02 August 2015

Gadget Pertama Dudu

Anak sekarang canggih, sejak bayi bisa pakai smartphone. Tapi bagaimana kita tahu bahwa penggunaan gadget ini sudah tepat? Andrew menabung dari hasil kerjanya untuk modal beli android di hari ulang tahunnya. Uangnya sudah ada sejak lama, yang berat adalah ijin menggunakan uang tersebut untuk membeli gadget sendiri.


Ini gadget "pertama" Andrew,
HP flip yang warnanya Pink.
Ikutan Smart Parenting in Digital Era beberapa waktu lalu, saya belajar banyak tentang gadget dan anak. Jadi, begitu Andrew meminta untuk kesekian kalinya saya minta dia menabung sendiri. Memang dasar rejeki tidak ke mana, ada dong job foto dan fashion show di hari-hari setelah dia libur yang kalau ditotal bisa membayar sebuah tab Samsung. Tapi masalah “punya gadget sendiri” kan bukan hanya berhenti di ada tidaknya dana. Justru baru mulai begitu ada uang, karena “Mama tidak punya uang” tidak bisa lagi jadi alasan. Apalagi kalau dengan uang sendiri, jangan-jangan nanti dia protes tidak mau diatur karena dia beli sendiri gadgetnya.


Kalau tidak dibelikan gadget, aku browsing sendiri nih!
Ceritanya kepergok pas mau curi-curi pakai laptop
Jadi ada tanya-jawab buat meyakinkan saya bahwa anak ini siap diberi tanggung jawab gadget yang cukup mahal. Pertanyaan yang saya ajukan ini:
  • Untuk apa punya tab?
  • Apa yang kamu mau download di tab? (Akun Google Play tetap saya yang pegang)
  • Kalau punya tab berarti siap punya whatsapp/line buat komunikasi dengan Mama?
  • Bagaimana kamu menjaga tab?
  • Bagaimana kalau game yang kamu mau tidak bisa didownload di tab?
So far, jawaban Dudu cukup melegakan. Selain itu saya lihat konsistensi dia menabung dan menyimpan uang untuk gadget ini. Ternyata dia serius cari tahu harganya, cari tahu ada toko Samsung di mana dan hingga hari H, dia masih menginginkan barang yang sama. Okelah kalau begini mungkin saya memang harus merelakan dia menggunakan uangnya sendiri. Tapi tentunya masih dalam budget yang saya sesuaikan dengan umurnya (alias tidak nyesek amat kalau amit-amit itu tab hilang) *ketok kayu*. Ya kalau dia punya uang untuk beli mobil bukan berarti saya langsung mengiyakan dia beli Mini Cooper kan? 

Samsung Store Pacific Place tempat kita belanja 
Jadi, ketika anaknya ulang tahun, saya bawa dia ke Samsung store.
Mama: Yang ini ngga ikut promo ya, Mas?
Penjaga Toko: Yang ikut promo yang ini, Bu. (sambil menunjukkan tab yang lbh besar)
Mama: Besar banget, Mas.
Dudu: Mama ini untuk apa mencari-cari lagi? Kan aku sudah menabung untuk yang ini?
Penjaga Toko: Apa mau yang ini?
Dudu: Tidak usah, aku hanya punya uang untuk Samsung V3s. Apakah ini yang layarnya bisa setengah-setengah?
Penjaga Toko: Iya adek.
Dudu: Kalau begitu, yang ini saja. Aku cabut ya kabelnya.
Penjaga Toko: Adek, bukan yang ini yang dijual. Kalau dicabut nanti alarmnya bunyi. Saya ambilkan yang baru ya.

Untung alarm belum bunyi.

Awas kecabut kabelnya dan alarmnya bunyi ya
Sambil menunggu, Dudu sibuk merencanakan apps apa saja yang akan dia install di tab pertamanya ini. Yang jelas pasti semuanya berhubungan dengan zombie. Begitu tabnya datang dan dibuka untuk dicek dan dipasangkan anti-gores, Andrew ikut terjun langsung melihat caranya sambil bertanya-tanya segala macam sama penjaga toko.

Unboxing Samsung Galaxy Tab
Penjaga Toko: Ini saya matikan dulu Tabnya ya, Kak. Nanti kalau sudah di rumah, kakak charge 3-4 jam sampai full dalam keadaan mati.
Dudu: Om, Mamaku kok dipanggil Kak. Kan dia sudah punya anak (menunjuk saya)
Penjaga Toko: Masih muda soalnya.
Dudu: Ini sudah banyak keriput lho (menunjuk garis di pinggir bibir dan mata saya)

PLAK, saya timpuk anak yang ketawa-ketawa senang itu pakai brosur.

Sibuk mengurus TABnya sendiri
Saking senangnya, Andrew membawa pulang gadget baru, dia sampai lebay: “Oh, Samsungku, aku akan menjagamu baik-baik.” Dan sekarang dia tidur, setelah berpesan agar saya jangan tidur dulu tapi menunggu charge perdana si Samsung penuh lalu mencabutnya. Grr...

Ini Andrew yang minta difoto begini lho
Oh iya, jika ditanya orang apa hadiah ulang tahun dari Mama, jawaban Dudu adalah: “Mama hanya memberikan anti-gores dan ijin menggunakan gaji aku untuk hadiah ulang tahun.” 

This kid... ampun deh.



10 comments:

  1. gemesnyaaaa. harusnya mintanya ipad yah biar nabungnya lamaan. hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang dia malah minta Xbox *nangis*

      Delete
  2. Wow anaknya keren bgt mak. Cakep pula hihi.. salut menabung dr hsl krja

    ReplyDelete
  3. Iiicch, guantengnya Andrew, dan itu Andrew waktu kecil, lucunya. Tetap aja yang waktu kecil dan yang udah gede ngegemesin. Cucu Bunda sama Mamanya dibeliin hape yang lebih canggih dari hape Bunda, dah dia lebih pinter. What can I do, itu hak Mamanya, si Oma gak bisa ikut campur, kan. Yang penting, waktunya belajar, dia manut. Itu aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Bunda Yati. Hehe, memang anak-anak jaman sekarang lebih pinter nih. Gadget saya aja kalah sama yang si Andrew beli kemarin. Dan setuju banget kalau gadget ngga boleh ganggu waktu belajar. Saya juga ada peraturan gitu, kalau pas waktunya belajar, gadget harus off.

      Delete
  4. Dudu lucuuu, ganteng pula, kalo beli gadget hasil usaha sendiri pasti bener2 di rawat deh, Alfi juga nanti begitu ah biar kaya Kak Andrew

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Mba! Haha. Bener juga ya kalo usaha sendiri harusnya dia rawat. Ayo semangat Alfi. Angpao ditabung aja hehe.

      Delete
  5. wuih keren kecil2 udah bisa nabung untuk beli gadget sendiri, jadi penasaran ingin lebih kenal sama andrew dan mamanya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komen. Mohon maaf untuk yang meninggalkan link hidup dan komen bersifat spam atau iklan akan dihapus.