19 October 2015

Celestial Movies Presents Little Big Master

Film ini dibuka dengan sebuah adegan anak TK yang stress menghadapi tuntutan orang tuanya untuk terus duduk di kelas berbakat. Sang kepala sekolah yang berusaha mengingatkan orang tua yang tidak terima anaknya dibilang "tidak mampu" malah dihadapkan pada kenyataan bahwa pemilik sekolah tidak ingin menentang pendapat sang ayah yang merupakan salah satu penyumbang dana dan akhirnya mengabaikan keadaan sang anak.

Ironis memang. Tapi percaya atau tidak, trailer film ini tidak sedih. Soalnya waktu saya bilang mau nonton Little Big Master bersama Celestial Movies di Cinemaxxx, komentar Andrew adalah: "lho, ini kan film yang kocak kocak itu. Seru pasti, Ma. Soalnya banyak kocak-kocaknya." Dan dia minta ikut. 


Yeay, bisa nonton bareng Celestial Movies


Dari Dudu yang berharap film lucu hingga saya yang niatnya nonton Louis Koo (ups), akhirnya kita berdua malah berurai air mata saat film berakhir.

Ceritanya sederhana. Seorang kepala sekolah TK international Liu Wai-Hung (MIriam Yeung) mengundurkan diri dari pekerjaannya dan menemukan takdirnya sebagai kepala sekolah sementara di sebuah TK yang mau tutup. TK yang hanya memiliki 5 orang murid itu terancam ditutup karena keadaannya yang parah dan tidak adanya orang tua yang mau memasukkan anaknya ke sekolah tersebut. Namun, Kepala Sekolah Hung tidak menyerah memperjuangkan pendidikan bagi Siu Suet, Ka Ka, Chu Chu serta dua bersaudara Kitty dan Jennie Fatima dari Asia Selatan.

Kepala Sekolah Liu Wai-Hung dan kelima muridnya
Setiap murid memiliki masalahnya sendiri. Mulai dari Chu Chu yang kehilangan kedua orang tuanya di tengah badai sehingga harus tinggal bersama Bibinya yang bekerja sebagai pencuci piring di restoran hingga dua bersaudara Fatima yang pendidikannya terbengkalai karena ayah mereka menganggap sekolah itu tidak penting bagi anak perempuan. Semuanya perlahan berubah ketika Kepala Sekolah Hung mulai bertanya tentang mimpi dan menggantungkan impian murid berserta para orang tua dan walinya di pohon.

Sayangnya perjuangan Kepala Sekolah Hung tidak berjalan mulus. Mulai dari jumlah murid yang tidak mencukupi, relasi yang ingin mendompleng popularitasnya sebagai "Kepala Sekolah dengan gaji 4500 dollar," hingga suami (Louis Koo) yang menuduhnya melupakan mimpi. Akhirnya Hung, yang sebenarnya baru pemulihan dari operasi tumor, kembali jatuh sakit dan harus dioperasi.


Dari sudut pandang Dudu, yang juga murid sekolah internasional dengan segudang tekanan dan pelajaran extra usai sekolah, film ini bagus. "Seorang guru yang sakit parah tapi tetap memaksa dirinya untung mengajar. Filmnya mengharukan karena banyak scene yang banyak orang menangis. Scenenya sangat bagus. Anak-anak pasti terharu memiliki laoshi seperti itu. Jadi guru harus baik dan tidak perduli tentang uang. Meskipun muridnya sedikit, harus tetap berusaha dan tidak pernah menyerah."

Dudu: Mama pasti tidak bisa jadi Miss serperti di film itu.
Mama: Kenapa?
Dudu: Soalnya Mama kan tukang marah-marah. Dengan aku seorang diri saja Mama sering tidak sabaran. Apalagi kalau ada banyak murid.

Eits.... Awas ya.

Miriam Yeung pemeran sang kepala sekolah awalnya menolak peran ini karena ingin mengurus dan mendampingi putranya, Torres, pada hari pertama masuk TK. Namun dengan pertimbangan cerita dan makna dibalik pembuatan film ini, Miriam akhirnya menerima peran tersebut dengan syarat bahwa dia akan libur pada hari-hari pertama anaknya sekolah.

Adegan pembuka film ini mengingatkan saya akan obrolan saya dengan Dudu beberapa waktu lalu ketika raport tengah semester pertama dibagikan.

Dudu: Mama ini pasti orang tua tidak normal.
Mama: Kenapa?
Dudu: Aku failed Matematika, Inggris dan Chinese. Tapi Mama tidak marah. Malah tertawa-tawa saja.
Mama: Buat apa marah? Yang ada kamu tambah stress.

Jadi sebenarnya Mama suka marah-marah tidak, Du?

Selfie dulu sebelum nonton
Seorang guru yang baik harus bisa berkomunikasi dengan orang tua murid. Tapi terkadang kita sebagai orang tua murid cenderung menutup diri dari cerita para guru padahal lebih dari separuh hari anak-anak dihabiskan di sekolah. "Satu hal yang [Kepala Sekolah Hung] ajarkan pada saya tentang berkomunikasi dengan anak-anak adalah perlunya pemikiran dan bersikap seolah-olah Anda sejajar dengan mereka dibandingkan melakukan pendekatan atas-bawah," ungkap Miriam dalam sebuah wawancara. "Saya mengingatkan diri saya setiap hari untuk menjaga keseimbangan antara menginginkan yang terbaik untuk anak saya dan memberikan yang sesuai untuknya."

Adegan yang paling mengena buat saya adalah ketika Kepala Sekolah Hung mendatangi rumah Ka Ka yang bolos sekolah dan menemukan bahwa alasan anak TK itu tidak masuk sekolah adalah khawatir orang tuanya bertengkar dan saling membunuh sehingga dia tidak dapat bertemu dengan mereka lagi sepulang sekolah. Orang dewasa memiliki kekhawatirannya sendiri dan terkadang mereka cukup egois sehingga tutup mata terhadap perasaan anak (termasuk orang tua di adegan pembuka film ini). Namun ketika seorang anak TK bisa bicara seperti Ka Ka, saya sebagai orang dewasa jadi sadar bahwa anak-anak juga punya suara untuk didengar.

Kalau buat Dudu yang paling berkesan adalah adegan terakhir (spoiler deh) ketika akhirnya para murid naik pentas di acara kelulusan Ka Ka untuk menyambut Kepala Sekolah Hung yang sudah keluar rumah sakit. Pentas tersebut kemudian menarik banyak penduduk desa untuk datang padahal tadinya tidak ada seorang pun yang perduli. Menurut Dudu, "kalau jadi guru, jangan pedulikan gaji. Perdulikan murid-muridmu. Itulah yang terpenting."

Kepala Sekolah Hung memberikan sertifikat kelulusan pada Ka ka
Dalam rangka I Love HK Movies, film Little Big Master yang diangkat berdasarkan kisah nyata ini akan ditayangkan perdana di saluran TV Celestial Movies pada Minggu 25 Oktober pukul 20.00 WIB. Film ini bisa disaksikan bersama anak dan keluarga. Si Dudu bisa mengerti dan ikut terharu dengan ceritanya. Jangan sampai kelewatan dan jangan lupa siapkan tissue. 

6 comments:

  1. hihihi Dudu lucu banget sih mba :D
    kalo udah gede gitu udah bisa jawab2in kalo dimarahin ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi tapi kalo lagi nyebelin ya nyebelin juga. Maklum udh mau ABG.

      Delete

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komen. Mohon maaf untuk yang meninggalkan link hidup dan komen bersifat spam atau iklan akan dihapus.