26 September 2015

Welcome to The Hotel Transylvania

Dari rencana putus asa tidak bisa nobar weekend karena Mama mau ikut workshop blogging, hingga nekat ikutan kuis premiere dan menang! Jadi kita nonton Hotel Transylvania 3D premiere di 21 Plaza Indonesia hari Selasa 22 September lalu. Dan percakapan ini terjadi setelah kita menukar tiket dari tim Fox Indonesia:

Dudu: Hotel begini seram, siapa yang mau tinggal?
Mama: Ya Mama lah. Kan vampir.





Yes, si Mama punya obsesi sama vampir (tapi bukan Edward Cullen) dan film Hotel Transylvania terlihat menarik. Masalahnya kita tidak nonton yang pertama jadi ngga paham karakternya. Tapi kurang lebih ceritanya begini:

Versi Dudu:
Anak dracula pemilik hotel menikah dengan manusia. Anak nya separuh manusia sepruh vampir terus di ulang tahun anak nya kakek yang benci manusia di undang.

Versi lengkap:
Johnny dan Mavis akhirnya menikah dan punya anak bernama Dennis. Anak separuh manusia, separuh vampir yang tidak jelas ikut bapak atau ibunya. Ketika tanda-tanda ke-vampire-an Dennis (yang rambutnya merah bukan hitam seperti vampir pada umumnya) tidak kunjung muncul pada ulang tahunnya yang ke-5, Count Dracula (si Kakek) khawatir akan garis keturunannya. Mavis yang merasa bahwa Dennis bukan vampire tidak ingin anaknya dibesarkan di tengah monster dan berniat membawanya ke Santa Cruz, California tempat di mana Johnny berasal. Sebaliknya, Johnny yang sudah sangat betah di Transylvania ingin membesarkan keluarganya di sana.


Semua bertambah kusut ketika Count Dracula bekerja sama dengan Johnny menyingkirkan Mavis supaya dia bisa melatih Dennis menjadi vampir sungguhan. Ketika dia akhirnya gagal, dan Mavis memutuskan untuk pindah sehari setelah ulang tahun Dennis yang ke-5, Count Dracula disibukkan dengan masalah baru: kehadiran Vlad yang ternyata juga diundang Mavis ke pesta. Masalahnya, keluarga besar Johnny ada di pesta itu dan Vlad benci manusia.

Film ini pendek. Hanya 89 menit. Tapi sepanjang film kita tidak berhenti tertawa. Oh iya, meskipun saya kebagian nobar yang 3D, film ini kalau nonton yang 2D juga tidak banyak bedanya kok.


Dudu: Aku paling suka ketika kakek datang bersama kelelawar lalu semuanya berantem.
Mama: Kamu memang suka yang berantem-berantem. Yang paling lucu apa?
Dudu: Yang paling lucu, saat Blobby terbuang dari cliff, lalu saat mereka menelepon Blobby datang dengan motornya. Karena keberatan, motornya jadi tidak bisa jalan cepat dan mereka jadi tidak bisa kembali ke hotel tepat waktu.

Film ini lucu dan menyegarkan. Mungkin bisa untuk balita karena monsternya berbentuk kartun dan tidak ada seram-seramnya. Malah cenderung kocak. Kelakuan Mavis yang over protektif terhadap Dennis dan kecuekan Johnny bisa jadi renungan tersendiri. Mavis berjuang sendirian agar anaknya mendapatkan “best of both worlds” dengan cara pagi sekolah manusia dan malam menghadiri pesta ulang tahun anak serigala. Johnny ingin tinggal di Transylvania, Count Dracula tidak mau kehilangan cucunya. Orang tua Johnny berusaha keras menerima Mavis (bahkan sampai membuatkan kuburan dengan dekorasi Halloween ketika si menantu datang menginap) namun diam-diam berharap kalau cucu mereka tidak aneh seperti keluarga dracula. Semua punya harapan pada Dennis tanpa memperdulikan Dennis sendiri mau apa.

“You let humans into your hotel, but you don’t let them enter your heart,” – Mavis to Count Dracula.
Ada sedikit pelajaran tentang Bullying di film ini. Monster memang jahat dan kacau. Anak-anak serigala langsung brutal ketika dapat permen dan Dennis jadi terluka. Namun ketika bertemu para sepupunya, terlihat bahwa anak manusia bisa lebih jahat dengan perkataannya yang mencela dan melukai hati Dennis. Kalau melihat gelagatnya, si Johnny juga sempat tertekan hidup di dunia manusia dan lebih bahagia hidup di Transylvania karena dia bisa jadi diri sendiri.


Dudu: Kalau anak kamu bukanlah seperti orang yang kamu harapkan, jangan kecewa, jadikanlah dia dirinya sendiri.
Mama: Maksudnya, biarkan dia jadi diri sendiri?
Dudu: Iya itu dia.

Ngga kecewa nobar malam-malam sampai lewat jam tidur Dudu karena bisa foto dan dapat kaos (thank you FOX). Jadi penasaran ingin nonton yang pertama.

2 comments:

  1. Yang pertama aku sudah nonton. Wah, yang ini sudah main ya. Wajib nonton juga ini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang pertama bagus ya Mba? Cari DVDnya ah.

      Delete

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komen. Mohon maaf untuk yang meninggalkan link hidup dan komen bersifat spam atau iklan akan dihapus.