01 April 2016

Berburu Kartu BoBoiBoy Bersama Adudu dan Indomilk

Menurut Psikolog Saskhya Aulia Prima, M. Psi, “Penyebab anak bosan biasanya bukan karena permainannya tidak menarik, tetapi karena tidak ada teman bermainnya.” Bulan lalu, Indomilk melaunching board game BoBoiBoy yang dapat dimainkan bersama di Bunga Rampai, Jakarta. Saya hadir bersama Adudu, eh maksud saya Dudu. 

Dudu yang sangat excited buat main board game
Kok Dudu berubah jadi musuhnya BoBoiBoy?
Begini awal mula ceritanya menurut Dudu:
“Hari itu aku menghadiri acara bersama Mama. Pertama aku lihat tempat foto, mainan game card dan cobain susu. Susunya enak. Setelah bermain kartu, aku mendengarkan cerita bagaimana bikin BoBoiBoy, mengapa Indomilk memilih BoBoiBoy. Lalu kita makan siang.”
Dalam pidato pembukaannya, Nurulita Novi Arlaida, Head of Corporate PR PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, menyampaikan bahwa Board Game BoBoiBoy ini dipilih untuk menyeimbangkan porsi real-life game dan digital game pada permainan anak zaman sekarang. Kenapa BoBoBoi? Menurut Vanda Ratana, Marketing Manager Indomilk Liquid, animasi ini adalah salah satu yang terpopuler dan disukai anak-anak di Indonesia. “BoBoiBoy memiliki semangat, visi dan nilai-nilai positif serta menunjukkan kerja sama tim.” Ada 24 kartu Boboiboy yang bisa dikoleksi dengan membeli Indomilk Kids ukuran 115ml dan Indomilk UHT regular ukuran 190ml. Kartunya ada di bagian belakang kemasan dan bisa didapatkan dengan menggunting. Sedangkan papan permainannya dapat diperoleh di minimarket yang berpartisipasi atau download di www.indomilk.com

Dari membolak-balik kartu inilah saya baru tahu kalau musuh Boboiboy namanya Adudu. Jadi pengen tertawa.



Ikut mengajukan pertanyaan untuk narasumber
Ketika ada kesempatan bertanya, Dudu langsung angkat tangan. “Kenapa karakternya sama tapi power dan skillnya berbeda?” Eh, memang iya ya? Saya bahkan tidak memperhatikan. Ibu Vanda menjawab bahwa memang tujuannya supaya seru karena lawan jadi tidak bisa memprediksi kekuatan kita meskipun susunan pemainnya sama. Memang, bagaimana sih memainkan board game BoBoiBoy ini?
“Game cardnya seru, harus punya sepuluh kartu, kalau tidak, tidak bisa dimainkan. Lima kartu di bagian yang jahat dan lima kartu di bagian yang baik. Jika kartu berhadapan, kamu harus adu power atau adu skill. Yang powernya lebih besar adalah yang menang. Kamu kalah kalau kartumu habis semua. Seperti aku tadi.” ~Dudu

Kasian amat kalah melulu, Du. Tapi menang kalah memang menjadi salah satu manfaat main board game menurut Mba Saskhya yang hadir dalam acara tersebut. “Orang tua biasanya khawatir dengan anaknya yang kalah, tapi lewat board game ini bisa belajar kalau menang bisa bilang apa kepada temannya dan kalau kalah bisa mencoba lagi,” jelas Saskhya. Selain itu ada beberapa kemampuan anak-anak yang dapat dikembangkan lewat board game. Misalnya kontak mata dan ganti-ganti teman jadi anak yang pemalu bisa jadi akrab dengan anak lainnya juga karena adanya media game plus karakter yang dia suka. 
Keseruan main board game Indomilk - BoBoiBoy
Kalau bertemu di tengah adu skill dan adu power
Mama: Apa manfaat main board games, Du?
Dudu: Untuk bermain bersama dan tidak main video game terus.

