baca ini nih, setuju bgt jadi moms kudu bahagia tanpa harus mendengar opini negatif dari orang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener. Opini negatif ini yang biasanya bikin kita susah.

      Delete
  7. Waaah belum ngalamin, tp pengen baca nih biar pas masanta nnti siap dan ngerti hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajib baca dong. Biar nanti ngga terpengaruh hehe. Jangan sampe ntar keburu terjebak.

      Delete
  8. Keren, semoga bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya ya :)
    Memang seperti itu ya, step by step penerbitannya cukup lama. Dan setelah terbit senangnya luar biasa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku baru pertama ikutan penerbitan. Kirain kalo udah masuk ke editor trus langsung terbit. Ternyata harus sabar. Tapi memang kalau udah terbit puas banget rasanya hehe.

      Delete
  9. yup! Ngapain juga sih mom's war? Mendingan sesama perempuan saling support. Tetapi, kayaknya ribut kayak gitu memang bisa terjadi kalau kitanya udah insecure. Mungkin lho, ya. Jadi ya berusaha fokus untuk membahagiakan diri sendiri, deh

    ReplyDelete
  10. Mom war itu memang ga ada untungnya ya, karena ada prioritas yang utama untuk keluarga. Selamat ya mba udah punya buku.

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah...sdh terbit ya...sy paling ga suka bikin ribut n adu argumen kyk ga ada kerjaan aja...

    ReplyDelete
  12. Selamat ata buku antologinya..semoga tahun depan buku solo kesampaian.

    Selalu menarik perbincangan tentang tema mom war, meski aku berusaha menghindarinya.
    Keren ide bukunya, tema yang everlasting ini.
    Semoga sukses bukunya yaaa

    ReplyDelete
  13. Waw, ini buku mengundang selera untuk dibaca deh.. Palagi untuk para wife ya.. Karena seru kayaknya tulisan didalamnya yang bernas dan cerdas..

    Sae
    sasyazawafa.com

    ReplyDelete
  14. Selamat ya mbaaakk :D
    Tahun depan bikin karya solo mbak :D
    Soal mom war aku dah lama gak mau ikutan. Org masing2 udah ada jaln kehidupan masing2 hehe :D

    ReplyDelete
  15. #SemangatCiee Kak ruth, ini merupakan langkah awal untuk jejak karya yang lebih besar lagi, ditunggu banget buku solonya, buat mejeng di toko buku, aamiin 😍

    ReplyDelete
  16. Selamat ya Mbaa untuk bukunyaa,ini buku yang harus dibaca semua kaum Ibu nih, termasuk aku.
    Mom War sampai kapanpun bakal ada aja kayaknya, makanya aku mulai jaga hati dan pikiranku sendiri aja untuk menghalau energi negatif dari Mom War tersebut, gak akan ada habisnya kalau diladenin terus, apalagi kalau lagi baper, huhu.

    Btw, semangat untuk buku Solonya juga ya Mbaaa :)

    ReplyDelete
  17. Selamat atas terbitnya buku Stop Mom War. Jadi pengen segera beli karena penasaran sama isi bukunya euy.

    ReplyDelete
  18. Wahh hebat! Selamat ya mbak udah punya buku, semoga laris dan bermanfaat bagi pembacanya. Duhh update blog aja kurang rajin, gimana caranya kalau saya mau bikin buku juga yah, hehe

    ReplyDelete
  19. Buku ini berguna banget untuk mom. Sering banget dengar ibu ibu yang suka ngejudge padahal dia ga tau apa sebenarnya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komen. Mohon maaf untuk yang meninggalkan link hidup dan komen bersifat spam atau iklan akan dihapus.