14 November 2016

Delicious Musical Bibap in Jakarta

Kemarin mungkin adalah hari Sabtu dengan paling banyak tawa yang pernah terjadi. Mulai dari reuni teman kuliah saat makan siang, yang namanya ketawa, tidak berhenti sampai berakhirnya show Musical Bibap di jam makan malam. Bibap? Yes, yang tahu Nanta Show wajib nonton Bibap juga.

Thanks To Tiwi for the picture :)
Ini Bibap menurut Dudu:"Bibap adalah permainan musik thengan tema memasak dan lucu juga dari korea. Di sini ada dua Master Chef: Green Chef dan Red Chef. Mereka bertanding memasak Japanese sushi,italian pizza,Chinese Chicken rice dan korean Bibimbap. Pemenangnya tergantung pilihan penonton bisa jadi Green Chef atau Red Chef. Ada scene dodge ball dengan bantal. Sesungguhnya aku berharap Green Chef yang menang. Setelah kemenangan ada beat box bermain music rock."
Flashback beberapa minggu lalu, ketika Sabtu 12 November masih hari Sabtu biasa, yang mendadak terisi sejuta acara. Pertama Bibap, yang dapat tiket harga khusus pelajar les bahasa Korea di Korean Culture Center (serius, les di sini banyak banget benefitnya, mungkin perlu ditulis di postingan terpisah). Lalu reuni dadakan dengan teman-teman kampus sebelum kita berpencar kembali ke kehidupan masing-masing, dan terakhir ulang tahun salah satu teman Dudu yang dirayakan dengan berenang. Sometimes traffic works in a weird way because I never thought I’d be able to attend all three events in one Saturday.

Tuhan tahu saya butuh tertawa setelah Harbolnas yang bikin migrain seharian itu. Haha.

Anyway, back to Bibap. Menyaksikan sekilas Nanta Show beberapa waktu lalu di sebuah Mall, saya kira Bibap bakalan sama. Ternyata lebih seru! Bibap ini adalah musikal non-verbal dari Korea yang bercerita tentang persaingan Red Chef yang suara opera-nya keren banget dan Green Chef yang lovable dalam memasak Bibimbap terenak malam itu. Selama pertandingan, yang dimulai dengan Japanese Sushi, lalu diikuti Italian Pizza dan Chinese Chicken Noodle, para penonton diajak aktif berpartisipasi menentukan chef mana yang akan memasak dan bagaimana endingnya. Penonton juga diajak naik ke panggung dan ikut main musikal serta membantu membereskan properti seperti meja dan kursi. Bahkan ada satu masa ketika adonan bakmi (dari bantal) dan bawang raksasa bertebaran di kursi penonton. Saya dan Dudu sampai ikut rebutan. 



Di awal pertunjukan, Dudu diinterview wartawan Jawa Pos. Gara-gara komentarnya soal DSLR Kamera yang dibawa wartawan tersebut.
Dudu: Ma, kok boleh bawa kamera besar?
Mama: Wartawan palingan. Kalau liputan boleh biasanya.
(now you know kenapa blog post ini tidak ada foto musikalnya)

Lalu, tante wartawan itu mulai ngobrol sama Dudu soal Korea. Si anak 10 tahun dengan entengnya menjawab dia tidak tahu Bibap ini apa, hanya “kata Mama ini musikal tentang masak.” Dan ketika ditanya apakah dia suka Korea, K-Pop dan K-Drama, jawabannya diplomatis. “Tidak terlalu, karena saya tidak mengerti bahasanya.” Apa yang dia suka dari Korea? Jawabannya tentu saja: “Train to Busan, Tante. Pertama kali ada zombie bisa melihat dan pertama kali ada film Zombie sesedih itu. Aku suka The Walking Dead tapi akhir-akhir ini ceritanya sudah tidak tentang zombie melainkan mengenai manusianya. Sudah tidak seru.”

