13 September 2017

Diskusi Seru Mencari Tahu Perbedaan Susu

Saya sudah 11 tahun jadi Mamanya Dudu. Tapi ikutan diskusi tentang susu bersama Kompeni Sehat dan dr. Martin Leman dari RS Harapan Bunda kemarin, kok sepertinya banyak hal yang selama ini tidak saya pahami. Ada 5 hal baru tentang susu yang saya bawa pulang dari Sleepyhead Coffee, yang tentunya bisa dibagikan di sini.

Bicara keseruan diskusi, tidak lepas dari coffeeshop yang letaknya di tengah jalan Gunawarman, tepat di seberang Le Quartier, ini. Tempatnya homey dan coffeenya enak, jadi diskusi yang berjalan benar-benar fun karena serasa kumpul-kumpul di rumah teman. 


Homey kan? Thanks fotonya Mba Agatha Mey



ASI exclusive untuk bayi usia 0-6 bulan itu pasti. Did you know it used to be just 4 months?


Yes, menurut dr. Martin, anjuran ini dibuat berdasarkan kemampuan usus bayi mencerna makanan padat. Jadi pada jaman dahulu kala, asi exclusive hanya sampai usia 4 bulan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan asi exclusive hingga usia 6 bulan tidak mengalami kendala dalam perkembangannya. Karena itulah ada anjuran yang hingga 6 bulan.

Dulu Dudu juga tidak 6 bulan kok ASI exclusivenya, gara-gara saya makan pisang sambil nonton TV, lalu si anak yang masih 5 bulan itu mulai memasukkan kulit pisang ke mulut. Daripada makan kulit pisang, saya coba berikan pisang yang dihaluskan dan ternyata bisa menelan tanpa kendala. Sejak itu dia jadi ikut makan juga.

Ada anak bayi berusaha makan kulit pisang -- dan Mamanya malah foto haha.
Setelah 6 bulan, harus ada makanan pendamping yang diperhatikan nutrisinya.

Soalnya setelah itu, pelan-pelan kebutuhan nutrisi bayi meningkat dan tidak lagi dapat dipenuhi hanya oleh ASI. Di sini, diskusi sempat membahas tentang metode yang tengah populer itu, baby led weaning, di mana bayi dibiarkan memilih sendiri makanan padat yang disukainya. Bukan hal yang dianjurkan oleh dr. Martin, meskipun dokter anak lain dapat memberikan saran dan pendapat berbeda. Alasannya? “Ada kalanya orang tua tahu yang terbaik untuk anaknya, terutama bila anaknya masih bayi dan belum dapat membuat keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri,” jelas dr. Martin sambil mengibaratkan apakah orang tua mengijinkan anak usia 10 tahun untuk naik motor sendiri. “Perlu diperhatikan bagaimana bayi memilih makanan, tentunya bukan karena nutrisi, tapi mungkin karena warnanya menarik.” Namun dr. Martin tidak menutup kemungkinan penggunaan makanan padat untuk stimulan, alias boleh dipegang si bayi asal jangan sampai ketika dimakan menyebabkan bayi jadi tersedak.

Kesehatan itu multi faktor. Ada nutrisi, lingkungan dan imunisasi. Jadi anak yang hanya minum ASI bukan berarti akan sehat terus karena ada faktor lingkungan, yang mungkin kurang bersih, dan menyebabkan dia sakit. 





Kalau sebelumnya susu perlu didampingi, setelah anak berusia 1 tahun, yang namanya susu itu berubah fungsi jadi makanan pendamping.

Hah? Serius nih? Iya, ternyata anak usia 1 tahun sudah bisa makan bersama menu keluarga. Jadi susu hanyalah pelengkap nutrisi, terutama kalsium, untuk anak. Kalau nutrisinya sudah dipenuhi oleh makanan sehari-hari, sebenarnya tidak perlu minum susu. Begitu pula dengan orang dewasa. Masalahnya, apa benar nutrisi kita sudah terpenuhi semua dari makanan yang kita makan? Karena itulah susu yang notabene cair ini sering jadi penyelamat.

Saya juga sering memberikan Dudu susu cair kalau sedang tidak sempat beli sarapan berat, atau membawa UHT ketika nge-date di akhir pekan untuk bekal kalau-kalau anaknya lapar diantara jam makan.

Yang harus diingat, saran dr. Martin, jangan sampai susu ini jadi penyebab anak sulit makan. Minum susu 2 jam sebelum waktunya makan tentu membuat anak (dan kita) kembung dan kenyang. Jadi, coba diatur waktu minum susunya agar tidak mengganggu jadwal makan.


Lalu susunya apa? UHT? Formula? Susu kental manis?

