25 March 2022

Sudut Andalan Buat Foto di Rumah

Di belakang rumah saya ada sepotong tembok biru. Tembok itu warnanya berbeda dengan seluruh rumah yang didominasi warna putih. Kenapa ada tembok biru itu, saya juga tidak begitu tahu. Yang jelas, sekarang tembok itu sering menjadi sudut andalan saya foto-foto di rumah.


Sejak pandemi, saya pulang ke rumah orang tua. Ini membuat saya memutar otak kalau harus foto, baik untuk ilustrasi blog, feed instagram atau lainnya. Soalnya dulu saya tinggal di apartemen yang satu komplek dengan mall. Jadi, kalau mau foto bisa turun ke area kolam renang, bisa ke taman, bisa ke fasilitas lainnya, atau bisa juga keliling komplek dan mencari coffee shop lucu. Sekarang hanya bisa di dalam rumah. Selain karena takut keluar gegara pandemi, saya juga kehilangan coffee shop lucu, taman yang cantik dan kolam renang yang walking distance.




Ada beberapa sudut rumah favorit yang sering jadi andalan saya untuk foto. Karena sering mencoba, saya jadi menemukan beberapa hal:
  • Kalau pas tempat tidur saya pakai seprai putih, ini bisa jadi background foto produk dan flat lay. Tapi kalau pas pakai warna lain ya tunggu seprai putihnya dicuci dan kering haha.
  • Cari spot rumput yang rimbun lalu dijadikan background juga.
  • Bisa memanfaatkan beragam background seperti tembok batu atau pintu garasi untuk spot foto.
Tapi tetap, favorit saya ya si tembok biru. Yang menyenangkan dari sudut ini adalah lokasinya yang di bagian belakang rumah dan outdoor. Jadi mau pagi, siang, ataupun sore, sudut ini mendapatkan sinar matahari yang banyak. Makanya kalau buat latar belakang foto-foto jadi pas, tidak perlu pusing sama pencahayaan. Sekarang warna biru si tembok sudah memudar, tapi kalau difoto masih bisa diakali dengan filter haha. Cita-citanya sih, ingin saya cat ulang. Tapi harus dicari tahu dulu ini warna biru apa, soalnya saya ingin tetap sama warnanya.

 

Bukan cuma tembok biru-nya, tapi batu-batu putih yang ada di bagian bawahnya juga menolong ketika butuh foto dengan latar belakang sedikit berbeda. Biasanya sering jadi penolong ketika saya mau foto buat sponsored post atau ketika Dudu mau ikutan lomba foto. Seakan-akan sedang di pantai atau di taman, padahal hanya di kebun belakang. Hehehe. Lalu, yang terkadang sering membuat saya mengeluarkan kamera handphone adalah rumput liar atau ilalang yang sering tumbuh di antara batu-batu tersebut.

Sudah terkubur batu, kok ya masih nekat muncul. Tapi, ini sebenarnya jadi inspirasi dan penyemangat juga kalau sedang tertimbun pekerjaan atau stress sama deadline. Ada ilalang tumbuh di bebatuan, masa saya tidak bisa survive sama kerjaan?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komen. Mohon maaf untuk yang meninggalkan link hidup dan komen bersifat spam atau iklan akan dihapus.