22 September 2014

Tried and Tested: Banana Boat Kids Sunscreen Lotion

“Ma, aku belum pakai sunscreen loh.” Protes Andrew ketika kita sampai di Sentosa Island. Karena kulitnya mudah terbakar, maka Andrew (8thn) sudah aware sama yang namanya tabir surya sejak TK. 


Padahal yang namanya sunscreen bukan sesuatu yang jadi kebiasaan karena, well, Indonesia kan memang panas jadi kita tidak kepikiran untuk pakai tabir surya. Tapi kulit anak saya ikut bapaknya yang Caucasian dan tidak bisa kena matahari tanpa jadi merah meriah. Jadilah hari itu (demi anak), saya harus kabur ke toko terdekat buat beli sunscreen. Maklum… pergi ke Singapore naik pesawat budget tanpa bagasi, jadi ngga bawa sunscreen karena kebesaran tubenya.

Banana Boat Kids
Sunscreen Lotion SPF 50 (90ml)
Pilihan saya jatuh ke Banana Boat Kids Sunscreen Lotion dengan SPF 50 (90ml). Jujur pertama karena warna kemasannya sangat memanggil. Kuning jreng gitu hahaha. Selama ini Andrew selalu pakai sunscreen untuk dewasa, jadi ngga ada salahnya sekali-kali pakai yang untuk anak-anak. Toh ditulis Hypoallergenic dan fragrance-free. Harganya sekitar SGD15, ga jauh beda sama Banana Boat orang dewasa.

What’s Good?

Andrew asked: “Ini sunscreen anak-anak ya? Bedanya apa Ma?”
Good question. Kalau di webnya (yup, saya sampe browsing), paling ya karena ini sunscreen pediatrician-tested trus tidak keras untuk kulit bayi/anak. Selain itu, bentuknya ngga cair, jadi kalau pas dipakein di muka saya ngga khawatir akan kena ke mata. Mengoles ke bagian yang cukup sulit seperti ujung telinga juga jadi mudah karena texture-nya yang kayak pasta gigi (meski ngga sepadat itu sih).

Anaknya penasaran buat mencoba.
Karena saya pernah baca kalau sunscreen sebaiknya digunakan 30 menit sebelum jadi benar-benar efektif, jadi saya pakaikan sunscreen ini waktu baru sampai di Sentosa. Begitu sampai di pantai (jam 12 siang loh ini), si anak bisa langsung ganti baju renang dan main air. Biasanya Andrew protes kalau saya pakein sunscreen di muka, telinga dan sekitar mata… soalnya dia ngga suka baunya. Yang ini tumben dia diem aja. Ternyata:
Andrew says: “Aku suka, Ma, sunscreen yang ini ngga ada baunya. Ngga bau seperti obat atau yang Mama suka pake itu lho…”
Hah? Emang body lotion saya bau obat? Tapi Andrew emang sebel sama bau-bau-an yang terlalu menusuk sih.

Palawan Beach jam 12 Siang nih!
Ukurannya kecil, jadi bisa dibawa kemana-mana. Sejak saya beli, saya selalu taro di tas dan pakaikan ke Andrew setiap pagi. Karena di Singapore kita banyak berkegiatan di outdoor. Dan… warna tube yang gonjreng itu menolong saya karena tas ibu-ibu itu layaknya black hole, jadi saya bisa menemukan si sunscreen dengan cepat sebelum dia protes. Seperti ketika dia sudah tidak sabar main di Water Worksnya Science Center. Praktis buat yang punya anak tidak sabaran seperti si Andrew haha.

Downside?

Just like any other sunscreen, kalau dipake berenang (meskipun ditulis VERY water-resistant) tetap harus re-apply setelah 80-90 menit. Karena Andrew ngga berenang selama itu, jadi saya baru re-apply setelah kita siap jalan-jalan keliling Sentosa. Selain itu sih practically none.

Epilog

Trus sampai Indo, sunscreen itu hilang! Jadilah saya ke toko obat di mall terdekat untuk membeli penggantinya. Ternyata meskipun sama bentuknya… tampak depannya beda. Harganya Rp. 123,200. Tapi isi dan khasiatnya sih kurang lebih sama. Si Andrew tetep ngga protes waktu diolesin di muka.

Membandingan 2 sunscreen yang sama.
Beda kemasan doang sih.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan komen. Mohon maaf untuk yang meninggalkan link hidup dan komen bersifat spam atau iklan akan dihapus.