Yang penting adalah menyesuaikan dengan kebutuhan dan kegunaannya karena setiap susu berbeda. Ada susu whole milk yang tidak berubah kandungannya, ada low fat ada non-fat, ada high calcium, ada susu untuk anak alergi susu sapi, ada susu soya, susu bblr untuk mengejar berat badan bagi bayi dengan berat badan kurang, bahkan susu formula pun ada susu formula bayi dan susu formula untuk anak 1 tahun ke atas. Lalu ada susu kental manis, evaporated milk dan makanan cair yang mirip susu. Semuanya berbeda fungsi.

Susu kental manis, misalnya, bukan merupakan susu untuk diminum langsung seperti UHT dan Susu formula karena mengandung gula lebih dari 50%. Fungsinya untuk topping dan penambah rasa di makanan, terutama dessert, seperti martabak manis kesukaan saya. Banyak orang tua yang salah kaprah dan menyajikan susu kental manis yang diencerkan dengan air lalu diminum layaknya susu. Saya waktu kecil juga begitu haha. Bukan dari orang tua tapi saya sendiri yang suka. Karena tidak suka susu, akhirnya sok tahu dan minum susu kental manis yang dicampur air hangat. Tapi karena Dudu tidak suka manis, untungnya kebiasaan ini tidak menurun ke Dudu.

Susu kental manis masih jadi bagian dari hidup saya. Ada di Vietnamese Coffee yang sering saya minum dan martabak manis alias terang bulan yang jadi camilan. Lalu ada satu jenis susu lagi, yang dulu sering saya beli dan konsumsi ketika masih di Amerika. Namanya evaporated milk. Meskipun tidak mengandung gula seperti susu kental manis, ternyata susu ini pun bukan untuk konsumsi layaknya susu sapi segar. Sama seperti susu kental manis, evaporated milk diproduksi sebagai topping makanan dan minuman seperti di kios Thai tea kesukaan saya itu. Oh pantesan rasanya aneh kalau diminum langsung haha. Maklum dulu kan mahasiswa, mana terpikir beli susu yang harganya selangit.

Satu hal yang penting dicatat, susu kental manis dan evaporated milk sebaiknya tidak diberikan untuk anak di bawah usia 1 tahun.


Susu pun bisa jadi bahan bullying lho. Kok bisa?

Ketika saya menyusui, media sosial belum seaktif sekarang. Diskusi kemarin mengkonfirmasi banyaknya orang tua, terutama para ibu, yang sering jadi korban “bully” karena tidak menyusui secara exclusive atau bahkan tidak dapat menyusui sama sekali karena satu dan lain hal. Yang sering disebut adalah susu sapi untuk anak sapi, susu bayi manusia ya ASI. Meskipun mengiyakan fakta tersebut karena “kebutuhan yang spesifik tentunya harus dipenuhi dari yang satu spesies,” dr. Martin, yang juga seorang editor di web Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengajak para ibu untuk tidak saling menghakimi di dunia sosial dan di dunia nyata.

“Ini kan terpaksa. Tidak bisa menyusui memang sedih, tapi lebih sedih lagi kalau kita menutup kemungkinan bahwa sekarang sudah ada solusinya.” Yang jadi taruhan kan perkembangan anak kita, yang 2 tahun pertama sedang membangun otak dan kecerdasannya.

Yuk, jadi ibu cerdas dan bijak.

14 comments:

  1. Dan aku pun baru tau kalau umur 1th boleh makan seperti hidangan keluarga.

    ReplyDelete
  2. Makasih share nya ya..jadi tahu mengenai Susu Kental yang ternyata tidak baik tuk anak ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kandungan gulanya ternyata banyak banget.

      Delete
  3. Perlu diluruskan ya soal tak mampu menyusui secara eksklusif, sebenarnya tak perlu di-bully. Saya jadi tercerahkan soal SKM. Sempat salah kaprah juga saya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Teh, yang namanya ibu pasti kan mau yang terbaik untuk anaknya. Seharusnya saling support aja ya jangan malah bullying :(

      Delete
  4. Aku baru tau kalau SKM itu lebih banyak gula daripada nutrisinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 60% Gula lhooo... aku juga baru tercerahkan pas diskusi.

      Delete
  5. Replies
    1. Jaman semua makanan masuk ke mulut itu. Sekarang sudah mulai pilih-pilih hehe

      Delete
  6. Yup... Harus benar benar jeli liat perbedaan masing masing susu dan pilih yang sesuai kebutuhan kita ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, jadi kita ngga cuma lihat harga murah aja.

      Delete
  7. setuju... jadilah ibu yang cerdas dan bijak bukan pintar tapi konyol yang melakukan bullying terhadap ibu tidak menyusui.

    Kalau untuk SKM untungnya saya menggunakannya secara tepat sejak dahulu kala... Jika masih ada yang mengkonsumsinya sebagai pengganti susu, kewajiban kita sebagai ibu cerdas dan bijak (xixixiiii...) untuk sharing mengenai hal tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah hebat dirimu, Mba. Aku baru tahu kemarin pas diskusi itu :(

      Delete

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komen. Mohon maaf untuk yang meninggalkan link hidup dan komen bersifat spam atau iklan akan dihapus.