Hore, saya sudah berada di Jogjakarta.
![]() |
| Ada yang semangat banget mau ke Jogja pas 17 Agustus nih. Merdeka! |
Ini kunjungan kesekian saya ke propinsi istimewa di selatan Jawa, dan kali ketiga Dudu mampir ke Jogjakarta. Tapi baru sekali ini saya menginjakkan kaki di Bandara Adi Sucipto. Maklum, dengan adanya keluarga yang tersebar di pelosok Jawa, saya sekeluarga lebih sering bepergian dengan mobil. Lewat jalan darat lebih seru. Tapi kalau tidak lewat udara, saya tidak akan terkagum-kagum sendiri dengan pengumuman penerbangan yang menggunakan bahasa daerah di sebuah airport internasional.
Tujuan saya ke Jogja juga sedikit berbeda. Kalau biasanya kami sekeluarga hanya berlibur, kali ini kami mengantar adik terkecil untuk bertemu calon keluarga barunya yang kebetulan berdomisili di Jogja. Tahun depan, Jogja akan menjadi bagian dari keluarga kami. Karena sudah cukup akrab dengan Borobudur, Malioboro dan Sendratari Ramayana, di kunjungan kali ini saya sengaja mencari sesuatu yang bukan tujuan wisata. Sesuatu yang baru, modern tapi tetap bercerita tentang Jogja.
Keluarga dan kopi, dua hal itu yang akhirnya membawa saya mampir ke tempat nongkrong seru di Jogja yang lengkap dengan kopi enak.

