Tahun kemarin saya bahkan tidak punya target apa-apa. Niat membaca buku hanya berakhir dengan buku yang dibawa ke mana-mana. Padahal list buku yang yang TBR alias menunggu untuk dibaca ada banyak. Tapi dari semuanya, ada satu buku fiksi dan satu buku non-fiksi yang ingin saya baca.
The Great Mental Models: The Simple Tools that Explain the World
Economic and Arts
By Shane Parrish
404 Halaman
2024
Buku ini mengajak pembaca memahami cara berpikir lintas disiplin, dalam hal ini Ekonomi dan Kesenian, melalui kumpulan mental models atau kerangka berpikir sederhana. Bukunya memiliki bahasa yang mudah dipahami dan contoh-contoh praktis dari dunia ekonomi, perilaku manusia, hingga karya seni. Makanya saya jadi tertarik untuk membaca.
Best New Singaporean Short Stories Volume Four
Edited by Pooja Nansi
234 Halaman
2019
Antologi yang merangkum suara-suara kontemporer penulis Singapura melalui cerita-cerita pendek yang tajam, beragam, dan reflektif ini menampilkan potret kehidupan urban Singapura dengan segala lapisannya. Ada cerita relasi keluarga, identitas, kelas sosial, serta kegelisahan personal, yang disajikan lewat gaya bercerita yang berbeda-beda. Buku ini saya beli di salah satu toko buku lokal ketika sedang jalan-jalan di negara tetangga.
Bagaimana saya bisa memastikan bahwa buku-buku yang disebutkan ini bisa dibaca hingga selesai?
Menetapkan target realistis & set reminder
Menetapkan target itu penting. Menetapkan target yang realistis lebih penting. Membaca buku untuk saya adalah hobi, bukan pekerjaan. Jadi targetnya harus ringan dan sesuai dengan berapa banyak waktu yang saya punya. Jangan menetapkan membaca 1 jam kalau memang waktu luang yang ada hanya 15 menit. Makanya buku yang saya pilih juga adalah buku-buku yang bisa dibaca per chapter. Target kecil seperti membaca 10–15 halaman per hari atau beberapa menit setiap hari jauh lebih mudah dicapai daripada tujuan besar yang terlalu ambisius. Membaca buku jangan dijadikan beban.
Lalu, kita set pengingat harian. Biar tidak bablas. Apalagi kalau aktivitas kita padat dan rencana membaca bukunya ada di tengah-tengah hari. Misal di jam makan siang atau pas lagi di jalan. Menetapkan waktu khusus juga dapat membentuk kebiasaan membaca bagian dari rutinitas harian, karena pengingat akan membantu otak mengasosiasikan waktu tertentu dengan kegiatan membaca.
Gabung dengan grup yang sama-sama membaca buku
Ketika saya berkomitmen membaca buku tertentu bersama orang lain, saya akan lebih terdorong untuk menyelesaikannya. Eh si A membaca buku udah sampai chapter 3, masa saya masih di halaman pertama. Meskipun saya bukan orang yang kompetitif-kompetitif amat, tapi adanya orang lain bisa memberikan motivasi lebih, untuk saya juga melakukan hal yang sama. Apalagi kalau ada jadwal diskusi atau pertemuan yang sudah disepakati bersama. Membaca bukunya jadi sama-sama di satu tempat atau satu ruangan zoom.
Kalau dilanjutkan dengan diskusi, atau ada teman yang membaca buku yang sama, saya bisa memperoleh perspektif baru atau ide yang mungkin terlewat jika membaca sendirian. Pengalaman berbagi pandangan ini bisa membuat membaca jadi lebih menarik dan bermakna.
Benar-benar meluangkan waktu untuk baca buku.
Meluangkan waktu yang fokus, berarti tanpa distraksi ponsel atau kegiatan lain, adalah penting. Soalnya kalau saya membaca buku, lalu baru selembar sudah cek pesan masuk atau cek sosmed, yang ada bukunya tidak akan selesai-selesai. Apalagi saya mudah lupa, apa yang sedang dibaca. Benar-benar harus fokus membaca menyelesaikan satu chapter dulu baru mengerjakan hal lain. Membaca buku adalah kegiatan yang tidak bisa disambi.
Bisa selesaikah? Kita lihat di akhir tahun ya.

No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komen. Mohon maaf untuk yang meninggalkan link hidup dan komen bersifat spam atau iklan akan dihapus.