Bibap menggunakan bahasa Indonesia campur Inggris. Si Chef Hijau kesukaan Dudu bisa berbahasa Indonesia super lancar, termasuk swearing ketika dia kena timpuk adonan bakmi yang saya yakin termasuk hafalan haha. Soalnya ketika dia memulai apa yang Dudu sebut sebagai “dodge ball time”, si Chef Hijau akhirnya teriak “selesai” dan berusaha mengakhiri permainan hanya untuk dapat timpukan lebih banyak dari barisan anak SD di tengah penonton.

Selain 2 chef utama, si merah dan si hijau, ada beberapa sous chef yang mendampingi proses memasak. Dari 4 sous chef, ada Sexy Chef yang menggoda, Iron chef yang berotot, Rookie Chef yang lucu serta Cutie chef perempuan yang meski terlihat imut ternyata lebih kuat dari Iron Chef haha. Masing-masing konsisten dengan perannya, jadi di setiap gerakan yang sama, terasa variasinya.

Mama:
Paling seru apa Du?
Dudu: Bagian yang aku suka saat membuuat sushi semuanya tidak terduga. Ada yang ketika diberikan kepada pentonton, tiba-tiba si chef mengatakan it’s plastic dan menukar hadiahnya dengan kantong kertas. Kira-kira isi kantong itu apa ya?

Cast Bibap (photo fom TheJakartaPost.com)
Sekarang pengetahuan Dudu tentang Korea sudah berkembang beyond Train to Busan dan Super Junior Mama. Semoga dia tahu bahwa Korea ternyata seru dan Mamanya bisa ngefans Yesung tanpa diributin soal naksir cowok pakai make up.

Ini kedua kalinya saya menonton musikal dengan Dudu, setelah beberapa waktu lalu menyaksikan Shrek di Ciputra Artpreneur juga. Ketika kami berbelok masuk ke Lotte Shopping Avenue, Dudu langsung ingat tempat ini. Bibap hadir tanggal 11-13 November 2016. Pertamanya, kami mengira show ini akan sepi, ternyata hampir sold out. Banyak yang membawa anak kecil, beberapa bahkan membawa bayi. Di barisan depan ada sekelompok anak sekolah seusia Dudu.

Pergi ke musikal dengan anak termasuk asyik karena memperkenalkan sesuatu yang baru. Ada peraturan yang harus ditaati. “Kalau mau minum harus minum di luar dan musikal ini tidak ada istirahatnya juga tidak boleh telat,” kata Dudu. Apalagi kalau lewat musikal ini ada something new yang bisa dikenalkan. Dudu yang senang main action figure lengkap dengan sound effectnya jadi belajar banyak dari kedua artis beatbox yang ada di Bibap tentang memberikan efek suara pada gerakan.


Sebenarnya adegan lucu pada Bibap ini termasuk standard. Misalnya adegan memotong tuna (atau salmon ya kemarin?) yang menggunakan tangan yang berubah jadi pisau. Ketika Green Chef selesai ‘pamer’ kekuatan tangannya, potongan tuna masih bertebaran. Ternyata tadi itu bukannya Green Chef yang memotong ikan dengan kekuatan penuh tapi Rookie Chef yang melemparkan potongan tuna dari bawah meja dapur. Looks simple, tapi setiap adegan dipikirkan dengan baik, sehingga ketika formulanya diulang, semua adegan itu masih fresh dan sukses membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal. Belum lagi interaksi dengan penonton yang dibawa ke depan untuk mencicipi masakan membuat kita semua merasa jadi bagian dari Bibap.

1 jam lebih tertawa tanpa henti. Jadi ingin nonton yang seperti ini lagi.

3 comments:

  1. dudu udah seneng liatin kek gini ya mbaa <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah ngerti ternyata Mba. Waktu itu tak bawa nonton Shrek dia bisa ikutin. Jadi pas ada lagi ya aku ajak nonton.

      Delete
  2. Baru tau ada acara beginian, kayaknya seru hehehe...keayang dua kelompok chef bertarung, daebaak

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komen. Mohon maaf untuk yang meninggalkan link hidup dan komen bersifat spam atau iklan akan dihapus.