13 February 2017

The LEGO Batman Movie

Sepanjang Minggu pagi, Dudu bernyanyi: "My best friend, you’re my best friends and friends are family, friends are family." 

Mama:Lagu apaan sih, Du?
Dudu: Lagu Batman Lego kemarin.
Mama: Filmnya bagus?
Dudu: Bagus kok.
*Lalu si Dudu mulai memperagakan adegan ketika Batman diberitahu Alfred bahwa dia sudah mengadopsi anak dan Dick Grayson sudah tinggal di Wayne Manor selama seminggu.





The LEGO Batman Movie ini dimulai dari keberhasilan Batman menggagalkan skema terakhir Joker dalam menghancurkan Gotham City dan meninggalkan si archenemy patah hati karena tidak diakui oleh sang superhero sebagai "musuh utama". Joker dan teman-temannya kemudian menyerahkan diri karena baper. Ceritanya tidak berakhir di situ karena setelah Joker dipenjara, Batman jadi bingung apa yang harus dia lakukan. Terlebih lagi ketika Komisaris Gordon pensiun dan digantikan putrinya, Barbara, yang sangat kompeten. Intinya Batman kesepian.

Robin: Wait, does Batman live in Bruce Wayne's basement? 
Batman: No, Bruce Wayne lives in batman's attic

06 February 2017

Vitamin C Penyelamat di Saat Harus Jadi Sehat

Musim hujan yang tadinya seperti ragu-ragu jadi yakin pasti mendung tiap hari sejak Imlek minggu lalu. Pokoknya tiada hari tanpa awan abu-abu bertengger mengikuti perjalanan saya. Hanya butuh 3 hari buat saya jadi demam dan tumbang, padahal pekerjaan kantor sedang demanding. “Makanya jangan lupa minum vitamin C,” begitu omelan Mama setiap kali di rumah ada yang bersin, batuk, bibirnya merah atau mulai terlihat tidak sehat.

Nasihat itu membuat saya berpikir kalau vitamin C adalah obat ajaib segala penyakit haha. Mungkin ada benarnya ya. Asupan dosis Vitamin C yang tepat memang dapat meningkatkan system kekebalan tubuh dan menjaga elastisitas kulit. Lalu, bagaimana kita tahu sudah mengkonsumsi dosis yang tepat? Mama biasanya membekalkan suplemen vitamin pada saya.




Pilihannya ya CNI Ester-C Plus, yang mengandung dosis yang dianjurkan penelitian yaitu 625mg Ester C atau setara dengan 500mg Vitamin C. Dan menurut studi yang dilakukan para peneliti University of Michigan, dosis ini dibutuhkan bahkan bagi mereka yang mengkonsumsi sayur dan buah secara rutin. Melihat rekomendasi jumlah sayur dan buah untuk konsumsi sehari-hari, saya sudah jelas jauh dari angka tersebut. Ada sayur dan buah di porsi makanan saya saja sudah untung. Maka dari itu, omelan Mama sebenarnya benar haha.

01 February 2017

Staycation at Double Tree Jakarta

Melewati gerbang masuk hotel ini seperti melewati pintu kemana saja milik Doraemon, yang dalam sekejap mengubah hiruk pikuk kawasan Cikini menjadi kedamaian ala private resort di Bali. Ini cerita staycation favorit kita. Welcome, to paradise, maksud saya, Welcome to Double Tree by Hilton Hotel Jakarta – Diponegoro.




Flashback beberapa tahun yang lalu, ketika Dudu dapat panggilan photoshoot majalah wedding, di sebuah hotel di Cikini. Serius nih? Ketika membayangkan Cikini, yang ada di kepala saya ya, TIM, Stasiun, Cikini Gold Center, Pasar Bunga dan Megaria. Sederetan coffee shop dan restoran Indonesia berderet di sepanjang jalan satu arah itu. Entah bagaimana, di tengah-tengah itu semua ada satu hotel bintang lima yang bersembunyi. Tidak heran kalau photoshoot cover majalah wedding pun dilakukan di hotel itu. Dan ketika saya mengantar Dudu bekerja itulah, saya jadi punya cita-cita mau staycation di hotel ini.

07 January 2017

New Year, Brighter Future

Saya memperhatikan Dudu yang sibuk mencatat. Ini anak ngapain ya? Tumben-tumbenan. Biasanya hanya saya yang sibuk menulis sementara dia main game, tapi hari itu dia tampak antusias menyimak dan mencatat apa yang disampaikan narasumber di sebuah acara ketemuan Blogger The Urban Mama berjudul Bright Future.


Lalu ketika saya menuliskan reportase ini, saya melihat-lihat kembali catatannya dan menemukan beberapa poin menarik tentang Kampanye yang diadakan Unilever ini. Tapi sebelum kita intip catatan super berantakan milik Dudu, coba kita menyimak apa kata para narasumber dulu.

KATA LANI
Acara yang merupakan kerjasama Unilever dan Blibli.com ini mengajak para Mama sebagai konsumen Unilever untuk mewujudkan masa depan yang cerah. Caranya? Well, menurut Lani Rahayu, Senior Marketing Communication Manager Blibli.com, para Mama ini menguasai 95% keputusan rumah tangga. “Para Mama punya power untuk memilih produk apa yang dibeli, yang digunakan oleh keluarga, jadi kenapa tidak mendukung bright future?” Di Bulan Desember kemarin Blibli.com berkampanye dengan Unilver dan setiap customer membeli produk tertentu, mereka ikut menyumbang Rp. 1000 untuk program bright future ini, termasuk membangun taman dan RPTRA. Jadi yang kemarin sempat kalap belanja kebutuhan rumah tangga macam Blueband dan Pepsodent pas Harbolnas bolehlah berlega hati sedikit karena bukan hanya spending tapi juga secara tidak sadar kita sudah helping out.