Acara hari itu ditutup dengan penampilan D’ Massive. Surprise berat karena saya tidak tahu band ini akan hadir. Meskipun bukan fans band ini tapi saya kagum dengan lagu-lagu bertemakan pantang menyerah yang mereka sering nyanyikan. Rupanya, soundtrack BoBoiBoy yang dibawakan mereka memiliki pesan yang sama. Berjudul “Di Bawah Langit Yang Sama,” lagu itu mengajak kita semua untuk saling menghormati dan perduli dengan sesama. 

D'massiv di acara Indomilk (photo: Indomilk)
D'Massive berfoto dengan narasumber (photo: Indomilk)
Epilog:

Itulah yang terjadi dengan saya dan Dudu di minggu-minggu setelah pulang dari acara Indomilk itu. #DateWithDudu alias kencan akhir pekan saya dan Dudu diwarnai oleh mencari kartu. Setiap ada mini market atau supermarket di mall yang kita kunjungi pasti kita mampir untuk sekedar membalik-balik kotak susu Indomilk. Menggunting kartu dan bermain bersama. Saya jadi seperti nostalgia masa kecil yang berburu koleksi kartu. Dudu juga senang karena saya tertarik mengikuti kegiatannya dan antusias belajar tentang BoBoiBoy.

Well, film animasi superhero anak ini memang menginspirasi karena mengingatkan saya akan Power Rangers. Berasal dari Malaysia, BoBoiBoy memiliki tokoh dengan etnis beragam yang merepresentasikan penduduk negaranya. Masing-masing dengan kekuatan yang kreatif yang saling melengkapi, bekerja sama melawan penjahat alien bernama Adudu. Jumlahnya berimbang antara laki-laki dan perempuan, jelas Rina Novita, dari perwakilan Animonstar sebagai pemegang lisensi BoBoiBoy di Indonesia. Selain itu ada nilai-nilai timur yang universal yang diajarkan oleh animasi ini bersama dengan persahabatan, kesetiaan dan semangat tidak putus asa.

Dan kita juga tidak putus asa mengumpulkan kartu.

Kalau belum diminum dan digunting, susu kotak jadi action figure
Sibuk mencari kartu


Kalau sudah selesai minum susu dipotong kotaknya
Dudu: Kalau Mama tokoh kesukaannya siapa?
Mama: Ying!
Dudu: Cocok dengan Mama, Ying tidak bisa masak. Dia pernah bikin kue yang saat dicoba bikin semua orang pingsan.
Mama: Atau Adudu sajalah. Ini ada aslinya di sini.Andrew Dudu jadi Adudu.

Saya ngakak berat, sementara Andrew manyun sambil protes bahwa tokoh kesukaannya di film BoBoiBoy adalah Fang.


Thanks to KEB untuk undangannya.

11 comments:

  1. wah seru banget aktivitasnya Dudu yah... anak bungsuku juga suka banget sama Boboiboy Ruth...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah baru ngeh sama Boboiboy ini pas si Dudu happy banget boleh dateng ke acaranya. Tenyata lucu ya filmnya.

      Delete
    2. Dudu ganteng banget. Ternyata dudu suka boboiboy ya.

      Delete
    3. Dudu ganteng banget. Ternyata dudu suka boboiboy ya.

      Delete
    4. Iya hehe, Boboiboy kayaknya banyak yang suka. Filmnya bagus loh.

      Delete
  2. Duduuuuuuuu....aiiih ganteng banget. Next time kita ketemu yaaahh. Keren eeeuuy berani bertanya. Pertanyaannya diluar pemikiran mama lagi. Good job, Boy! :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin sudah ketularan jadi blogger juga anaknya haha

      Delete
  3. Bulan ini ada filmnya di CGV ya nak.. pasti nonton ya? hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang sudah ditunggu-tunggu filmnya :)

      Delete
  4. Samaaa, anak2ku juga sekarang mainnya ini :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komen. Mohon maaf untuk yang meninggalkan link hidup dan komen bersifat spam atau iklan akan dihapus.