05 January 2017

3 Tempat Seru Karoke Akhir Tahun

Rasanya setiap tahun baru saya selalu pergi karaoke. Tahun ini, karena Dudu dibawa pergi adik saya ke Surabaya, saya jadi mencari kegiatan sendiri dan karaoke ada di urutan teratas to-do list saya. Pertanyaanya tetap: di mana? Google search (believe it or not) tidak membawakan hasil yang memuaskan. Beneran nih, tidak ada yang menulis tentang tempat karaoke recommended? Jadilah, Jumat-Sabtu-Minggu kemarin saya pergi bersama seorang teman, mencoba beberapa tempat karaoke di Jakarta, well, Selatan. 


JUMAT
Inul Vista Plaza Semanggi

Harga Room Small: Rp. 125,000/jam sudah termasuk tax n service

LIKES: Lagunya cukup lengkap. Buat saya yang kalau karaoke selalu Kpop dan Jpop, Inul ini koleksi lagunya lumayan. Ruangannya bersih, lebih bersih daripada beberapa Inul Vista yang pernah saya kunjungi. Lalu lampunya terang, jadi pas foto hasilnya keren haha. Lokasinya di Mall, jadi tidak perlu memikirkan parkiran. Ada penanda waktu di sudut kanan atas jadi mudah untuk tahu bisa nyanyi berapa lagu lagi.





DISLIKES: Mesinnya sempat macet dan harus di-restart. Jadi kita sudah hilang 10 menit di awal. Lalu harganya termasuk mahal dibandingkan yang lainnya. Ruangannya dingin, soalnya pas kita masuk baru AC dinyalain (ditanya suhunya lalu kita yang salah prediksi) dan meski sudah bilang di keatasin saja, sama petugasnya tetap di swing. Jadinya kita agak kedinginan. Masih menggunakan remote tradisional jadi kadang saat mencari lagu, tulisan yang muncul menutupi teks karaokenya.

25 December 2016

The Courage to Sing

Tidak seperti Trolls dan Moana yang memang sudah ditunggu dan langsung berhiaskan review, Sing adalah film yang, well, sederhana. Menjadi yang terakhir dari sederetan film kartun dengan musik catchy untuk ditonton bersama anak, Sing adalah teman pengisi liburan yang seru. But, this is a long overdue movie review. 


Peserta audisi (photo taken from screenrant)
Ceritanya adalah seputar Buster Moon, seorang Koala yang mengelola teater hampir bangkrut. Moon kecil terpesona dengan dunia yang ditawarkan oleh teater dan bertekad memiliki pertunjukkannya sendiri. Namun di awal cerita kita sudah melihat bahawa Moon gagal mewujudkan mimpinya. Jadi, dia hadir dengan ide briliant membuat audisi penyanyi dari seluruh kota sebagai pertunjukkan terakhir yang mempertaruhkan segalanya.

23 December 2016

Monetized, Optimized and the Powerful Change of Social Media

Tujuan saya punya Facebook adalah biar bisa keep-in-touch sama teman-teman tanpa harus pusing dengan mengirim email dan bertukar kabar. Semuanya ada di timeline. Tujuan saya punya Twitter adalah, well, menuliskan pemikiran spontan yang akan nyampah kalau saya jadikan status Facebook. Sekarang saya kesulitan mempertahankan apa yang saya sebut sebagai idealisme saya karena sosial media (termasuk Facebook) sudah mengalami perubahan fungsi.

Sekarang sosial media itu alat cari uang dan sarana membangun image. "Sosial media bisa mengubah nasib seseorang," kata Ani Berta, blogger, influencer dan well, idola saya di dunia digital sebelah situ haha. "The Power of Social Media" merupakan tema bahasan kita di workshop sekaligus kumpul-kumpul blogger bareng CNI di Burger King Pasar Festival, Minggu, 18 Desember kemarin. Untungnya meskipun sosial media berubah, tidak ada yang berubah dari bercandaan dan gelak tawa blogger yang hadir. Sama ramainya kok dengan timeline twitter saya di jam itu. 


Kalau sudah ngumpul jadi seru. (photo by CNI)

19 December 2016

8 Teori Blogging dari Belajar Menulis Fiksi

“Bagaimana jika ideku sudah ada yang buat?” Pertanyaan yang terlontar di workshop menulis cerpen yang diikuti Dudu di Festival Pembaca Indonesia di Museum Nasional minggu lalu ini membuat saya ikutan garuk-garuk kepala. Soalnya saya sering merasa begini sepulangnya dari undangan event blogger dan mempersiapkan draft untuk ikutan lomba blog. Ada yang senasib?


Sebelum saya bercerita panjang lebar tentang 8 teori menulis fiksi yang saya “curi” untuk blogging, ada sedikit background story tentang #DateWithDudu hari itu. Festival Pembaca Indonesia diselenggarakan 2 hari, tanggal 10 dan 11 Desember di Museum Nasional Jakarta. Selain workshop yang berhubungan dengan menulis dan membaca, ada beberapa kegiatan lain yang tidak kalah menariknya seperti Bioskop Baca, launching buku, bookswap, blind date with book dan lainnya Yang unik, di sini bukan jualan buku. Kalau mau dapat buku baru ya bawa buku bekas untuk ditukarkan.

(Baca juga: Cerita dari Big Bad Wolf Book Sale)

Dua workshop berbeda (Saya ikutan Workshop “Tembus Dapur Fiksi Femina” dan Dudu ikutan “One Day to Write” di Pojok Anak) yang menimbulkan satu pertanyaan di benak saya: Can we apply this to blogging?

Ternyata kita bisa belajar dari Fiksi. Ini caranya.